Posts Tagged ‘shinee’

FF SHINee Star To You

Posted: April 25, 2020 in Uncategorized
Tag:,


Title : Star To You
Author : Vikeykyulov

Main Cast : Lee Jinki ‘SHINee’, Lee Minji
other Cast : SHINee member, Kim Myungsoo (Pinjem nama yagh!)
Genre : Family, litle Romance, little comedi, little sad, Parental Relationship.

Type : Oneshoot.

Rate : G

Summary : “Ngomong-ngomong, seandainya Minji terlahir dari Appa member Boyband era 2010, siapa yang akan kau pilih menjadi Appamu?”

An. : (PO) niat awalnya sih ikutan FF Party itu pengennya bikin FF yang angst dan menyayat hati. Tapi emang dasar author Gaje, pada akhirnya gatot alias gagal total. Dan jadilah KOmedi tak lucu yang mengisahkan ketegaran (–Jiah lebay) seorang single Parent bernama Lee Jinki. Sebenarnya tema yang aku ambil itu tentang seorang ibu, tapi berhubung kelima member SHINee itu gak mungkin jadi ibu. Ya sutralah, akhirnya ceritanya tentang bapak aja ya, toh ada juga bapak yang bisa berperan jadi ibu..hahaha

Warning : setting waktunya anggap aja member SHINee udah pada tua –eh maksudnya dewasa. Udah umur tiga puluhan yahhhh….. ok, ditunggu kritik dan sarannya. Typo?? Sudah biasa…… 😛 #sambil nyanyi. Pokoknya Happy B’day Onyu sama Minong.. and Happy new Year 2013. Akhirnya, 2012 gak jadi kiamat.nyiahahaha.

oOooStar To YouoOoo

 

All story by. Jinki Pov

Cahaya bintang. . .

Berkelip indah Membentang langit. .

Menyinarkan kemilau cahayanya. .

Meneduhkan hati. .

Ini hanyalah sebuah kisah sederhana tentangnya. Seseorang yang akan selalu menjadi bintang dalam hatiku, bintang paling terang yang akan selalu hidup menemaniku. Memberiku kekuatan dan kepercayaan untuk terus menjalani hidup yang kadang begitu melelahkan. Bagai pelita yang berkenan menerangi gulitanya hatiku. Seseorang yang begitu kucintai.

oOooStar To YouoOoo

 

Aku mendengarnya, tangisan pertama yang begitu menetramkan telingaku. Seorang gadis mungil masih berbalut merah darah disekujur tubuhnya. Menangis kencang seolah memberi salam pada dunia. Nae aegya, begitu cantik, yeoppo, beutiful. Tanpa kusadari, krystal-krystal mengalir dari pelupuk mataku saat pertama kali aku menatapnya. Tak kuasa menahan haruku. Karena aku harus mendapatakannya dengan membayar mahal. Yah, meski tak patut kusesali, namun mampu membuatku terpuruk. Istriku, belahan jiwaku telah berpulang dalam usahanya untuk melahirkan putri pertama kami. Lee Minji.

“Air mata, terjatuh tak tertahankan. Melihatmu, terdiam. Ternyata kau pergi, tuk selamanya. Tinggalkan diriku dan buah cinta kita. Wanita agung yang telah mengorbankan hidupnya demi sesosok kecil dalam gendonganku.” Kupeluk tubuh kaku istriku tercinta.

“Selamat jalan kekasih..” Akan kujaga titipanmu sekuat dan semampuku.

oOooStar To YouoOoo

 

Tahun pertama kujalani penuh perjuangan. Duka yang kualami, tak pernah kuanggap sebanding dengan suka yang kurasakan. Menjadi single parent untuk seorang bayi mungil, bukanlah hal biasa yang bisa kuhadapi dengan mudah. Meskipun begitu, setiap hal yang kulewati bersama Minji, adalah moment-moment indah dalam hidupku. Saat aku harus terbangun tengah malam mendengar alunan tangisnya, mengganti popok untuknya dan memberikan susu saat dia merasa lapar. Semua yang kualami, adalah sebuah kenikmatan tiada tara yang pernah kurasakan. Melihat senyumnya, juga binar indah wajah bulat berpipi chubby putih menggemaskan. Nae aegy, Lee Minji.

oOooStar To YouoOoo

 

Aku selalu mengamati pertumbuhan Minji, tak pernah sekalipun moment perkembangannya terlewatkan. Keajaiban hidup yang sungguh membuatku tercengang.

Saat usianya satu bulan, putri kecilku itu mulai menunjukkan perilaku pemicu kasih sayang. Menangis dengan suaranya yang memanjakan telingaku. Mengenyahkan penat yang mendekapku kala lelah menyergap. Aku mencintainya, sangat mencintainya.

oOooStar To YouoOoo

 

Bulan keduanya, pelita hatiku itu sudah mampu menggenggam jemariku erat. Tiap pagi, saat aku harus meninggalkannya untuk bekerja, Minji akan selalu menahanku dengan genggamannya dijemariku merasakan hangat ikatan batin yang mengalir melalui sentuhannya . Seolah tak iingin membiarkanku pergi darinya. Tatapannya, selalu meluluhkanku. Bahkan, aku terkesiap kaget saat pertama kali Minji tersenyum padaku, menggodaku dengan kedipan dan kontak mata sabitku yang tercetak dimatanya dengan sempurna.

Tak terasa, hari semakin berlalu. Kini, 3 bulan genap sudah usia Minji. Semakin banyak hal menakjubkan yang membuatku semakin tak bisa jauh darinya. Nae Minji mulai bisa tertawa dengan suara nyaring, bermanja dalam dekapanku dengan memainan jari-jari mungilnya. Bayiku yang cantikku, tumbuh sehat setiap harinya. Memberikan warna-warna dalam kehidupan singkatku.

oOooStar To YouoOoo

 

Tak terasa waktu terus berlalu. Musim silih berganti. Dari gugur menjadi semi, dari winter berganti summer. Kini usia Minji sudah menginjak satu tahun, mulai merangkak dan belajar berjalan. Setapak demi setapak, dengan gigih menggerakkan kaki mungilnya meski terkadang disertai jatuh, bangun dan jatuh lagi. Juga saat aku tak bisa menahan air mataku, sungguh bahagia mendengar kata pertama yang terucap dari garis apelnya. “Appa”, meski hanya kata sederhana namun mampu mengharukanku, menggetarkan sanubariku yang terdalam. Aku mencintainya, sangat mencintainya.

Jangan menangis kekasihku. .

Janganlah menangis dan berbahagialah. . .

Karena kita diikat bersama dalam cinta. .

Hanya dengan cinta yang indah. .

Kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan dan duka perpisahan.

 .
(Kahlil Gibran)

oOooStar To YouoOoo

 

Lagi, Hanya bisa menahan rasa kagum dan keterjutanku saat dipagi yang cerah aku tengah duduk menikmati secangkir kopi sambil membaca Koran. Tiba-tiba berlari kedalam pelukanku, dengan kaki mungilnya yang begitu gesit. Merebut Koran dari genggamanku. Bertindak seolah dia mampu membaca , aku hanya bisa tergelak melihat mata polosnya mengerjap sedikit bingung. Membalik halaman demi halaman.

“Appa. . “ Merajuk, setelah lelah membalik Koran ditangannya.

“Ne. .”

“Ba-ca? Appa. .” Ternyata Minji memintaku untuk membaca tulisan yang ada dibawah sebuah gambar.

Saat itu umur Minji sudah menginjak 3 tahun. Dan dimulai dari pagi itu, aku harus rajin membelikan Minji buku cerita dan mendongeng untuknya tiap malam.

oOooStar To YouoOoo

 

 “Annyeong. .  noneun Lee Minji. Putri paling beruntung didunia ini. Karena memiliki appa seorang Lee Jinki. Ayah terhebat yang sangat mencintai Minji melebihi apapun didunia ini.”

Hatiku bergetar, mendengar suara lantang itu berkumandang dari atas panggung. Minji, putri kecilku kini tengah mengikuti pertunjukkan ballet disekolahnya. Duduk dibangku kelas 4 Elementary school. Tak pernah kusadari waktu begitu cepat berlalu. Kulihat Minji berlari menuruni panggung, dengan kaki kecilnya. Wajah yang bersinar itu tersenyum. Merengkuh tubuhku dengan erat.

“Appa Saranghe. .” ujarnya dalam pelukanku.

“Nado. . “

Tepuk tangan membahana, begitu kulepaskan pelukan Minji. Mengusap rambutnya dan mencium kening putri kecilku ini dengan sayang.

Bintang kehidupanku. .

Banyak orang yang bertanya padaku, mengapa aku tak menikah lagi. Oh, jangan berpikir aku ini pria tua yang kesepian. Umurku masih terbilang muda, 31 tahun. Saat aku menikah dulu, umurku bahkan masih 22 tahun. Bagiku, hidup berdua bersama Minji sudah membuatku bahagia,  dialah sumber kehidupanku, aku ingin mencintainya dengan sederhana. Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Yah, Lee Minji. Appa sangat mencintaimu melebihi apapun didunia ini.

oOooStar To YouoOoo

 

Seperti sebuah perputaran waktu. Kehidupanku juga mengalir layakanya laju arus sungai. Terkadang melaju tenang dalam atau sedikit beriak saat terantuk bebatuan yang menjadi ganjalan kehidupanku.

“Ih. . . APPA!! Sudah berapa kali Minji bilang, jangan memakai Kemeja merah itu. Norak. “ Lengkingan suara keras putriku kini sudah menjadi sirine penanda bahwa pagi telah datang. Yah, nae Minji semakin ahli dalam urusan mengkritisi semua tindakanku, semenjak Minji remaja sepertinya peran orang dewasa dikehidupanku menjadi berubah. Dia sungguh cerewet sekali, terutama jika sudah berurusan dengan style dan fashionku.

“Appa akan kelihatan muda dengan pakaian ini. Tahu tidak Appa? Masa kata teman-temanku, appa itu mirip dengan anggota boyband. Hmm . . namanya Onew. Yah, Onew SHINee.”

“Brushh..” seketika kopi yang kuminum ini membuatku tersedak. Mendengar ucapan Minji barusan.

“Waeyo appa? Memang.. dari dulu appa itu ceroboh, tidak berubah.” Gerutu Minji seraya membersihkan tumpahan kopi di atas meja.

“Me. . memangnya kau tahu siapa Onew SHINee.” Tanyaku dengan penasaran. Yah, setelah menikah aku memang vakum dari dunia show biss yang membesarkanku secara total, karena aku ingin lebih focus mengasuh Minji terlebih semenjak kematian istriku Lee Hyunji. Dan sejauh yang ku tahu bahwa Minji tak pernah mengetahui perihal statusku sebagai Onew SHINee.

“Anni. . tapi teman-temanku banyak yang masih mendengarkan lagu-lagu boyband era 2010-an. Ehm, seperti SHINee, SUJU, SNSD, 2PM dan entahlah masih banyak lagi, Minji tidak ingat.”

“Memangnya appa tahu boyband jaman mereka. Atau jangan-jangan appa ini fanboy dari SHINee ya? Jadinya Appa meniru gaya Leader SHINee itu.” selidiknya dengan mimic lucu.

Rasanya aku ingin meledak tertawa mendengar ucapan Minji barusan, Fanboy SHINee? Oh yang benar saja. Sungguh menggelikan, andai saja Minji tahu bahwa di masa mudanya Appa yang sering ia ledek ceroboh ini adalah leader Boyband legendaries SHINee.

“Menurutmu?” godaku tanpa berniat membuka kenyataan tentang SHINee padanya.

“Ih. . Appa! Serius.” Rajuknya.

“Sudah-sudah.. lihat hampir jam setengah tujuh. Ayo Appa antar ke sekolah.” Kualihkan perhatiannya seraya mencubit pipi chubby-nya dengan sengaja.

“Lee Jinki Appa.. kau menyebalkan!!” kesalnya seraya mengejarku. Sungguh, aku sangat bersyukur melalui hari-hari menyenangkan seperti ini bersama Minji.

oOooStar To YouoOoo

Waktu berlalu terasa semakin cepat, selayaknya Bumi yang selalu berputar pada porosnya hingga menyebabkan bergantinya antara siang dan malam. Juga musim yang senantiasa berubah, dari musim dingin ke musim panas, dari musim gugur berganti musim semi.

Dan tanpa kusadari bahwa Minji semakin beranjak dewasa –oh setidaknya dia sudah memasuki tahap pubertas. Hingga suatu saat aku menyadari bahwa Minji mulai merasa tertarik terhadap lawan jenisnya. Saat ia lebih asyik berkutat dengan Ipad, Laptop, dan ponselnya. Saat itulah aku merasa bahwa suatu saat aku harus merelakan Minji pergi dariku bersama laki-laki yang akan menjadi pendampingnya. Antara rela tidak rela juga sebenarnya.

“Minji~ya…” panggilku pada Minji yang tengah berbaring di atas ranjang queen size dengan bad cover bergambar Chiken boy miliknya, satu hal yang tak habis kupikirkan bahwa kecintaanku pada unggas satu itu menurun secara utuh pada Minji. Yah, julukan kami adalah ayah-anak si maniak ayam.

“Hm..” Responnya tanpa menatapku. Membuatku merasa, ehm sedikit tersisihkan.

“Kau sekarang jarang bercerita pada Appa sekarang. Membuat appa merasa kesepian.”

“Appaku sayang. . mianhe ya, kalau akhir-akhir ini Minji terkesan melupakan appa.” Dengan segara Minji melempar ponselnya dan memelukku penuh rasa bersalah. Ternyata jurus pura-pura sedihku berhasil mengelabuhinya.

“Appa. . di sekolahku kedatangan murid baru pindahan dari Amerika, dia sungguh menyebalkan. Hoobae yang Sombong sekali.” Tanpa kuminta Minji langsung bercerita dengan ekspresinya yang khas. Sungguh menggemaskan putriku ini. Tak sia-sia gen yang kuturunkan padanya Eh, tapi tunggu sepertinya aku melihat ada semburat merah tipis dipipinya.

“Mungkin dia hanya merasa asing dengan suasana baru sekolahmu.” Jawaban bijak itu kuucapkan sembari mengambil salah satu buku tulis Minji dari atas meja. Kubuka buku bersampul warna biru itu dengan iseng. Dan apa yang tertulis di halaman pertama membuatku sangat terkejut.

“Lee Taemin?” ujarku tak percaya, terlebih melihat foto seseorang yang sangat familiar.

“APPA! Don’t Touch my Book.” Serunya kaget, langsung saja merebut buku yang kupegang.

“Siapa Lee Taemin?” selidikku, hanya ingin memastikan bahwa Taemin yang di maksud disini adalah namja jamur maknae-ku dulu.

“Tentu saja seosangnim-ku. Ini bukan buku milikku, Taemin seosangnim meninggalkan bukunya saat ekskul kemarin.” Jawabnya dengan antusias.

“Taemin seosangnim? Appa baru dengar namanya.”

“Iya. . Minji belum sempat cerita. Jadi Taemin seosangnim itu guru dance baru. Dia masih muda dan cakep loh appa. Dan ku dengar Taemin seosangnim itu dulunya dancing Machine-nya SHINee. Dan satu lagi, hoobae baru yang pindahan itu juga katanya anak dari salah satu member SHINee juga. Ah, kenapa sekolahku jadi serba SHINEe sih.” Protesnya entah pada siapa.

“Kenapa tidak sekalian saja anak-anak dari member Suju, snsd, Big bang juga berkumpul di sekolahku. Biar semakin seru.” Minji tertawa dengan lebar. Wajahnya menunjukkan ekspresi geli.

“Bukannya di sekolahmu juga ada adeulnya Yunho DBSK, siapa namanya Jung Daewon atau.. siapa ya? Appa lupa.”

“Appa tahu? Yunho DBSK?? Aku saja yang hoobaenya tidak tahu kalau Daewon sunbae itu anak artis senior Jung Yunho.”

“Makanya, sesekali kau itu harus peka dan bersosialisasi Minji. Jangan hanya dance dan basket yang kau kencani. Kurasa appa akan setuju jika kau berpacaran dengan Anaknya Yunho, atau murid baru pindahan itu.” Ledekku.

“Ish. . appa.. mana mungkin aku berkencan dengan hoobae sombong itu.” Pekiknya dengan pipi digembungkan.

“Ngomong-ngomong, seandainya Minji terlahir dari Appa member Boyband era 2010, siapa yang akan kau pilih menjadi Appamu?” tiba-tiba pertanyaan iseng itu melintas dikepalaku.

“siapa ya? Kupikir untuk yeoja secantik aku ini, yang pantas menjadi appa-ku itu mungkin Choi Siwon. Ah, tidak aku pilih Kim Jonghyun SHINee saja yang sekarang jadi pemilik KJH entertainment.” Hah, Minji memilih si manusia dino itu menjadi appanya.

Memangnya apa yang bisa dibanggakan dari saengku itu, oke. Jonghyun memang sekarang mulai sukses merintis karir sebagai produser. Tapi, jika dilihat dari bentuk fisik masih lebih baik diriku. Semenjak menikah dan punya anak Jonghyun terlihat semakin gemuk. Sedangkan aku, sejak dulu hingga sekarang masih saja terlihat matjyeo. Kkotmin namja.

“Apa alasanmu memilih Kim Jonghyun, kenapa tidak leader SHINee saja, atau rappernya Choi Minho yang sekarang sukses menjadi artis papan atas korea.” Tanyaku lagi dengan penasaran.

“Yah pokoknya mau saja, aku pernah lihat liputan berita keluarga Kim. Dan tampaknya Kim Jonghyun adalah sosok Appa yang jahil, namun perhatian. Bukankah itu menyenangkan Appa?”

“Si Dino itu. . dari dulu tidak berubah.” Gumamku pelan.

“Dan artis yang sangat tidak ingin ku jadikan sosok Appa adalah leader SHINee, Onew. Dari artikel yang kubaca dia itu sangtae, konyol dan maniak ayam. Cukup satu  saja aku menemukan orang seperti itu dihidupku. Dan aku tidak mau Jinki dan Onew yang itu berkumpul untuk merebut semua ayamku.”

Gubrak!!

Aku langsung sweeetdrop mendengar penuturan Minji. Ya Tuhan! Dosa apa aku ini sampai-sampai anakku sendiri tak mau memilih aku sebagai Ayahnya. Mungkin ini yang  dirasakan orang-orang disekitarku saat mendengar aku selalu mengaitkan ayam dan ayam dalam segala hal. Lee Minji, kau benar-benar Daebak.

“Hah.. sudah malam, lebih baik appa tidur saja. Kau juga tidur.” Kesalku seraya berjalan menuju pintu keluar.

“Loh.. appa kenapa?” pertanyaan Minji tak kuhiraukan, biar saja. Salah sendiri menjelekkan Appanya sampai begitu. Apa salahnya jika Lee Jinki dan Onew sama-sama menyukai ayam.

***

Pagi ini aku sengaja mengantar Minji lebih siang, hanya sedikit penasaran. Siapa tahu aku bisa menemui salah satu teman seperjuangan saat menjadi artis dulu. Hah, hari ini Minji mulai merengek minta dibelikan mobil. Namun aku tetap menolaknya, bukan karena pelit –karena kata itulah yang Minji katakana padaku. Hanya saja, ku pikir MInji belum saatnya mengendarai sendiri. Lagi pula, jika Minji kubelikan mobil maka intensitas kebersamaan dengan Minji akan semakin berkurang.

“Ingat Minji, belajar yang rajin dan jangan suka membolos.” Pesanku pada putri semata wayangku.

“Ay. . Ay capten!” jawabnya seraya tersenyum, kemudian mencium pipiku dengan kilat.

“Wah. . Minji~ssi! Itu pacar barumu?”  kudengar seorang namja menyapa –lebih tepatnya mengolok putriku. Seorang namja berambut blonde dan bermata sipit khas dengan ekspresi sombong dan sedikit arogan. Oke, sepertinya aku sangat familiar dengan garis wajahnya.

“Bukan urusanmu Pirang!” jawab Minji cuek seraya melambaikan tangan padaku kemudian berlalu dengan sengaja menyenggol bahu namja yang dipanggilnya pirang itu.

“Dasar anak muda!” desahku dengan geli.

Duagh!!

Sebuah pukulan melayang di bahu kananku. Yang disusul dengan panggilan nyaring khas seseorang.

“Hyungie. . onew hyung!!” sesosok namja yang kukenali sebagai Lee Taemin SHINee itu tengah berdiri dihadapanku dengan ekspresi sulit diartikan. Hanya menatapku dengan sendu kemudian tertawa lebar dan memelukku.

“Boghosippo hyungi~…” Taemin sedikit histeris.

“Ya. . ya.. kau memalukan Jamur.” Tegurku dengan sesak, karena Taemin memelukku begitu erat.

“Kau benar-benar jahat hyung.” Kulihat air mata menggenang disudut matanya saat ia melepaskan pelukanku.

“Ish. . kau ini sudah dewasa Taemin. Jangan menangis begini, dasar maknae!!” gerutuku seraya memukul kepalanya seperti kebiasaanku dulu.

“Asataga! Hancur sudah imejku sebagai guru cool di sekolah ini.” Tiba-tiba Taemin sadar tempat, melihat banyak anak-anak memperhatikan kami. Tidak terkecuali Minji yang sudah menatapku dengan tatapan tak percaya. Gawat! Sepertinya aku harus menyiapkan mentalku menghadapi Minji pulang kerja nanti dan ini semua gara-gara namja penyuka banana milk ini.l

“Daebak Lee Taemin. Kau sudah mengacaukan segalanya.” Desisku sedikit kesal, memang aku sangat senang bisa bertemu dengan saeng kesayanganku ini. Tapi jika imbalannya identitas Minji sebagai putri kandung Lee Onew SHINee terungkap, sepertinya harus kupikirkan lagi dua kali.

“Mianhe hyungie. . aku hanya sangat senang bisa melihatmu lagi. Kau menghilang begitu saja setelah kelahiran Minji.”

“Baiklah.. nanti siang kita ketemu lagi. Aku ada rapat dengan investor sebentar lagi. Dan ku ingatkan, setelah mengatahui bahwa Minji memang anak ku, jangan perlakukan dia dengan special.” Nasehatku padanya.

***

 “APPA!!!!!” teriakan melengking itu menyambutku saat aku memasuki pintu rumah bersama Taemin. Yeah, dia memaksa ikut kerumahku.

“Eh. . ada Taemin seosangnim. Anyeong!” Minji membungkuk sopan melihat kehadiran Taemin. Ternyata putriku ini memiliki sopan santun yang cukup tinggi, tak sia-sia aku mengajarinya sejak kecil.

“Anyeong Minji, kalau dirumah panggil saja Taemin oppa.” Sahut Taemin dengan wajah yang –dibuat sok- innocent.

“Mwoya. .  Oppa? Ingat umurmu berapa Tae.” Aku menyela dan menjitak kepalanya –lagi.

“Hyung. . kebiasaanmu tak berubah, suka sekali menjitak kepalaku. Nanti kalau aku bodoh bagaimana?.” Ya.. . ya. . ya. Jurus andalan si Maknae, merajuk dan cemberut dengan menggembungkan pipi. Dan kuakui, Taemin juga tetap awet muda. Dia bahkan tak terlihat bahwa umurnya sudah kepala tiga.

“Ahahaa. . “ tawa Minji bergema, alisku mengkerut menatap satu-satunya yeoja dirumahku  ini.

“Kenapa?” tanyaku dengan isyarat.

“hmp.. hanya merasa lucu saja Appa. Ternyata Taemin seosangnim jika diluar kelas seperti anak kecil, sangat berbeda jauh saat di kelas.”

“Taemin oppa. . ingat itu Lee Minji!”

“Shirroe. . aku lebih suka memanggilmu Taemin Ahjussi. Atau mungkin Taeminnie.” Tolak Minji seraya menatap Taemin tanpa rasa takut. Salahkan dirimu sendiri Lee Taemin. Kenapa kau begitu kekanakkan dihadapan anak didikmu.

“YA!! Jangan jadi murid durhaka Lee Minji, dia benar-benar anakmu hyung. Menyebalkan.” Protes Taemin semakin cemberut.

“Disini aku bukan murid anda. . tuan Lee Taemin.” Sanggah Minji cepat.

“Dan Lee Jinki Appa ah atau baiknya kupanggil saja Onew leader, Appa hutang penjelasan padaku.” Tatapan mengintimidasi Minji beralih padaku, membuatku sedikit bergidik ngeri. Oh, sebenarnya siapa yang orang dewasa di rumah ini.

“Terserahmu sajalah.” Sahutku dengan pasrah.

“Tunggu, kenapa Minji kaget mendengar Onew SHINee? Memangnya putrimu tidak tahu hyung kalau kau dulu adalah artis Kpop terkenal.” Taemin menyela ucapanku.

“Ingatkan aku untuk menghukummu karena berkatmu Minji jadi tahu rahasia yang kusimpan selama ini.” Dengusku pura-pura kesal.

‘Jeongmal Mianhe Hyungie. .” ujar Taemin penuh penyesalan. Tak tega juga rasanya melihat Taemin merasa bersalah begitu.

“Gwenchana. .  lagipula, lama-lama Minji juga pasti akan tahu dengan sendirinya, dan Kau Lee Minji, bukankah tidak etis membiarkan tamumu menganggur tanpa di tawari minum.” Sahutku pada Taemin kemudian menegur Minji.

“Oh iya. . maaf-maaf. Nah, Taemin OPPA! Mau minum apa?” Minji bertanya pada Taemin dengan nada yang dibuat-buat.

“Gadis pintar. .  kalau aku bilang banana milk apa dirumahmu ada?” Puji Taemin seraya mencubit pipi Minji dengan gemas. Yah, tipikal Taemin sekali BANANA MILK.

“Ouch. .  don’t Touch me!!” geram Minji kesal.

“Sudahlah Tae. . jangan menggodanya terus. Nah, sekarang cerita padaku bagaimana kabarmu?”

“Onew hyung. . aku benar-benar marah padamu. kau bahkan tidak datang dipernikahanku. Asal hyung tahu, aku sudah mempunyai putri bernama Lee Taerin. Dia sudah duduk di kelas 5 elemntary school. Dan yang harus hyung tahu, kemarin istri Minho hyung melahirkan putra keduanya, sekitar tiga bulan yang lalu.”

Taemin bercerita dengan antusias. Senang rasanya mendengar bahwa adik-adikku, mereka sudah hidup bahagia dengan keluarga mereka masing-masing.

“Jadi, kau masih seering bertemu dengan Minho?” ujarku menanggapi cerita Taemin.

“Masih, sesekali kami mengadakan makan malam bersama. Bahkan Jonghyun hyung juga ikut. Apa hyung sudah melihat Jonghyun hyung sekarang? Wah manusia dino itu tak lagi sekurus dulu. Sepertinya Hyukyung noona mengurus Jonghyun hyung dengan baik. Hanya kau dan Kibum hyung yang tak pernah ikut berkumpul.” Desah Taemin, menatapku sedikit kecewa.

“Maaf. .” mohonku dengan tulus. Sebenarnya aku tidak bermaksud memutus hubungan dengan siapapun, namun kesibukan dan konsentrasiku mengurus Minji juga perusahaan terkadang membuatku tak lagi memikirkan urusan pribadiku sendiri. Bagiku, Minji adalah prioritas utamaku.

“Gwenchana hyung. . aku mengerti. Tapi, aku sudah bertemu dengan Kibum hyung. Putranya, yang bernama Kim Myungsoo  baru saja masuk di sekolah Minji. Dan yang membuatku sungguh heran, anak itu seperti duplikat appanya. Angkuh, arogan dan menyebalkan.”

“Adeulnya Kibum? Jangan-jangan namja pirang bermata sipit tajam yang tadi pagi mengejek Minji?” ah, akhirnya aku ingat garis wajah namja familiar itu ternyata milik Kibum.

“Iya hyung. . benar. Dan sejak pertama mereka bertemu, Minji dan Myungsoo itu sudah saling membenci. Hati-hati saja hyung, siapa tahu kau akan berbesanan dengan Kibum hyung dan Hyuna noona.” Tawa Taemin meledak seolah mengejekku.

“Tak masalah jika adeul Kibum bisa membuat Minji bahagia. Karena aku tidak akan pernah menyerahkan Minji pada namja sembarangan.” Sahutku dengan begitu serius. Yah, tak ada yang pernah kuanggap main-main jika sudah menyangkut Minji.

“Tipikal Appa protektif.” Komentar Taemin.

“Yah, tapi aku salut denganmu hyung. Kau berhasil merawat dan mendidik Minji menjadi gadis yang luar biasa. Jika mengingat hello baby bersama Yoogeun dulu, rasanya mustahil mendengarmu menjadi single parent. Dan kenapa hyung tidak menikah lagi, pastinya banyak sekali yeoja yang bersedia mengantri untuk menjadi anaemu hyung.” Lanjutnya lagi,

“Bukan aku yang melarang appa menikah lagi loh.” Minji menyahuti ucapan Taemin barusan seraya meletakkan nampan berisi minuman dan cemilan diatas meja.

“Entahlah, aku tidak pernah memikirkan hal itu. Tujuanku sekarang melihat Minji sukses dan hidup bahagia.” Sambutku seraya menatap Minji yang kini duduk disampingku.

“Minji menyayangi Appa, sayang sekali. Terima kasih telah menjadi ayah yang hebat untuk Minji.” Balasnya sembari memelukku dengan erat. Menghadirkan kehangatan dan kenyamanan dalam hatiku saat aku bias merengkuh Minji dalam dekapanku. Terima kasih Tuhan, atas kesempatan dan waktu yang kau berikan padaku. Mengijinkanku merawat Minji hingga dia bisa sebesar ini.

“Kau sungguh berubah hyung. . aku senang sekali melihatmu.” Komentar Taemin ketika melihatku dan Minji berpelukan.

***

Sekali lagi, waktu tak pernah berhenti berputar. Alam tetap berjalan sesuai jalur dan konstelasinya. dan takdirku juga takdir Minji telah ditentukan. Semenjak pertemuanku dengan Taemin, kehidupan Minji sedikit berubah. Kenyataan bahwa dia adalah putri tunggal Onew SHINee membuatnya sedikit kewalahan. Dan satu hal yang tak pernah kusangka, bahwa hingga saat ini SHINee masih terkenal, masih dikenang. Sesuai dengan nama kami, bahwa SHINee akan tetap bersinar sampai kapanpun. Dan sampailah pada titik dimana aku harus benar-benar merelakan Minji.

“Selamat malam Jinki ahjussi.” Sapa seorang namja tampan yang kini berdiri didepan pintu rumahku. Tersenyum begitu sopan, sangat jauh dari kesan pertama kali bertemu. Yah, Kim Myungsoo putra dari Kim Kibum dan Kim Hyuna yang memiliki postur sangat mirip dengan sang ayah. Kim Kibum, terkabul juga do’amu bahwa kau ingin memiliki seorang anak yang begitu mirip denganmu.

“Malam. . “ sambutku dengan wajah serius. Sebenarnya hanya sebuah tes kecil, apakah dia layak untuk menjadi pendamping putri kebanggaanku. Sedikit cerita saja, ucapan Taemin ternyata terbukti. Mungkin benar kata pepatah, jika benci dan cinta memang memiliki sekat yang begitu tipis. Dari benci menjadi cinta, itulah kisah Minji dan Myungsoo.

“Boleh masuk?” ijinnya.

“Hmm. . silahkan.” Tawarku sembari menyilahkan Myungsoo masuk.

“Minji. .  ada Myungsoo.” Seruku pada sang tuan putri.

“Ne Appa. . suruh tunggu sebentar.” Jawabnya dengan suara yang terdengar kegirangan. Yah, cinta muda.

“Jinki Ahjussi. . ini ada titipan dari Mummy. Dan besok Ahjussi dan Minji di undang makan malam oleh daddy. Katanya reuni bulan ini nanti dirumah, dan kalau bisa Ahjussi diminta tolong untuk menghubungi Taemin ahjussi, dan Minho ahjussi.” Suara Myungsoo mengalihkan perhatianku. Aku ingin sekali tertawa mendengar aksen bicara Myungsoo.

Dia terlalu banyak terpengaruh budaya Barat. Salahkan saja orangtuanya yang lebih senang tinggal di US ketimbang di Korea. Dan mengenai reuni bulanan, itu adalah agenda rutin setelah aku bertemu Taemin dan berkumpul dengan Minho, Jonghyun juga Kibum. Berterima kasihlah kepada Taemin yang menggagas acara ini.

“Ucapkan terima kasih pada mummy-mu. Dan bilang pada daddy-mu, kalau ingin mengundangku suruh dia datang sendiri kesini. Aku ini leadernya, apa dia tidak menghargai itu.” Kesalku, dari keempat saengku, Hanya Kibum yang masih saja membuatku kesal. Dia masih saja seperti dulu, arrogant dan angkuh meski sisi baiknya masih melekat.

Setelah Taemin yang kini menjadi guru dance, Minho yang berkarir dengan membuka production House dan mengelola klub sepak bola, Jonghyun sebagai pemilik agensi artis yang sudah sejajar dengan SM maupun JYP. Kini aku tahu bahwa Kibum mengelola sebuah galeri seni dan fashion Consult. Dan aku sendiri berkutat dengan perusahaan ayam kebanggaanku.

“Appa. . sudahlah. Jangan ungkit tentang leader lagi. Mungkin saja Kibum Ahjussi sibuk. Jangan cemberut lagi ya. . Appa-ku sayang.” Minji tiba-tiba dan bergelayut manja dibahuku.

“Jadi . . sekarang kau lebih membela calon mertuamu itu ketimbang Appamu.” Rajukku.

“Bukan begitu Appa” sanggahnya cemberut.

“Bermanja-manja dengan Appamu didepan kekasihmu. Memangnya kau tidak malu.” Godaku padanya. Kulirik Myungsoo hanya terkekeh dan Minji sendiri sudah memerah malu.

“Ish. . Appa! Jangan menggodaku.” Gerutu Minji seraya berpindah di samping Myungsoo. Tersenyum manis dan menatapnya penuh cinta. Ish,, masih tak rela rasanya menyadari bahwa tak lama lagi Minji akan dibawa oleh namja ini.

“Sudah lama chag?” Sapa Minji pada KEKASIHNYA. Sepertinya ini bukan areaku lagi. Lebih aku menyingkir dan bercinta dengan tumpukan document juga ayam-ayam goreng favoritku.

“Ehm. . sepertinya Appa mengganggu, baiklah. .” ku hela nafasku dengan sedikit berat sebagai jeda atas ucapanku selanjutnya. “Appa kedalam dulu, ingat! Jangan macam-macam. Dan untukmu Myungsoo, jam setengah sepuluh.”

“Terima kasih Ahjussi.” Sahutnya dengan sopan.

***

Pagi ini, hatiku berdebar-debar. Entah seperti apa rasanya, semuanya bercampur menjadi satu. Tegang, gugup, bahagia bahkan terselip sedikit rasa sedih. Yah, moment special yang mengingatkanku dulu pada moment pernikahanku dengan umma Minji. Hari ini Minji akan menikah, melepas masa lajangnya yang tentu saja bersama Kim Myungsoo.

Untuk hal ini, Minho, Jonghyun dan Taemin sering sekali mengolokku karena aku dan Kibum atau dulu yang dikenal Key akhirnya benar-benar menjadi besan. Terlebih lagi jika aku bertemu dengan sunbaeku di SM dulu seperti Donghae hyung, Hyukjae hyung. Ingatkan aku bahwa Sungmin hyung  sekarang sudah memiliki cucu.

“Rileks hyung. . jangan tegang begitu.” Minho ternyata mampu membaca raut gelisah diwajahku.

“Entahlah Minho. Rasanya seolah aku yang mengalami sendiri. Setelah sekian lama aku membesarkan Minji, sedih rasanya melepas dia untuk menikah. Namun, disini Kugenggam erat dadaku yang berdetak begitu kencang. “aku merasa bangga, ternyata seorang Lee Jinki yang dulu tekenal takut dengan anak kecil, ternyata dia mampu membesarkan dan merawat anaknya bahkan sekarang menghantarkan anaknya menuju gerbang pernikahan.”

“Aku bangga padamu hyung. . kau memang Leader terhebat kami.” Sambut Minho seraya memelukku.

“Minji beruntung memiliki Appa hebat sepertimu, Jinki hyung.” Suara Taemin mengalihkan perhatianku. Maknaeku yang dulu kekanakkan, kini terlihat begitu dewasa sambil menggendong putra keduanya.

“Kau sungguh luar biasa Onew hyung. Selamat!! Kami bangga padamu.” Jonghyun si pria tambun –julukan Taemin itu ikut muncul, tertawa lebar khas Bling-bling Jonghyun.

“Jadi kalian disini, Jonghyun hyung aku mencarimu dari tadi. Bagaimana dengan artismu. Acara sudah mau mulai tapi mereka belum muncul juga.” Omelan khas Kibum yang sejak dulu tak berubah membuat tawa kami menggelegar.

“YA!!” kenapa kalian malah tertawa.” Teriak Kibum tak terima.

“Appa. . “ suara lembut itu menghentikan tawa kami. Dari pintu rias muncullah satu sosok bergaun putih yang membuatnya terlihat begitu cantik. Tak berlebihan jika aku katakan Minji seperti bidadari yang baru turun dari kahyangan. Beruntunglah kau Kim Kibum Junior.

“Cantik..” kudengar gumaman keempat saengku.

“A. Appa. . ke-kenapa menatapku seperti itu. Apa aku terlihat jelek.” Cicitnya dengan gugup.

“Oh jangan bercanda Minji dear. . siapa yang berani mengatakan kau jelek. Your look so beautiful. Myungsoo so Lucky guys.” Justru Kibum yang menyahut ucapan Minji, karena kau masih terpana. Tak menyangka bahwa putriku, yang dulu kugendong dalan buaian. Kini telah menjelma menjadi wanita dewasa yang begitu mempesona diusianya yang beranjak 21 tahun.

“Apa itu benar Kibum Appa?” Minji masih tak percaya.

“Lee Minji. .” dengan segera kupeluk tubuh ramping putriku meski dengan hati-hati takut merusak dandanannya yang begitu luar biasa.

“Appa sangat menyayangimu.” Bisikku disertai haru.

“Nado. . appa.. terima kasih karena sudah menjadi appa yang luar biasa untuk Minji.” Balasnya, yang aku yakin air mata sudah menggenang disudut matanya.

“Husst. .  Uljima Dear. . dan kau Onew hyung pabbo, jangan memeluknya dengan erat. Kau bisa merusak dandanan menantuku.” Aku tahu siapa pelaku yang sudah menarik dengan paksa pelukanku.

“Kim Kibum. .” geramku dengan jengkel.

“Leader kita marah hyung. . aku tidak ikut-ikut.” Kasak-kusuk antara Minho, Taemin dan Jonghyun terdengar ditelingaku. Mengingatkan moment beberapa tahun lalu, setiap kali aku marah tak ada yang berani menatapku kecuali satu orang yang berdiri dengan angkuh dihadapanku. KIM KIBUM!!!

“Appa. . .” tarikan diujung tuxedoku membuatku melupakan kemurkaanku pada Kibum.

“Ne. . “ jawabku pada Minji. Mengusap kepalanya dengan lembut.

“Boleh aku meminta satu hal pada Appa, Jonghyun Ahjussi, Kibum Appa, Minho Ahjussi dan Taemin Ahjussi.” Tanya Minji sedikit takut.

“Apapun. . apapun pasti kami kabulkan. Apa yang kau inginkan dari kami semua.” Jonghyun mendekati Minji dan menatapnya dengan lembut.

“Minji ingin SHINee kembali bernyanyi dan menari. Aku ingin sekali melihat kalian berlima berdiri diatas panggung dan menghibur banyak orang.”

“What?”

“Jinja?”

“Jeongmal.”

“Apa kau serius dear?”

“Ah. . aku bahkan sudah lupa gerakan-gerakannya. Yang masih kuingat hanya Lucifer.” Gumam Minho pelan.

“Tentu saja. . kami akan bernyanyi dan menari untukmu.” Sambut Taemin begitu antsusias.

“Sepertinya menarik, SHINee kembali setelah Vakum lebih dari dua puluh tahun.” Jonghyun menatapku sedikit menggoda.

“Ah. . tidak! Kakiku kram.” Jeritku dengan ngeri.

***

Kini, tugasku telah selesai. Mengantarkan Minji  pada kebahagiaannya, Kim Myungsoo kutitipkan putriku padamu. kuharap kau bisa membahagiakan Minji, seseorang yang telah kujaga lebih dari dua puluh tahun. Lee Minji, tetaplah bahagia dan menjadi bintang dalam hatiku. Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku. Teruntuk putriku tersayang. .  Appa sangat mencintaimu. . Jeongmal.

Finn~

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tittle : Don’t Believe Me

Author : ViKeykyulov

Maincast : Lee Taemin, Park Hyunsoo, Choi Minho.

Support cast : SM artis (slight Key-Hyuna, Jonghyun-Hyora)

Genre : Romance, sad, little angst.

Rate : PG 17 (I Warned it)

Length : Sekuel.

Summary : jangan pernah mempercayai sesuatu dari tampilanya. Karena apa yang terlihat dari luar terkadang tak sama dengan isi di dalamnya.

 Gambar

  (lebih…)

(SHINee) Parody Iklan 1

Posted: Desember 13, 2013 in Uncategorized
Tag:,

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tittle : Parody iklan.

Author : ViKeykyulov

Cast : SHINee.

Genre : AU, Comedy, Parody.

Rate : G.

Length : Drabble

  (lebih…)

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tittle : Don’t Believe Me

Author : ViKeykyulov

Maincast : Lee Taemin, Park Hyunsoo, Choi Minho.

Support cast : SM artis (slight Key-Hyuna, Jonghyun-Hyora)

Genre : Romance, sad, little angst.

Rate : PG 17 (I Warned it)

Length : Sekuel.

Summary : jangan pernah mempercayai sesuatu dari tampilanya. Karena apa yang terlihat dari luar terkadang tak sama dengan isi di dalamnya.

 Image

  (lebih…)

Tittle : Don’t Believe Me

Author : ViKeykyulov

Maincast : Lee Taemin, Park Hyunsoo, Choi Minho.

Support cast : SM artis (slight Key-Hyuna, Jonghyun-Hyora)

Genre : Romance, sad, little angst.

Rate : PG 17 (I Warned it)

Length : Sekuel.

Summary : jangan pernah mempercayai sesuatu dari tampilanya. Karena apa yang terlihat dari luar terkadang tak sama dengan isi di dalamnya

Don't believe me

. (lebih…)

2Kim // Impas

Posted: Oktober 3, 2013 in Uncategorized
Tag:, ,

Title : Impas.

Author : Vikey

Cast : 2Kim Forever (Yang belum kenalan silahkan kenalan dulu.)

Support : SHINee, Infinite dan 91liners.

Genre : Romance gaje, abal, humor absurd.

Rate : PG

Type : Ficlet, 1900 words.

Gambar

  (lebih…)

2kim Moment (Pirang)

Posted: September 15, 2013 in Uncategorized
Tag:,

Tittle : Pirang

Author : ViKeykyulov

Maincast : 2Kim (Kim Hyuna – Kim Kibum).

Support cast : orang-orang yang terlibat dalam cerita

Genre : Humor absurd, romance.

Rate : G.

Length : Oneshoot

Summary :  “Tunggu… Hyuna tiba-tiba benci melihatmu berambut pirang.”

“Jangan-jangan, Hyuna hamil”

 Image

A/n : Fict ini adalah cerita lepas dari I Knew I Love You juga Never Ending. Bisa di baca dengan atau tanpa cerita sebelumnya. Jadi 2kim disini yang kakak-adik. Sedikit keterangan, jika aku tidak memasukkan genre AU (Alternative Universe) besar kemungkinan tuh FF berlatar Canon atau Head Canon. Happy reading!!!

  (lebih…)

2kim (Dari Reuni Turun Ke Hati)

Posted: September 15, 2013 in Uncategorized
Tag:, ,

Tittle : Dari Reuni Turun ke Hati

Author : ViKey…………

Maincast : 2Kim (Kim Kibum – Kim Hyuna).

Support cast : 91liners

Genre : AU, Humor absurd, romance.

Rate : G.

Length : Oneshot

Summary :

Bukannya dia masih berharap, tapi semenjak lulus sekolah hingga saat ini Key belum bisa melupakan satu nama yang pernah singgah di hatinya. Terlebih kabar bahwa “dia” sudah menjadi tunangan orang lain menambah was-was hatinya. Key hanya ingin memastikan sesuatu, hal yang sudah tertunda sejak lima tahun yang lalu.

Warning : Fict ini mengandung konten Happy Happy Ramadhan dan Idul Fitri. Selamat menikmati.

 Image

  (lebih…)

Title : Take Me Out : SHINee

Author : ViKeyKyuLov

Maincast : SHINee, Kim Hyuna, Kim Hyora, (bisa bertambah sesuai cerita.)

Support Cast : Shindong dan Min, juga lainnya yang muncul dicerita.

Genre : humor Absurd, Modifikasi Canon.

Rate : G

Summary : “Pria Single, tunjukkan Pesonamu.”

Foreword : Fict Gaje sebagai pemanasan setelah sekian lama Hiatus.

 

Take Me Out

  (lebih…)