Posts Tagged ‘hyuna’

SHINee fanfiction : 2Kim Moment (Kim Hyuna – Kim Kibum)

Title : Get Me Jealous

Maincast : Kim Hyuna, Kim Kibum.

Support Cast : Member SHINee and SM Artis other.

Genre : Romance,comedy,Family, Friendship.

Rate : PG 13

Summary : “Kau tidak cemburu, pacarmu itu idola Korea bahkan mungkin idola diseluruh dunia. Dengan wajah tampan dan kepribadian yang unik seperti Key, dia bisa mendapatkan gadis yang lebih cantik dan segalanya darimu Kim Hyuna”

Disclaimer : Hai, hai,, #lambai-lambai dari dalam dorm SHINee. Masih ingat dengan 2Kim Evil ini kan. Setelah IKILU (singkatannya gx enak banget,itu lohh FF abal-abal saya,) tamat, ada beberapa reader yg minta after story. Entahlah kalian mau menyebut ini cerita Aftor atau apapun. Tapi ini oneshoot tentang kehidupan NaKey setelah mereka resmi berpacaran. Bagi yang berkenan baca jangan envy ya,, warning!! Abis baca nih FF gx boleh ada yang jatuh cinta sama Key,,Key is mine!! #gx boleh protess titik!!hehe

NaKey Moment : Get Me Jealous.

Malam didorm SHINee terlihat sedikit lengang. Sepertinya semua penghuninya masih sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dari ruang tengah terdengar suara TV dan dentingan gelas, ternyata Minho tengah duduk didepan layar televisi sambil menikmati secangkir kopi hangat seorang diri.

“Blakk”Pintu depan terbuka, muncul sosok Key yang menenteng tas besar.

“Aku pulang,,”Teriaknya.

“Kibum,, kau baru pulang?”Minho melongokkan kepala dari dudukan sofa.

“Sepi sekali,, yang lain kemana Minho~ya??”Tanya Key begitu dia sudah melesakkan tubuhnya disamping Minho. Dia terlihat sangat lelah setelah menyelesaikan jadwal personalnya dibeberapa acara Reality show siang tadi.

“Onew hyung sedang latihan untuk drama musical terbarunya, Jonghyun hyung tadi keluar bersama Thunder hyung dan Mir,, kalau Taemin sepertinya langsung tidur setelah belajar dikamarnya tadi.”sahut Minho tanpa mengalihkan mata dari layar televise.

“Oh,, kau menanti pertandingan bola??”Key berniat meraih remote TV namun dicegah dengan sigap oleh tangan Minho.

“Malam ini tidak ada jadwal untuk acara drama atau kuliner,, ada big match Liga Champion setengah jam lagi.”Sahut Minho dengan tegas.

“Arasso,, siapa lawan siapa Minho~ya??”Key langsung maklum, dia sudah hafal tabiat teman seangkatanya ini, jika Minho sudah duduk dengan nyaman ditemani secangkir espresso, maka artinya namja jangkung itu tengah menantikan event pertandingan olahraga.

“MU lawan Bayern Munchen di Old trafford,, kau bisa temani aku Kibum~ah,, tak enak nonton bola sendirian. Sayang sekali Hyuna sudah di Inggris,, kalau saja dia disini, aku bisa mengungsi ke Apartementnya dan nonton bareng.”

“Aishh,, gadis itu, bahkan seminggu ini belum mengabariku.”mendengar nama Hyuna disebut,membuat Key teringat dengan kekesalannya karena sang kekasih sekaligus adik angkatnya itu yang kini menuntut ilmu di Oxford belum juga mengabarinya dalam seminggu ini, ditelpon HP nya juga jarang aktif.

Minho hanya diam tak menyahut, pikirannya sudah focus mendengarkan prediksi komentator sebelum pertandingan dimulai.

“Sepertinya akan ada duel seru,head to head antara masing masing gelandang serang Miroslave Klose dan Darren Fletcher.”Minho bergumam sendiri saat membaca formasi  dan data statistic dari MU dan Bayern Munchen.

“Aku mau mandi dulu,, kau sudah makan?”Key berdiri dan melangkah pergi saat melihat Minho hanya  megangguk tanpa bergeming dari layar kaca.

“Dasar,, maniak bola. Kau dan Hyuna setipe,, tak bisa diganggu kalau sudah menyaksikan pertandingan sepak bola.”Key berjalan kekamarnya sambil menggerutu.

***

“Sudah mulai,,”Setengah jam kemudian Key muncul dari pintu kamar dengan pakaian santai, sebuah kaos longgar bertuliskan I’m Sexy dan celana Training hitam selutut.

“Sudahh,, baru berjalan lima belas menit. Ya,, Park Jisung, terus,,bagus,,.”Minho menyahut dan langsung berteriak dengan semangat begitu dalam layar terlihat Park Jisung-satu-satunya pemain bola dari Korea yang berhasil masuk klub sebesar dan seelit MU-tengah menerima umpan lambung dari Wayne Roony. Dengan gerak lincah dan gesit, Park Jisung melakukan penetrasi ke garis pertahanan FC Hollywood-Julukan untuk Bayern Munchen- melalui sayap kanan.

“Ya,, terus,, aishh,,”Key ikut berteriak dengan tegang saat melihat Park Jisung bersiap melakukan tembakan kegawang lawan.

“Tembakk,, siall,, jebakan offsidenya bagus.”Minho gregetan sendiri, dilayar tampak wasit meniup pluit saat Park Jisung dan Darren Fletcher-penyerang sayap kanan MU-terjebak offside. Kemudian kamera berputar memperlihatkan seruan kecewa dari pendukung MU dari salah satu tribune yang penuh dengan warna merah menyala.

“Tunggu,, itu,,”Minho menajamkan matanya saat dia melihat wajah salah seorang pendukung MU-wajahnya ter-zoom dengan jelas- yang tengah duduk melambaikan banner  bertulis” I Love The Red Devil”. Dan satu tangannya memeluk bahu seseorang berambut pendek yang duduk disampingnya.

“Kim Hyuna!!”Key dan Minho berteriak mengucapkan satu nama bersamaan dan saling berpandangan dengan terkejut. Dengan segera, Key mendekati layar TV untuk memastikan matanya tidak salah lihat.

“Itu benar-benar Kim Hyuna,,”Key berucap tak percaya setelah kamera menyorot kelapangan hijau kembali.

Key langsung merogoh saku celananya dan mengambil BB hitam. Dengan gerak cepat dia menekan beberapa nomor dilayar BB touch screen miliknya.

“tut,, tutt,,”satu kali panggilan tak ada jawaban.

“tutt,, tutt,,”dua kali masih sama.

“tutt,, tutt, anda memasuki layanan mailbox, untuk meninggalkan pesan silahkan tekan_”belum selesai ucapan sang operator, Key sudah menekan tombol satu.

“Setelah mendengar pesanku, langsung telpon aku. Kau cari masalah denganku Kim Hyuna babo.”Key menekankan setiap kalimat yang diucapkan dilayanan mailbox dari telpon Hyuna.

“Jinja,, bahkan telfonku tak dihiraukan. Kim Hyuna, kau sukses membuatku cemburu dan berpikir negative padamu.”lagi-lagi Key mendesah dengan frustasi sambil mengacak-acak rambut coklat sedikit pirangnya.

“Halloo semua,, bling-bling Jjong namja paling tampan sedunia telah kembali dan berkumpul dengan dua temannya yang juga tampan walaupun kadar ketampannya masih dibawah levelnya.”tiba-tiba Jonghyun muncul sambil berseru girang.

“Yaa,, Kim Jonghyun,, kau berisik.”Minho menegur Jonghyun dengan cemberut, merasa terganggu dengan suara hyungnya yang super narsis.

“Jangan bilang aku berisik,, aku tak ingin menyaingi predikat Kim Hyuna yang menyandang gelar sigadis berisik itu.”Jonghyun melesakkan tubuhnya diantara Minho dan Key.

“Bisakah aku tidak mendengar nama Hyuna sekali lagi.”Key langsung bangkit dan berjalan kekamarnya dengan kesal.

“Kenapa dia?”Jonghyun menatap Minho dengan tatapan penasaran melihat room mate-nya uring-uringan begitu.

“He’s Jealous,, tadi tak sengaja wajah Hyuna tersorot dikamera. Sekarang gadis berisik itu tengah nonton pertandingan ini dengan live di old Trafford. Dan kau tahu hyung, Hyuna terlihat sedang memeluk seorang namja disampinya.”Minho menjawab pertanyaan Jonghyun dengan semangat.

“Mwo?? Hyuna sedang di Old Trafford sekarang??”Jonghyun berteriak dengan kaget.

“Berhenti meneriakkan nama yoeja babo itu,,”sebuah bantal melayang kearah Jonghyun disertai teriakan Key dari ambang pintu kamar.

“Hyung,, sepertinya kau harus siapkan mental.”Minho menepuk pundak Jonghyun merasa iba.

“Namja yang sedang dilanda cemburu dan kecurigaan itu menakutkan, Minho~ya, bisa tukar tempat tidur denganku.”Jonghyun menatap Minho dengan memelas.

“Absolutely no!!  aku tak mau tuli mendengar omelan dan rentetan nasehat dari Umma Key.”

***

“Kim Hyuna,, Noe Jinja,,”entah sudah keberapa kalinya Key mendesahkan kalimat yang sama dalam dua jam terakhir ini. berhari-hari setelah pertandingan MU vs Bayer Munchen itu, Key selalu uring-uringan. Dia menumpahkan kekesalanya dengan mengomeli member SHINee lainnya. Terlebih Jonghyun, namja narsis itu hanya bisa pasrah serta berdo’a semoga datang keajaiban dan  Hyuna segera muncul kembali setiap kali Key mencerewetinya.

“Key,, berhentilah merutuk!! kau membuat tidurku tidak nyaman.”Tegur Onew yang duduk disamping Key. Saat ini mereka sedang didalam Van menuju bandara inchoen untuk mengejar penerbangan ke Paris dalam rangka rangkaian SM Town world live in Paris.

“Ah,, hyung,, aku benar-benar sedang kesal pada Hyuna, awas saja kalau dia tidak muncul di Paris saat konser kita nanti.”

“Apa hyung sudah mencoba menghubungi noona,,”Taemin ikut menyahut dari belakang.

“Justru karena itu aku kesal, dia tidak mengangkat telponku. Bahkan tidak mengabariku.”Key kembali mendesah.

“Coba saja kirim email hyung, Chaeri bilang dia selalu berkirim email dengan Hyuna noona tiap hari.”

“Bagus, ucapanmu membuat rasa kesalku memuncak. Dia punya waktu untuk mengirim email pada Chaeri tapi tidak punya waktu untuk menghubungiku. Kim Hyuna,, kau benar-benar mencari masalah besar denganku.”Key mengerucutkan bibir dan melipat tangannya didada.

“Mungkin Hyuna sudah mempunyai kekasih baru yang lebih tampan darimu.”Jonghyun ikut menyeletuk dengan iseng. Sepertinya  Jonghyun berniat balas dendam dengan sengaja mengompori Key.

“Tidak mungkin hyung,, siapa  yang mau dengan gadis galak seperti dia.”Sanggah Key dengan cepat.

“Siapa yang mau? Tentu saja kau,, bahkan hanya karena Hyuna duduk bersama seorang namja distadion kemarin,kau langsung kesal dan cemburu begitu.”Minho membalik ucapan Key, yeah sang diva  tengah disserang oleh Bling-Bling Jjong dan Charisma Minho.

“Jangan meremehkan Key, Hyuna itu cantik dan berkepribadian menarik. Cukup mudah untuk dia mendapatkan kekasih di London sana.”giliran sang Leader dubu yang ikut memancing kekesalan dan rasa cemburu Key.

“Hyung,, dengarkan itu. kuakui biarpun Hyuna noona itu galak dan berisik, tapi dia cantik juga mengesankan.”bahkan Handy boy maknae ikut ambil suara.

“Teruskan, teruskan saja berkata Hyuna sudah memiliki kekasih baru,,cepat,, teruskan!!”Key menatap teman-temannya dengan pandangan tajam ala sang almighty, membuat OnJong2Min langsung mengalihkan pandangan dan pura-pura mencari kesibukan masing-masing. Yeah, lebih baik diam saja saat sang almighty murka.

***

“Jjong, kau mau kemana?”Onew menegur Jonghyun yang mengambil jalur berbeda bersama Hyukjae. Kini mereka sudah berada di Paris bersama artis-artis SM lainnnya.

“Ah,, hyung,, ijinkan pada manajer, aku pergi sebentar bersama Hyukkie hyung, ada sedikit urusan.”Jjong menitipkan bawaanya kepada seorang coordi yang kebetulan lewat didepannya.

“Memang kalian mau kemana sih??”Donghae ikut menegur.

“Menjalankan sebuah misi rahasia,,”Hyukjae berbisik ditelinga Donghae membuat member SUJU yang lain penasaran, bahkan Kyuhyun sudah merangsek untuk mencuri dengar.

“Mwo?? Aku ikut, ya,, ya,,”Donghae menarik lengan Hyukjae dengan girang.

“Fishy,, kalian tidak ingin mengajakku.”Kyuhyun memanggil hyungnya dengan “teramat sopan”.

“Tidak,, kau maknae kurang ajar. Sebaikanya kau urusi saja gebetanmu itu sana.”Donghae mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. Si Evil maknae hanya cemberut, dahinya berkerut memikirkan balasan apa yang akan dia lancarkan pada hyungnya yang satu itu.

***

London, England.

Hyuna sedang berkutat dengan laptop bercover daun maple yang menguning saat bel pintu apartemennya berbunyi. Entah, siapa yang kurang kerjaan membunyikan bel dengan berulang-ulang tanpa henti.

“yaa,, wait a minute,”Hyuna berniat mendamprat siperusuh saat dia membuka pintu. Hampir saja tubuhnya terhuyung kebelakang karena kaget. Dengan tiba-tiba muncul sebuket bunga mawar kuning didepan matanya.

“Greeb,,”sebuah tangan menutup matanya, dan dia merasa tubuhnya diseret dengan paksa oleh tiga orang.

“Ehm,, hmmp,,”Hyuna hanya bisa meronta dengan teriakan teredam, karena mulutnya dibekap dari belakang.

“Demi neptunus,, siapa sih yang dengan lancang berani menculikku seperti ini. dasar pengecut.”Hyuna hanya bisa memaki dalam hati. Kemudian dia merasa tangannya diikat,mulutnya disumpal dengan kain. Hyuna terus meronta, namun sia-sia belaka. Tenaganya kalah kuat dibanding sang pelaku.

“Kita sudah sampai, nona Hyuna.”tiba-tiba seseorang berbicaranya padanya, suara namja itu sengaja disengaukan untuk mengelabuhi Hyuna.

“Hmp,, hmpp,”hanya itu suara yang keluar dari bibir Hyuna.

“Aduh,, kau bicara apa sihh sayang.”ada suara lain yang menimpali.

“Turun,,”seseorang kembali menarik tubuhnya menyuruh Hyuna berjalan.

Hyuna mengerjapkan mata begitu kain yang menutup matanya dilepas. Seketika dia bisa melihat tiga sosok makhluk bertopeng tengah menatapnya. Tanpa rasa takut, gadis itu mengarahkan tatapanyya kepada tiga orang dihadapanya satu-persatu. Tiba-tiba, Hyuna melihat sebuah benda yang dipakai dari salah satu namja bertopeng itu. Hyuna tersenyum meremehkan dan bergerak dengan cepat kearah namja yang paling pendek diantara mereka.

“Dukk.”Hyuna memukul kaki namja itu hingga dia mengaduh,

“Aww,,,”terdengar pekikan dari namja itu.

“Sakitkah Kim Jonghyun~ssiii,,”Hyuna dapat mengenali sosok dibalik topeng ketiga namja itu.

“Ya,, Kim Jonnghyun, Lee hyukjae dan Lee Donghae,, cepat buka ikatannya. Atau kalian tidak akan kumaafkan.”Hyuna langsung mendekat kearah tiga namja bertopeng itu yang ternyata memang Jonghyun,Hyukjae dan Donghae.

“Siall,, misi kita gagal hyung.”Jonghyun melepas topengnya sambil mengurut kaki kirinya yang tadi ditendang Hyuna.

“Jadi,, jelaskan padaku, apa yang kalian rencanakan.”Hyuna menatap ketiga namja itu dengan padangan tajam.

“Igo,, sebenarnya ini ide Hyukkie hyung,,”Jonghyun melimpahkan kesalahan pada Hyukjae.

“Mwoo?aku?? anniyo, ini ide Donghae,,”gentian Hyukjae mengkambing hitamkan Donghae.

“Yaa,, aku hanya ikut-ikut saja.”teriak Donghae tak terima.

“Sudah, sudah, intinya maksud kalian bertiga itu apa pakai acara menculikku seperti ini.”Hyuna berusaha menengahi.

“Sebenarnya aku hanya ingin membawamu kehadapan Key, dan kalian berdua harus menyelesaikan masalah sampai tuntas. Aku tidak mau tahu, pokoknya kau dan Key harus baikan, titik.”Jonghyun menyahuti ucapan Hyuna dengan semangat berapi-api.

“Masalah? Memangnya masalah apa,, perasaan aku baik-baik saja dengannya. Tapi oppa, walaupun aku dan Key ada masalah lalu hubungnnya denganmu apa?”Hyuna menatap jonghyun dengan dahi berkerut.

“Karena,, saat Key uring-uringan kemarin aku yang kena getahnya. Mendengar omelan nyinyirnya setiap hari, huh kau pikir enak.”Jonghyun menampilkan wajah memelas.

“Oh,, poor Kim Jonghyun.”ejek EunHae bersamaan.

“Ya,, hyung,, kalian malah menertawaiku.”

“Ara,, ara,, aku ikut kalian. Dasar kurang kerjaan.”Hyuna menggumam sendiri sambil memungut mawar kuning yang tadi dilempar DOnghae.

“oh,, iya, itu titipan dari kekasih tersayang dan tercintamu,,kalau kau peka pasti kau tahu maksud dia Na~ya,,”Donghae menggamit lengan Hyuna dan berjalan beriringan melanjutkan perjalanan menuju paris secepatnya.

“Mawar kuning?”Hyuna tersenyum sendiri.

 

Paris, Perancis.

“Hallo semuanya,,”Hyuna masuk kedalam ruang latihan SM family dengan ceria. Terlihat masing-masing artis SM tengah serius berlatih untuk konser  SM Town Live world in Paris besok.

“Huaah,, tamu istimewa..”Heechul menyambut kedatangan Hyuna dengan senyum mengembang.

“Yeah,, sigadis berisik its coming.”Yunho memekik dengan senyum.

“Hai broo,, what ups broo,,”Tegur Amber seraya mengajak Hyuna berhigh five.

“91lines,, apa kabar?”Seohyun mengekor Amber untuk berhigh five juga diikuti Minho dan yang lain.

“Ahh,, akhirnya,, kesampain juga kalian konser di Eropa,,”Hyuna berseru dengan girang.

“Lama tak jumpa noona,,, boghosippoyo,,”Taemin langsung memeluk Hyuna dan melompat dengan girang. Tak lama kemudian Hyuna melepaskan pelukanya Taemin, lalu mengedarkan pandangannya mencari seseorang.

“Mencariku eh,,”tiba-tiba Key muncul dari ambang pintu belakang dengan wajah masam.

“Tidak, untuk apa mencarimu.”Hyuna mencibir dengan nada malas.

“Oh,, baiklah,”Key langsung melengos pergi dengan sejuta gerutuan yang tak lain dan tak bukan ditujukan kepada Hyuna.

“Aigoo,, kalian ini. sudah jadi sepasang kekasih tapi masih begitu saja, mana moment melepas rindu dengan harunya.”Donghae menyahuti begitu menyaksikan dua anak manusia bergelar pasangan evil itu saling bersikap dingin.

“Oppa, jangan mengucapkan hal yang berbau melodrama begitu padaku.”Hyuna mengerucutkan bibir dengan sebal. Bukan pada Donghae sebenarnya, dia kesal dengan tingkah Key yang tiba-tiba dingin padanya.

Hyuna hanya berusaha bersikap biasa, karena jujur saja dia merasa canggung saat ini. meskipun Hyuna sudah terbiasa berdekatan dengan Key, tapi perubahan status dari saudara menjadi kekasih mau tidak mau membuat Hyuna merasa aneh.

“Dasar yoeja tidak peka,,”ujar Jonghyun dengan maksud menyindir.

***

“Hyuna,, coba lihat kameranya,”Kyuhyun meraih kamera yang tengah dipegang Hyuna.

“Wah,, ini siapa Hyuna~ya?”namja barumu?”Kyuhyun sengaja mengeraskan suaranya saat melihat foto-foto Hyuna. Seketika semua orang mengalihkan perhatian pada maknae SUJU itu,terutama Key.

“Namja baru Hyuna,, coba lihat-lihat.”Yesung dan Jonghyun langsung merangsek disamping Kyuhyun dengan semangat. Sepertinya semua orang sepakat membuat Key semakin cemburu.

“Minho~ya,, apa orang ini yang kemarin kau lihat saat pertandingan MU waktu itu.”Jonghyun menarik tubuh Minho dan menunjukkan gambar itu padanya.

“Coba lihat hyung,, ah iya ini,, benar ini.”Minho mengangguk-angguk sendiri, kemudian beralih menatap Hyuna dan Key bergantian.

“Kau bilang apa Minho~ya,,”Hyuna berjalan mendekat kearah mereka dengan wajah penasaran.

“Lho?? Memangnya Key belum cerita. Waktu kau menonton pertandingan MU Vs FC Hollywood, tanpa sengaja wajahmu tersorot kamera.”

“Jinja,, wajahku masuk kamera. Eh tapi yang bersamaku waktu itu seorang yoeja bukan namja oppa.”Hyuna memekik dengan terkejut.

“Hah,, alibi.”Jonghyun masih berusaha memanas-manasi Key.

“Benar oppa, dia seorang yoeja.”Hyuna tak mau kalah.

“Mencoba mencari alasan kah dongsaeng evilku.”Kyuhyun mendukung rencana jahil Jonghyun.

“Yaa,, kalian tak merasa ruangan disini jadi sedikit dingin. Auranya jadi berbeda.”Onew mengelus tengkuknya sembari menatap Key yang berdiri dipojokan.

“Taemin,, ayo kita menyelamatkan diri sebelum terjadi hal yang tidak-tidak,, Palliwa,,”Onew menarik tangan Taemin menjauhi Key dan Hyuna.

“Molladeo Onew sangtae,,”Koor Hyuna dan Jonghyun, diikuti Kyuhyun bersamaan.

“Hyuna, kau tak melihat sang saudara Evilmu itu sedang menatap wajahmu seolah ingin menerkam dan merobek-robek tubuhmu.”Onew berbisik dengan pelan ditelinga Hyuna.

“Ya,, oppa,, berhentilah ber-Onew condition.”protes Hyuna.

“Aniyo,, aku tidak bersangtae, itu memang kenyataan. Kau tidak kalau selama sebulan ini Key terus uring-uringan padamu, sepertinya dia terlalu merindukanmu dan juga_”

“Pletakk,”sebuah pulpen melayang dikepala Onew memotong ucapannya.

“Ya,, diamlah hyung,,”Key menatap Onew dengan tajam,ditangannya tergenggam buku diary kesayangannya.

“Sebaiknya kita bicara diluar,,”dengan segera Onew meraih tangan Hyuna keluar  menuju sebuah ruangan lain dan menguncinya dari dalam.

“Ada apa sih oppa,,”Hyuna memandangi Onew dengan bingung.

“Kau tidak pernah cemburu, pacarmu itu idola Korea bahkan mungkin idola diseluruh dunia. Dengan wajah tampan dan kepribadian yang unik seperti Key, dia bisa mendapatkan gadis yang lebih cantik dan segalanya darimu Kim Hyuna”

“Maksud oppa?”Hyuna semakin bingung dengan pembicaraan Onew.

“Maksudku,, jangan acuhkan Key. Dia tersiksa memikirkan dirimu selama ini. kau tidak pernah memberi kabar, tidak pernah mengangkat telponnya. Jangan samakan dengan saat kau masih di Korea.”

“Itu sebenarnya, HP-ku rusak. Dan jadwal kuliahku sangat padat oppa.”Hyuna berusaha membela diri.

“Tapi setidaknya beri kabar pada Key, selama ini dia terus memikirkanmu. Mungkin belum berdampak pasti, tapi lama-lama kami yang serumah dengannya tidak tahan juga melihatnya terus-terusan uring-uringan,menggerutu dan tidak bersemangat. Kasihan Jonghyun yang sekamarnya dengan Key.”Onew menatap Hyuna dengan lembut.

“Jadi iintinya, beri Key sedikit perhatian. Meskipun kalian jauh seperti ini, paling tidak luangkan waktu untuknya. Jangan sampai Key merasa kau sudah melupakanya, karena biasanya itu yang membuat sebuah hubungan long distance berakhir. Aku tidak ingin sampai Key berpaling darimu,karena banyak yoeja diluar sana yang begitu memuja kekasihmu itu. ingat Hyuna, Key itu seorang idola.”Onew mengakhiri nasehat panjangnya, dia menepuk bahu Hyuna sekilas sebelum beranjak keluar ruangan.

***

Kim Hyuna POV

Aku masih duduk terpekur ditaman depan hotel tempat artis-artis SM menginap sebelum mereke tampil besok. Rasanya seperti ada sebuah palu besar yang memukul kepalaku, dan menyadarkanku selama ini. kubuka laptopku dan mulai googling tentang Key dan lockets.

“I hope can meet with you, Key oppa, sarangeyo.”

“Oppa, Miss you so much.”

“Your so oxygen for me Key oppa.”

“Everything about you make me crazy!”

“I will marry you, Kim Kibum.”

“Key, you’re a so miracle.”

Tubuhku tercekat saat membaca postingan-postingan dari fans Key maupun SHINee, mereka begitu memuja dan mencintai Key. Entahlah, yang kurasakan ini sebuah rasa cemburu atau haru. Perutku bergejolak dengan hebat. Rasa kagum, rasa cinta dan kasih sayang yang Key terima dari fans sangatlah besar.

Harusnya aku merasa bersyukur karena Key memilihku dari sekian banyak yoeja didunia ini. benar kata Onew oppa, Key bisa saja menemukan yoeja yang lebih baik dan lebih segalanya dariku. Dia bisa saja berpaling dariku suatu saat nanti jika aku tidak menjaga dan memupuk perasaan kami. Tiba-tiba mataku memanas menyadari kebodohanku yang menyepelekan perasaan kami berdua.

“Sedang apa kau?”tiba-tiba terdengar suara seseorang disampingku. Aku mendongakkan wajah dan melihat Key didepanku. Buru-buru kuhapus air mata yang sedikit mengenang dipelupuk mataku, aku tak ingin menjadi bahan ejekannya karena menangisi hal sepele.

“Ya,, sampai kapan kau akan mengacuhkanku seperti ini.”Key langsung menarik tanganku dan memaksa tubuhku berdiri. Tanpa jeda, dia langsung memeluk tubuhku dengan erat dalam dekapannya.

“Tidak merasakah kau betapa aku merindukanmu selama ini. Tidakkah kau merasa aku mencemaskanmu setiap hari. Berjauhan denganmu benar-benar membuatku gelisah Hyuna~ya. Kau benar-benar nappeun yoeja, tak pernah mengangkat telponku, tak pernah memberiku kabar bahkan tak pernah menunjukkan perasaanmu padaku.”Aku merasa Key membenamkan wajahnya dirambutku seraya menghirup aroma tubuhku dengan berat.

Lidahku kelu, tak bisa berucap apa-apa. Aku tersanjung mendengar pengakuannya, mendengar  berkata betapa Key merindukanku.

“Please, say something to me, Kim Hyuna.”Key melepaskan rangkulannya dan menatap mataku dengan lembut.

“I Miss you so much.”gumamku dengan lirih. Cepat-cepat aku membenamkan wajahku didadanya untuk menyembunyikan wajahku yang aku yakin sudah semerah kepiting rebus.

“Jangan dilepas,, aku ingin seperti ini sebentar lagi.”aku menolak saat Key berusaha melepaskan pelukannya lagi, mendengar permintaanku, kedua tangan Key mengeratkan dekapannya dipinggangku. Rasanya begitu damai dan nyaman merasakan kehangatan dari orang yang begitu kucintai. Mendengar deru nafasnya, juga irama detak jantung Key yang berada tepat dipipiku. Beberapa waktu berlalu, bahkan aku tak peduli, serasa dunia ini hanya ada aku dan dia.

“Sarange my Lovely brother, Kim Kibum.”ujarku serasa melepaskan diri dari dekapan tangan Key. Kulihat dia tersenyum memandangku.

“Hyuna~ya,, kau tahu betapa sangat berharganya bagiku satu kalimat yang kau ucapkan barusan.”Senyumnya semakin lebar, membuat matanya tinggal segaris.

“Mianhe sayang,, aku tak bermaksud mengacuhkanmu selama ini.”kini kami duduk dikursi berdampingan. Key menyandarkan kepalanya dibahuku dengan begitu nyaman.

“Kumaafkan kali ini, kuanggap pengakuan mu tadi sebagai bayaran atas kesalahanmu selama ini.”Key memainkan jemariku dan menggemnya dengan lembut.

“Sebagai bentuk permintaan maafku, bagaimana kalau besok kutemani kau menjelajahi kota paris. Taemin bilang kalian baru kembali ke Korea lusa.”

“Wahh,, ide yang menarik. Aku ingin sekali mengelilingi kota paris. Baik, besok kita kencan, untuk satu hari besok kau harus menurui semua ucapanku, deal!”Key menatapkau dengan wajah berbinar. Rasanya aku tak tega untuk menolak permintaanya.

“As your wish,, My Dearest.”jawabku mengangguk.

“Kau terlihat kurus Ki,,”tegurku saat mengamati sosoknya disisiku.

“Entahlah, jadwal di Jepang benar-benar padat. Dan juga gara-gara kau tak pernah memberiku kabar, nafsu makanku jadi berkurang.”Key mengerucutkan bibirnya dengan sengaja.

“Ah,, Mianhe, HP-ku rusak.”sanggahku.

“Kim Hyuna babo,, ini abad millenium, tahun 2011. Memangnya tidak ada alat komunikasi lain apa, dan memangnya berapa sih harga sebuah Handphone. Apa kau semiskin itu,,”Key memukul kepalaku semakin kesal.

“Iya,, ya,, sorry,,”balasku dengan pelan. Sekarang gentian aku yang menyenderkan kepala dibahunya, terasa nyaman.

“Hmm,, Hyuna~ya,, yang bersamamu di stadion itu benar seorang yoeja kan?”Tanya Key padaku dengan tiba-tiba.

End Of Hyuna POV

“Hmm,, Hyuna~ya,, yang bersamamu di stadion itu benar seorang yoeja kan?”Key masih penasaran dengan siapa Hyuna di Old Traffprd waktu itu.

“Ohh, jadi kau masih tidak percaya Tuan Kim, dia memang berpotongan seperti namja. Dan ketomboinya melebihiku, bahkan mungkin setara dengan Amber.”Jelas Hyuna.

“Tunggu, umur panjang ternyata yoeja itu.”Hyuna melirik layar Laptopnya. Ada sebuah permintaan webcam dari salah satu akun jejaring social miliknya.

“Yaa,, Kim Hyuna,, where are you? Leave the house without massage. I’m panic you know?”terdengar teriakan nyaring dari lapotop Hyuna, membuat Key penasaran.

“Calm down,, I’m in Paris now. Don’t worry girls.”Jawab Hyuna dengan senyum tertahan.

“Whoahh,, Paris, why don’t invite me?”

“”sorry say, something wrong with my boy. Are you still want to know who is my boy right?”Hyuna mengerling jahil kearah Key.

“yess,, tell me,, Quickly.”

“Yea,, this si my Lovely Boy. Kim Kibum, and Kibum this is my Lovely Friend from Indonesia, Diandra.”Hyuna mengarahkan kamera kewajah Key, yang langsung memasang wajah senyum ramah.

“Don’t tell me he is Key SHINee,, OMG,, I don’t believe it.”tiba-tiba gadis yang dipanggil Diandra itu berteriak histeris. Ternyata teman Hyuna itu seorang Kpopers juga especially Shawol, ah, betapa dunia begitu sempit.

“Are you shawol?”Key menatap Diandra dan Hyuna bergantian.

“Yess, absolutely yess, I Like JongKey very much, they are crazy I Think.”

“Mwoo? Are you Joking, I’m not crazy you Know. But, Jonghyun hyung may be yess.”Key berdecak tak terima.

“Kim Hyuna, you must be explain about it. Whoah,, your so badly hiding this fact from me.”Diandra ganti memarahi HYuna.

“I’m just afraid with his fans, this my own secret.”Hyuna menjawab dengan tenang.

“Oh,, ok I’m understain. So, his this boy. Your desire not bad,exactly.”Diandra tersenyum kecil.

“yaish,, are you kidding. Hyuna is good taste, he’s choice me to be her boyfriend right?”

“Ara, ara,, I knew it. But, she just love you very much Key~ssi,, your lucky guy have a Hyuna to be your girl. Chukkae,,”

“Shut up girl,,”Hyuna mendelik marah kearah Diandra, terlebih saat melihat ekspresi puas diwajah Key.

“Yeahh,, tell me about Hyuna, I Promise if I meet you, I can take picture with you.”Key semakin bersemangat melihat Hyuna salah tingkah.

“Every night, she must looking in the Sky. As a collect the star,I’m mean she’s miss you so much.”Diandra membuka rahasia Hyuna satu persatu pada Key.

“Thanks Diandra~ssi, Now, I’am free a worry. Hear that Hyuna have a same feel with me. Thanks a lot for you. And thanks again that you guardian my girls as long as in London.”Key membungkukkan badan sekilas sebelum mengakhiri chat dengan Diandra. Sedang Hyuna hanya duduk diam dengan wajah ditekuk. Terbuka sudah semua rahasianya selama ini.

“So,,jadi, selama ini kau sangat dan tearamat merindukanku right? Kau ini gengsian sekali, pura-pura mengacuhkanku. Dasar Kim Hyuna babo.”Key menyentil dahi  Hyuna dengan pelan.

“Ya,, berhentilah mengatakan hal-hal yang membuatku sakit perut.”Hyuna balas menjitak kepala Key dengan keras.

“Kim hyuna sangat mencintai Kim kibum, Kim Hyuna tidak bisa hidup tanpa Kim Kibum. Kim Hyuna selalu cemburu dengan banyaknya fans yang mengelilingi Kim Kibum,, Kim Hyuna,,hmpp,hmmp.”Hyuna menyumpal mulut Key dengan tangannnya begitu mendengar Key mengucapkan kata-kata yang membuat wajahnya semakin memerah.

“Berisik,,”protes Hyuna dengan wajah cemberut.

Key melepas bekapan tangan Hyuna, dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya kearah Hyuna. Matanya terlihat begitu intens dan lembut saat mereka bertemu dalam satu jarak pandang yang sangat dekat. Tangan kanan meraih pipi Hyuna dan mengusapnya dengan lembut.

“Seperti itu juga denganku, aku tak bisa hidup tanpamu. Kim Hyuna, sarange,,”Key berbisik di telinga Hyuna. Seraya semakin mendekatkan wajah, hidung mereka bersentuhan dan mata keduanya perlahan terpejam. Hanya butuh sekejap untuk saling menempelkan bibir,,tetapi,,

“gubrakk,,dukk,duk,”tedengar suara sesuatu yang jatuh berurutan.

“Hyung, jangan mendorongku,,”

“Anniyo,, bukan aku,, Donghae tuh,,”

“Kyuhyun,, yang dorong.”

“Sudahlah,, nanti ketahuann,,”

Seketika Hyuna dan Key saling menjauh dan membuka mata, dilihatnya Jonghyun,Onew,Minho,Hyukjae,Donghae,Kyuhyun dan Heechul tengah beradu debat dari balik tembok tak jauh dari mereka. Ditangan Jonghyun terlihat sebuah Handycam dalam keadaan ready.

“kalian sudah ketahuan.”balas Key sambil berkacak pinggang.

“Yaa,, kalian sedang apa?”Hyuna berteriak dengan sebal,begitu tahu ada spy yang mengintai mereka.

“Tuh,, kita jadi ketahuan kan hyung,,”Minho mendesah dengan pelan.

“Kami, kami tidak sedang apa-apa, hanya sedikit jalan-jalan dan menghirup udara segar.”Onew berusaha menyanggah.

“Sudahlah Jinki~ya,, bilang saja kita memang sedang mengintip mereka.”Kyuhyun menyahut tanpa rasa berasalah ataupun takut. Untuk apa merasa takut, toh mereka bertiga sama-sama Evil.

“Senang rasanya melihat duo evil tengah bermesraan.”sambung Donghae dengan wajah menggoda.

“Good job dongsaeng,, aku jadi iri pad kalian.”Heechul ikut bersuara.

“Waahh,, padahal moment favoritku itu,, kissing scene. Kenapa di cut, Ayo lanjutkan,”ucapan hyukjae mendapat plototan dari Hyuna dan Key.

“Eitss,, kalian tidak boleh marah,, aku punya videonya,, kalau kalian berani macam-mcam padaku,, akan kuperlihatkan rekaman ini pada artis-artis SM lainnya, betapa romantisnya sepasang evil tengah memadu kasih.”Jonghyun menggerakkan telunjukknya didepan wajah Key saat namja itu berniat menjitak kepalanya.

“Yaa,, Kim Jonghyunnnn,,,,”Teriak Hyuna dan Key bersamaan saat Jonghyun berlari menjauh untuk menyelamatkan diri. Sedang Onew,Minho,Hyukjae,Donghae,Kyuhyun dan Heechul hanya tertawa terbahak-bahak melihat Kim-line saling berkejaran.

***

Kim Hyuna POV

Pagi ini suasana Kota Paris begitu sejuk, meski terasa sedikit dingin. Moment yang tepat untuk menghabiskan waktu menjelajah kota paling romantic didunia. Tak ayal, pemikiran bahwa hari ini aku akan menjalani kencan pertama dengan “kakakku” membuat pipiku menghangat tanpa bisa dicegah. Setelah selesai sarapan, aku menunggu Key di Lobby hotel.

Aku kembali teringat konser kemarin,  benar-benar konser spektakuler,tak menyangka hallyu wave sudah merambah Eropa. SM Family benar-benar Daebak. SHINee,Super Junior,SNSD,TVXQ,F(x),Kangta,CJSH,BoA,dan lainnnya telah menjelma menjadi idola dunia. Key, setidaknya aku bisa melihatmu bahagia dengan pilihan hidupmu sekarang.

“Hyuna,, palli,,”tiba-tiba Key muncul sambil berlari. Dan langsung menarik tanganku supaya ikut berlari.

“Ada apa Ki,, kenapa kita harus berlari seperti ini.”protesku,tapi tetap mengikuti langkahnya.

“Kita harus menghindar dari dino siperusuh dan leader ayam. Sepertinya mereka berencana menganggu kencan kita kali ini.”Key menahan tubuhku dan bersembunyi dibalik pilar. Dari sini aku bisa melihat Jonghyun oppa,Minho,dan beberapa orang lagi tengah berdiri mengedarkan pandangannya.

“Jonghyun oppa? Kurang kerjaan sekali sih dia,,”gerutuku dengan kesal mengingat ulah dia yang merekam adegan “sedikit” romantisku bersama Key kemarin.

“Mereka iri denganku,, karena hanya aku yang bisa melakukan kencan terselubung denganmu,, salah sendiri tidak mengajak pasangan masing-masing,,kajja, kita biarkan saja mereka,,”lalu aku mengikuti Key berjalan mengendap menuju pintu keluar.

“Hyungdeul,, itu mereka berdua,,”terdengar teriakan Taemin saat melihat kami keluar dari gerbang hotel. Serempak, Jonghyun oppa,Minho,Onew oppa dan beberapa member SJ menoleh kearah kami.

“Selamat tinggal,, selamat bersenang-senang,,”teriakku setelah cukup jauh dari pandangan mereka dan menghilang ditikungan. Aku dan Key terus berlari sambil tertawa-tawa mendengar teriakan teriakan mereka.

“Semoga mereka tak menggangu kencan kita kali ini.”Akhirnya kami berjalan normal sambil bergandengan tangan.

Hari ini Key terlihat tampan, dengan berbalut sweater putih, kacamata hitam dan topi hitam menutup rambut pirangnya. Kami berjalan menyusuri Champ Elysees street au de Franch, jalan paling indah dikota ini dengan deretan bangunan-bangunan tua beraksitektur abad ke-19. Mata Key langsung membulat dengan takjub melihat jajaran kios dan butik-butik ternama dihadapan kami. Yeah,, aku tahu apa yang ada dipikiranya. Time to Shopping.

“Hyuna~ya,, ayo kita masuk,,”dengan semangat Key menarik tanganku menuju pintu masuk Louis Vaittor (LV), sebuah butik terkenal.

“Shopping again eh,,”ujarku malas.

“Yeah,, lets pleasure in paradise,,”sahutnya dengan senyum terkembang. Yeah,, surga bagimu Key, tapi lebih terasa neraka untukku.

~

Aku keluar dai kamar pass dengan baju yang dipilihkan Key tadi. Sebuah gaun berwarna peach lembut sepanjang lutut dan topi lebar ala nona Belanda. Kulihat Key menggeleng tanda tak setuju, kukerucutkan bibirku sebagai bentuk protes. Dia hanya tersenyum mengejek sambil meminum orange jus-nya dengan santainya.

“Ganti,, ganti,”Key melambaikan tangan pada waitress yang berdiri disampingku. Dengan sigap, kedua pelayan itu menuntunku kembali ke kamar pass tentu dengan gaun yang berbeda lagi.

Oke ini sudah keterlaluan, sepertinya Key sengaja balas dendam atas kekesalannya kemarin-kemarin. Mengajakku Masuk ke butik seperti ini saja sudah membuatku mati kebosanan, apa lagi harus mencoba beberapa gaun dengan corak yang sangat feminism, memakai high heels sepuluh centi dan bergaya seperti model diatas catwalk. Umma, bunuh saja aku!!.

Untuk kesekian kalinya aku kembali keluar dari kamar pass,kali ini dengan gaun tanpa lengan berwarna maroon yang memperlihatkan pundak terbukaku, dengan ujung mengembang sedikit diatas lutut. Tak lupa padanan heels warna senada yang membuat langkahku sedikit terhuyung. Jika bukan karena janjiku akan menuruti semua permintaan Key hari ini, takkan sudi aku berpenampilan seperti ini.

Kuperhatikan wajah Key, wajahnya menampakkan ekspresi yang sulit dijelaskan. Antara tidak percaya,kagum dan entahlah apalagi. Matanya membulat dan terus menatapku tanpa kedip.

“Jangan katakan kalau kau kagum dengan penampilanku saat ini, tuan Kim yang seba bisa.”ucapku dengan sedikit sewot.

“A, aniyo,, aku tidak suka dengan penampilanmu yang ini.”Key berjalan mendekatiku dengan langkah pelan.

“Tapi kuakui, kau cukup cantik sayang,,”kali ini Key tersenyum tulus.

“Yahh,, jangan menatapku dengan tatapan seperti itu,,kau terlihat seperti ahjussi-ahjussi mesum.”jengah juga melihat tatapan Key yang begitu lekat saat memperhatikan penampilanku dari atas kebawah.

“Jangan pernah berpakaian seperti ini saat bersama namja lain,,”Key menarik tanganku dan memutar tubuhku dengan perlahan, tapi sayang heels ini membuat keseimbangan tubuhku goyah dan jatuh dalam pelukan Key.

“Waeyo?”tanyaku tak mengerti,,sambil berusaha melepaskan diri.

“Kau perhatikan dirimu,, terlihat seksi dan sedikit menggoda you know,,”aku bergidik merasakan hembusan nafas Key ditengkukku saat dia berbisik.

“Ya,, salah siapa,, kau sendiri kan yang memilihkan gaun ini,, huh, lebih baik aku cepat-cepat berganti pakaian.”kulangkahkan kakiku menuju kamar pass, tapi tiba-tiba,,

“Grebb”

“Klik,, klik,”

Key menarik tubuhku kedalam pelukannya, kemudian menempelkan bibirnya didipipiku. Tanpa sempat protes, Key sudah mengambil selca kami dengan kamera kesayangannya.

“Cepat ganti baju sana,,”Key menyeriangai puas dan mendorong tubuhku menjauh, dasar! Mau foto tidak bilang-bilang. Pencuri! Gerutuku.

Akhirnya penderitaanku berakhir,, setelah puas membuatku kesal, Key mengajakku keluar dari butik dengan kantong-kantong karton bertumpuk dilengannya. Bahkan aku tidak sanggup melirik tagihan kartu kredit yang dia tanda tangani tadi. Pemborosan, menurutku.

“Mau kemana kita?”Tanya Key begitu kami sudah berjalan lumayan jauh. Tiba-tiba ada seseutu yang menarik perhatianku.

“Bunga Tulip putih?”Tanya Key tak percaya begitu kami berhenti didepan kios bunga. Ditanganku tergenggam sebuket bunga Tulip, dan ku berikan padanya.

“Anak muda, terimalah permintaan maaf dari kekasihmu. Dia dengan tulus meminta maaf dan menyatakan kesetiaanya padamu.”Ibu penjual bunga menjawab kebingungan Key akan sikapku.

“Eh,, benarkah?”Ujarnya terperanjat.

“Ki,, setiap bunga itu memiliki makna. Dia bisa menjabarkan maksud sipemberi melalui jenis bunga itu sendiri.”sahutku dengan nada malas.

“Jadi kau tidak tahu maksudnya saat kemarin memberiku mawar kuning?”lanjutku lagi.

“Tidak,, aku tidak tahu apa-apa, aku hanya menuruti nasehat Donghae hyung itu saja.”

“Mawar kuning, jika diberikan dalam setangkai, itu artinya ajakan persahabatan. Tapi jika diberikan lebih dari 5 tangkai, menandakan sang pemberi tengah dilanda curiga dan cemburu berat.”lagi-lagi ibu penjual bunga itu menimpali.

“Ohh,, begitu.”sepertinya Key sangat tertarik dengan obrolan ini. Kemudian kulihat dia meraih beberapa tangkai bunga Daisy dan mencium kelopaknya dengan lembut. Jangan bilang dia mau memberiku bunga itu.

“Pilihanmu sangat tepat nak,bunga Daisy putih melambangkan kemurnian,kesetiaan,kelembutan serta kesucian cinta sejati.”mendengar penjelasan ibu penjual bunga itu, Key langsung tersenyum dan menyodorkan sebuket bunga Daisy kearahku. Seketika pipiku menghangat saat menatap pancaran matanya. Oh my,, betapa ini terlihat konyol.

“Kau dengar itu sayang,, kesetiaan dan kemurinia cinta sejati, seperti cintaku padamu.”tubuhku gemetar, aku tak menyangka “kakakku” ini ternyata bebakat menjadi seorang cassanova, mungkin karena terlalu jauh bergaul dengan Jonghyun oppa.

Sejujurnya aku tak pernah suka mendengar seorang namja mengucapkan hal-hal romantic padaku, tapi rasanya ada pengecualian kali ini. tak bisa kupungkiri, hatiku bergolak serasa ada ribuan sayap kupu-kupu bergerak diperutku merasakan ketulusan Key padaku.

“Ki,,”aku memeluk tubuhnya dengan haru.

“Aishiteru~yo, Je t’aime,I Love you my dear.”Gumam Key disela pelukannya.

“Sarange,,”balasku dalam pelukannya.

“Meskipun jalannya tidak mudah nantinya, percayalah kalian ada pasangan cinta sejati. Kedepannya akan ada batu penghalang yang merintangi kalian, asal kalian tetap berpegang pada kesetiaan dan percaya dengan perasaan masing-masing. Kebahagiaan akan menghampiri kalian selamanya.”

Entah aku tidak tahu maksud perkataan sipenjual bunga tadi, yang kurasakan adalah kebahagiaan dan kedamaian berada dalam dekapan Key. Yah,, kecemburuan kami adalah hal yang wajar, karena berkat cemburu kami bisa menyampaikan betapa besar kami saling mencintai. Mungkin jalannya memang tak akan mulus, tapi aku pecaya pada perasaan kami.

Kami melanjutkan perjalanan menysuri kota paris dengan tangan Key tak pernah lepas dari pinggangku. Kami Mampir ke museum Louvre yang terkenal dengan monalisanya gara-gara film The Davinci code,mengunjungi gereja franch gothic Notredam dan berakhir di menara Eiffel saat petang sudah menjelang.

Gemerlap lampu kota yang meghias, tampak seperti sebuah simfoni alam yang menjadi background the big lady, menara Eiffel. Disaksikan menara paling tinggi itu, tangan kami saling bertaut dalam ikrar cinta yang suci. Eiffel, I’m ini Love. Kim Kibum sarange. Yeah, kota paris menjadi kenangan paling indah dalam hidupku, kenangan bahwa aku mempunyai seseorang yang begitu berharga dalam hidupku.

Finn~

(lebih…)