SHINee FF // OS // Lee Jinki Stories Bag. 1 (end)

Posted: Desember 30, 2013 in Uncategorized
Tag:, ,

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Gambar

 

Tittle : Lee Jinki story

Author : ViKeykyulov

Maincast : Onew a.ka Lee Jinki.

Support cast : Jonghyun.

Genre : AU, Comedy, Parody.

Rate : G.

Length : Oneshot

Summary : Langit terlihat gelap, bukit berbunga nan indah seperti di taman surga ini terasa hampa bagi seorang Lee Jinki. Hatinya mendadak galau tingkat dewa mendengar ucapan Dr. Jonghyun. Rasanya seperti di vonis menderita kanker stadium akhir yang tidak bisa disembuhkan lagi.

Disclaimer : Oh iya, ini FF original storynya bukan milik aku. Adakah yang asli daerah cilacap? Jawa tengah? Pasti tahu acara ‘Curanmor’ kan? Yups… itu adalah parody komedi di radio Yes FM. Kenapa di remake, karena aku pengen berbagi kekonyolan sama kalian. Ketimbang ngakak sendiri mending ngakak bareng-bareng dengan cast SHINee terutama uri leader Onew. Hehehe

Happy Reading ya!!!! Tinggalkan komentar kalian dibawah ne jika berminat. Thanks buat admin. Bbyong!

 

Story one’s : Swimming Chiken.

Pagi itu, suara kokok ayam terdengar sangat riuh. Bahkan sampai terdengar hingga radius 3 kilometer. Beberapa ekor ayam terlihat berhamburan tak tentu arah. Sesekali berlari mengitari halaman belakang yan cukup luas milik keluarga Lee. Keliatan anak pemilik rumah yang lagi duduk menopang dagu dengan lesu. Ngeliatain puluhan ekor ayam yang mendadak gila melihat tuannya tak seceria biasanya. Jika saja ayam-ayam itu dapat berbicara, mungkin mereka sudah berteriak minta penjelasan sedari tadi. Kenapa jatah sarapan pagi bergizi mereka belum juga turun. Jika saja mereka bisa, di rumah keluarga Lee mungkin sudah jadi arena demo dadakan para ayam buat menuntut keadilan. Kan bukan Cuma buruh saja yang bisa demo. Demo juga termasuk HAPA –Hak Asasi Para Ayam.

Yah, sudah tiga hari ini tuan muda Lee yang tampannya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dari ujung timur sampai ujung barat itu sedang merindukan kasih sayang dari author -maksudnya meriang alias panas dan demam tinggi. Jadi, mungkin rutinitas memberikan pakan ayam-ayam kecintaanya agak keganggu.

 Tuan muda bernama Lee Jinki dengan nama latin Onew ini adalah penganggum beratnya SFC (Seoul Fried chiken) terlebih bagian Dada dan Pahanya yang menggoda.

Yah, Si Onew ini penyuka sesama ayam (*?* -nah Loh) maksudnya semua jenis daging ayam deng, hehe. Segala macam jenis masakan ayam dia doyan. Dari ayam bakar, ayam rica-rica, sate ayam, ayam goreng, sampai ayam yang masih mentah aja dia suka. Sungguh ter-la-lu.

 Dan ketika tiba-tiba si maniak ayam number one ini jatuh sakit dan merasa amat menderita. Karena setiap kali ia ingin menyantap daging unggas dengan nama latin…….. itu langsung mual.

Hal ini terus terjadi hingga beberapa hari. Akhirnya Onew alias Lee Jinki alias Ontokki alias Dubu ini sudah tidak tahan lagi dan mendatangi sebuah klinik bersalin, eh salah maksudnya klinik umum dengan papan nama besar “KLINIK KESEHATAN THONG FANG ALA Dr. KIM JONGHYUN”

 

@@@

 

Onew duduk di kursi tunggu dengan wajah gondok. Hampir dua jam lebih namanya tak jua dipanggil. Padahal dari tadi dia bisa melihat kalau di dalam tidak ada pasien. Si dokter berahang dino itu malah sibuk cekakak-cekikik mantengin layar ponselnya.

‘Akhirnya, Setelah sekian lama aku menunggu untuk antri’. Batin Onew begitu asisten dokter menyuruhnya masuk ruang periksa. Dan alangkah gondoknya bertambah melihat si dokter masih setengah gila dengan HP canggih di tangannya.

“Dokter… Berhenti ngapa? Dari tadi mainan HP mulu. Banyak pasien nih” gregetan juga Onew pada akhirnya.

“Maaf ya… disini dokter umum. Cuma meriksa orang sakit badan bukan dokter jiwa yang memeriksa orang kurang waras?” Jawab dokter Jjong sambil lalu.

“Maksud dokter saya orang gila?” Mendadak Onew melotot, tapi dasar mata udah sipit mah melotot tetep sipit aja. “Saya ini sehat jiwa dokter… pikiran saya normal. Cuman badannya aja sedikit sakit. Sembarangan aja dokter ini!” Sewot Onew pada dokter dengan nama dr. Kim Jonghyun.

“Oh kamu sakit? Penyebab sakitnya apa?” Akhirnya, Onew bernafas lega melihat dokter -yang yah lumayanlah ya tampannya- itu meletakkan HP-nya.

“Dih… dokter kepo banget. Pengen tahu aja urusan orang. Pake Tanya penyebabnya segala lagi. Rempong deh.” Onew mendadak Lebay. Mendengarnya, dr. Jonghyun langsung cengo secepat kilat.

Sepertinya pasiennya kali ini benar-benar lulusan RSJ. Setelah ini dia harus up date status di FB, Twitter, Instagram, Weibo dan Sosmed miliknya yang lain.

‘Apes banget dah. Ada Pasien salah alamat di tempat praktek gue’ gitu kira-kira bunyi status di FB dr. Jjong Jonghyun sang penyembuh hati.

“Sebagai dokter saya emang harus rempong. Kalau gak tahu sebabnya apa gimana saya tahu penyakitnya, tahu obatnya. Situ mau sakitnya ga sembuh-sembuh.”

Onew meggeleng “Ooo… gitu ya Dok? Ini Dok… kemarin jatuh waktu ngejar ayamku yang bulunya putih itu, Dokter tahu? Ayam jago paling gemuk yang sudah ku rawat sejak kecil. Kemarin dia sempat kabur. Dan…”

“Udah deh… to the point aja. Sakitnya apa? Sebabnya kenapa. Ribet banget.” Potong Jonghyun jengkel.

“Iya Dok… Woles dong. Aku tuh sakit punggung sampe pinggang. Dari bahu sampe lengan. Dari dada sampai perut, dari ujung kaki sampai ujung rambut. Jadi intinya seluruh tubuh nih. Sakit semua.” Jawab Onew panjang lebar dengan wajah polos, bibirnya sedikit mengerucut. Tak menyadari geraman kesal si Dokter.

“Saya tahu penyebab sakitnya situ, kurang olahraga. Lihat aja badan gempal gitu, udah keliatan kalau situ gak suka olah raga.” Terdengar nada cibiran dari dokter Jonghyun.

“Wah… dokter Jonghyun benar-benar hebat. Bisa tahu kalau saya ga suka olah raga. Selain ngobatin, profesi dokter juga jadi cenayang ya?” Onew terkagum-kagum dengan wajah cengo. “Capek tahu dok kalo olahraga Mulu.” Lanjutnya again.

“Jadi tuan…” Berhenti sejenak, Jonghyun membuka Rekam medis Onew. “Lee Jinki. Sakit situ, obatnya sangat mudah. Mau tahu?”

“Mau Dok…” Wajah pucat Onew sedikit berbinar.

“Mau tahu aja? Apa mau tahu banget? Kasih tahu gak yah?”

Wah, nih dokter ngajak ribut. Di keroyok pasukan ayam baru deh nyaho’, Liat aja tuh, muka Onew langsung bête.

“Terserah Dokter deh…”

“Okelah kalo begitu. Sakitnya kamu, obatnya Cuma olahraga teratur. Tiga kali sehari. Pagi sekali, siang setelah makan dan malam juga sekali.” Ujar Jonghyun dengan senyum pepsodent andalannya.

“Dok… itu olahraga kok aturannya kayak minum obat aja. Tiga kali sehari. Bisa letoy beta punya badan.” Protes Onew keberatan.

“Kan tadi dibilang, obatnya olahraga. Gimana sih nih.”

“Tapi, olahraga apa yang cocok Dok?”

“Banyak… pake Tanya. Olahraga angkat beban, angkat barbell, angkat meja kalau perlu angkat Bapak sama emak kamu di rumah.” Sewot Jonghyun –lagi.

“Ooo…” Yang disewotin gak nyadar, cuman balas ber ‘o’ ria. “Jadi dok… saya ga di kasih obat kapsul gitu. Apa sirup atau bubuk. Udah cukup dengan olahraga aja dijamin sembuh”  Tambah Onew lagi.

“Iya!! Satu lagi, hampir lupa. Kalau sakitnya pengen lebih cepat sembuh. Untuk sementara hindari konsumsi daging ayam bisakan?”

“APA DOK? Aku dilarang makan ayam. OH NOO!!” Seketika Onew mendadak histeris. Makan tanpa ayam? Apa kata dunia.

“Apa dokter tidak tahu, Ayam adalah segala-galanya untuk hidupku. Aku tidak bisa jika tanpa dia. Oh pujaan hati tersayang. Bagaimana dokter tega memisahkan aku dengannya.” Mendadak Onew jadi mellow. Setelah ber-lebay ria, kemudian ber letoy ria sekarang berubah lagi sok melankolis. Nih sebenarnya, lagi berobat apa main drama sih. Ajib banget.

Ya ampun. Lama-lama bisa stress ngadepin pasien sarap seperti Onew ini. Muncul satu uban di rambut dokter Jonghyun.

“Kalau tidak mau juga tidak apa-apa. Cuman pilihannya puasa ayam lalu sembuh atau meninggal selamanya. Gitu aja sih.” Jawab Jonghyun cuek. Kembali mengambil HP touch screen miliknya.

“Dokter… apa alasan dokter menyuruhku menghindari ayam. Dan kenapa dokter bisa tahu kalau aku suka makan ayam.” Kali ini suara Onew terdengar lirih, wajahnya masih berurai air mata. Ck, ck. Sungguh ter-la-lu.

“Gampang saja… tanpa di periksa pun aku tahu, ada banyak timbunan lemak dan kolesterol di dalam tubuhmu. Jadi aku menyuruhmu untuk menghindari ayam bukan tanpa alasan. Begitu.” ‘Lagi pula dari tadi lu nyerocos mulu ngomongin ayam dan badan lu tuh baunya bulu ayam. Kagak nyadar apa.’ Tambah Jonghyun dalam hati saja.

“Tapi dokter…” Lagi Onew menyela. Setelah selesai menyusut air mata dan mengelap ingusnya dengan suara ‘slruuup’ keras, sedikit membuat Jonghyun mengernyit jijik. “Kan percuma gitu ya, aku olah raga tiga kali sehari. Tak peduli panas, hujan , badai, Tsunami, angin topan, kalau ujung-ujungnya gak boleh makan daging. Terus aku sehat dari mana kalau makannya gak bergizi. Hayoo!” Kali ini sepertinya Onew menemukan sebuah alasan untuk membatalkan puasa ayamnya.

You, tidak usah khawatir gitu lah ya. Tenang aja, situ masih boleh makan daging. Tapi, Cuma daging binatang yang bisa berenang saja. Ngerti kan binatang yang bisa berenang apa aja?” Terdengar kejam rasanya saat Dr. Jonghyun tersenyum puas melihat betapa merana jiwa dan raga Sang pasien di hadapannya ini.

“Ngerti dok…” Wajah Onew makin terlihat suram. “Jadi, aku boleh pulang sekarang apa gimana?”

“Yah pulanglah! Emangnya situ mau nginep disini.” Balas Jonghyun mulai hilang kesabaran.

“Kirain perlu rawat inap segala dokter. Barang sehari dua hari mungkin.” Sahut Onew dengan lemah. Masih nyesek rasanya berpisah dengan unggas kesayangannya itu.

“Ya Tuhan!! Bahkan sakitmu itu tidak ada parah-parahnya. Boleh sih nginep di sini, tapi tidur dalam botol. Mau?” Geram Jonghyun menahan kesabaran. Jangan lagi deh nemu pasien ngeyel kayak gini. “ Udah pulang sana! Pasien lain masih pada nunggu tuh.” Usir Jonghyun.

“Dih Dokter bisa aja. Emang aku Jin botol apa. Ya udah, aku pergi. Terima kasih Dok! And BYE!!” Pamit Onew.

“Oh iya… Tuan Lee Jinki, seminggu lagi saya bakalan berkunjung kerumah. Mau lihat perkembangan kondisi situ. Jangan lupa ya.” Pesan Jonghyun sesaat sebelum Onew benar-benar ke luar ruangan.

“ Akhirnya, hari ini pasti berlalu” Desah Jonghyun penuh kelegaan. Jangan lagi deh nemu pasien kayak tadi.

Tapi sepertinya, kegilaan dr. Jonghyun dan pasiennya ini belum berakhir.

 

@@@

 

Langit terlihat gelap, bukit berbunga nan indah seperti di taman surga ini terasa hampa bagi seorang Lee Jinki. Hatinya mendadak galau tingkat dewa mendengar ucapan dr. Jonghyun. Rasanya seperti divonis menderita kanker stadium akhir yang tidak bisa disembuhkan lagi. Lalu meninggal sendirian berteman sepi. Tak seseorangpun yang menemani. Tuhan kirimkanlah aku, kekasih yang baik hati. yang mencintaiku apa adanya. (Nih author lebay-nya juga tingkat dewa perasaan, ini lirik lagunya sapa ya? Ada yang tahu?)

Dengan lemah, letih, lunglai seperti ekspresi di iklan kapsul penambah darah yang pernah dilihatnya, Onew duduk menekuk lutut di bawah hamparan langit mendung. Layaknya orang putus asa dan berniat bunuh diri.

“Tuhan… begitu berat cobaanmu. Bagaimana bisa hambamu yang lemah ini menjalaninya.” Gumam Onew rendah untuk mendaramtisasi suasana. ‘Ayam oh ayam. Bagaimana bisa aku hidup tanpamu, padahal motto hidupku aja tiada hari tanpa ayam’.

Lama banget ia merenung di bukit berbunga itu. Hampir aja matahari jatuh tertidur saking lamanya menunggu Onew merenung. Dan sekarang, lihatlah. pria itu tiba-tiba berdiri dari duduknya dengan ekspresi cerah. Seolah baru saja meminum 10 kaplet kapsul suplemen ketahanan tubuh.

“Ish… pabbo! Kenapa mesti galau. Kan syarat dari dokter rahang dino itu masih boleh makan daging binatang yang bisa berenang. Aku harus segera pulang, lalu olahraga dan makan daging binatang yang bisa berenang banyak-banyak biar cepet sembuh dan bisa normal seperti semula.” Cerocosnya dengan semangat 2013. Kemudian Onew berlari mengejar matahari eh-maksud berlari mengejar waktu biar cepat sampai rumah. Lihatlah, bahkan larinya sekencang angin layaknya orang yang tidak sakit aja. Sehat wal afiat. Ck, ck. Sungguh ter-la-lu.

 

@@@

Waktu, jika tidak ditunggu rasanya tuh cepet banget. Seperti yang dialami dokter Jonghyun. Rasa-rasanya dia baru kemarin deh nerima pasien setengah gila entah polos bernama Lee Jinki dan ternyata udah dua minggu aja berlalu. Dan sekarang waktunya berkunjung kerumah pasien –yang tidak dia harapkan itu.

Sekarang berdirilah ia di depan rumah besar dengan jajaran kandang ayam di sepanjang sisi jalan dari gerbang ke halaman rumah keluarga Lee. Tidak salah lagi, ini nih rumahnya pasien special-nya itu.

“Dokter Jonghyun, Jinki ada di belakang sana. Sudah dua minggu ini dia jadi makin aneh. Tolong di periksa Dok, saya bingung ngadepin anak itu. Pasrah abdi teh. Mangga, terserah dokter mau di apaian ajalah.” Gusar Ibu Onew saat mengantar Dokter muda itu ke dalam rumah.

Lalu, dilihatnya banyak ayam berkeliaran di belakang rumah. Dan dari tempatnya berdiri, Jonghyun bisa melihat lebih banyak ayam yang entah kenapa bulunya basah semua.

“Lee Jinki!” Panggil Jonghyun begitu melihat Onew di tengah kolam renang sambil membawa dua ekor ayam bersamanya.

“Eh dokter… sudah datang.”

“Apa yang sedang situ lakuin? Berenang dengan ayam?” herannya.

“Dokter, aku sudah ngikutin saran dokter. Hanya makan daging binatang yang bisa berenang. Tapi susah dokter. Udah dua minggu diajari mereka masih aja gak bisa berenang.” Adu Onew dengan wajah kesal.

“HAH!! APA!!” Teriak Jonghyun dengan picth control yang jelek.

“Ish… kenapa dokter teriak. Nyeri nih kupingnya.”

“Kamu ngajarin ayam-ayam peliharaanmu berenang karena aku bilang kamu hanya boleh makan daging binatang yang bisa berenang supaya sakitmu cepet sembuh.” Mulut Jonghyun mangap-mangap.

“OKE FINE!! GUE BERHENTI JADI DOKTER AJA!!!” Jerit Jonghyun sambil banting stetoskop. Kemudian pergi gitu aja tanpa pamit, tanpa salam.

“Kayak jelangkung aja, datang gak dijemput pulang gak di angkat. Ayo Blacky! Kita belajar renang lagi.” Gerutu Onew sambil merapikan pelampung yang dipake si ayam cemani bernama Blacky. Gak sadar apa dia dengan tatapan horror si Blacky. Andai aja Blacky bisa ngomong pasti dia udah ikutan teriak dan ngacir bareng Jonghyun.

“OKE FINE!! GUE BERHENTI JADI AYAM JUGA!!!!”              

Ck, ck. Dasar Onew. TER-LA-LU.

 

FIN~

TAMBAHAN : Perasaan aku milih gambar nomor tiga deh buat jadi tema. Yang cowok lagi duduk di padang rumput dengan suasana  galau itu. Tapi kenapa ceritanya absurd bangte hasilnya. Tau ah… gelap. Ok! FINE!! Gue pergiiii…. Bye.…

Komentar
  1. Hyora Kim berkata:

    wahaha..
    Onew!! Ayam diajar berenang..! Wkwkwk

  2. Yuna JustElf berkata:

    Wkwkwkwkwkwkwkwkw,,,,
    Penasaran banget sama yg buat ff,,,
    Bisa aja jadi in onew tumbal ff aneh, tapi cocok,,,
    OK FINE!!! GW SUKA BANGET!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s