SHINee Take Me Out Part 1

Posted: Juli 4, 2013 in Uncategorized
Tag:, , , , , ,

Title : Take Me Out : SHINee

Author : ViKeyKyuLov

Maincast : SHINee, Kim Hyuna, Kim Hyora, (bisa bertambah sesuai cerita.)

Support Cast : Shindong dan Min, juga lainnya yang muncul dicerita.

Genre : humor Absurd, Modifikasi Canon.

Rate : G

Summary : “Pria Single, tunjukkan Pesonamu.”

Foreword : Fict Gaje sebagai pemanasan setelah sekian lama Hiatus.

 

Take Me Out

 Gambar

All Story by. Author

Deru suara kendaraan berlalu-lalang memecah konsentrasi seorang namja tampan yang tengah duduk didepan kemudi. Sedikit kesal dengan kemacetan yang memerangkapnya sejak setengah jam yang lalu.

Din…

Din…

Klakson saling menyahut, pertanda lampu merah telah berganti menjadi hijau.

“Key hyung.. ayo jalan sudah jam tujuh lebih ini!” seru seseorang yang duduk disamping namja tadi yang ternyata bernama Key.

“Iya, iya. Bawel!” sungut Key seraya menjalankan mobil Audi putihnya, berusaha mencari celah dan menyalip beberapa kendaraan didepannya, langit sudah mulai gelap saat ia membelok kearah jalan besar menuju apartement SHINee.

“Aku kan hanya mengingatkan, lagipula aku tidak mau terlambat untuk menonton acara kesayanganku.” Gerutu sang “Adik” dengan lirih. Namun masih bisa ditangkap oleh indra Key.

“Dimalah Taem, duduk saja yang manis disitu. Atau kau tidak akan bisa menonton acara tak bermutu favoritmu itu sama sekali.”

“Hish, dasar Key Hyung! Awas saja kalau aku tidak bisa menonton acara kesayanganku, akan kupastikan Jonghyun hyung murka mendengar Hyung lupa memberi makan Roo dua hari lalu.” kembali sang adik yang dipanggilnya Taemin menatap Key dengan sebal.

“Jadi kau mengancamku Taem?” lirik Key dengan cat eyesnya yang khas. Membuat yang dilirik bergidik ngeri seketika.

“Anniyo hyung… anggap saja aku tak pernah berkata apa-apa.” Ujar Taemin, buru-buru menutup mulutnya dan mengalihkan perhatiannya dengan berpura-pura menyenandungkan gumaman nada tanpa lirik.

“Gemanhe Lee Taemin!!” merasa terganggu, Key semakin melirik sinis pada Taemin. Dan melihat kemarahan seorang Kim Key adalah pilihan terakhir bagi Taemin, seandainya ia harus memilih antara harus meninggalkan persediaan banana milk-nya. setidaknya Taemin tak ingin dibantai Key sekarang –sebelum menghabiskan semua persediaan banana milknya tentu saja.

 

@@@

 

Di saat yang bersamaan, di kediaman seorang gadis lajang –bukan karena ia tak laku-laku tentu saja, hanya saja dia terlalu malas untuk berurusan dengan hal-hal merepotkan macam asmara begitu –menurutnya sih.

“Na~ya… bagaimana? Apa kau sudah mendaftarkan dirimu?” Tanya sang sahabat karib. Sedikit menatap gadis yang dipanggilnya Hyuna dengan ekspresi bosan, sudah memprediksi jawaban apa yang akan diberikan oleh gadis cuek itu sepertinya.

“Mendaftarkan apa?” Hyuna menatap Hyora dengan bingung.

“Tentu saja Take Me Out Super Idol.” Mata Hyora berbinar penuh kebahagiaan, berharap dia bisa lolos untuk mengikuti acara yang tengah menjadi perbincangan hangat yeoja muda di Korea.

“Aku Malas Hyo, lagian kurang kerjaan sekali.” Sahut Hyuna dengan wajah datar, masih menatap laptopnya dengan serius. Berusaha menyelesaikan game angry bird yang menjadi favoritnya saat ini.

“Hishh… kau ini, yang ada dikepalamu hanyalah Game-game dan FF tak jelas. Sini, biar kudaftarkan.” Sedikit sebal, Hyora merebut Laptop Hyuna dengan brutal. Oke, terdengar berlebihan, namun hal yang lumrah mengingat mereka memang sudah bersahabat sejak jaman mereka baru mengenal kosakata pertama hingga sekarang sudah menjadi mahasiswi disebuah universitas swasta terkenal dikota Seoul.

“Terserahmulah…!” pasrah Hyuna pada akhirnya, memilih mundur dan berbaring diatas kasur disamping Hyora. Tak ingin berdebat lebih jauh dengan sahabatnya yang satu ini.

“Baiklah, berdo’a saja semoga kita bisa lolos bersama, Kim Jonghyun. Tunggulah aku!” Hyora mengepalkan tangannya penuh semangat, menatap poster Kpop Idol bernama Kim Jonghyun yang merupakan salah satu member SHINee yang ia pasang dikamar Hyuna ini –dengan paksa tentu saja.

“pabbo..!” Dengus Hyuna dengan bosan. Memejamkan mata berusaha untuk tidur, tak beriniat mengusik sahabatnya yang tengah terlarut dalam dunianya sendiri. Sedangkan yang diejek hanya memeletkan lidah tak peduli.

@@@

Hening, tak ada suara yang terdengar dari ruang tengah tempat biasa member SHINee berkumpul jika mereka tengah off atau tak ada kegiatan. Satu-satunya kehidupan yang Nampak adalah gerakan dari seorang namja bermata sipit dengan warna rambut pirang terang.

“Aish… Jinja!! Harus ya, mengikuti acara tak penting seperti ini.” Sedikit meremas rambut dan menariknya hingga kusut, namja bernama Key itu tengah bersungut-sungut. Menatap layar ipad-nya dengan cemberut.

“Hah… sungguh menggelikan. Memangnya mereka pikir aku ini namja yang tak laku-laku apa.” Geram Key pada akhirnya, inginnya ia melempar ipad sebagai pelampiasan namun apa daya, dia masih sadar dengan banyaknya uang yang ia keluarkan untuk mendapatkan satu barang multi canggih itu.

“Tak usah berlebihan begitu Key… aku tahu, sebenarnya dalam hatimu sedang bernyanyi bahagia bisa mengikuti acara favorit remaja korea saat ini. Banyak idol namja yang menginginkan posisi kita saat ini. Salah satunya Gikwang dan Kyuhyun hyung.” Jonghyun yang baru muncul dari kamar mandi menimpali gerutuan Key dengan jahil. Sangat senang menggoda sang dongsaeng hingga kesal.

“Bernyanyi bahagia? Hanya dalam mimpimu dino hyung.” Seru Key tak terima.

“ha ha ha… “  Jonghyun hanya membalas dengan tawa kepuasan.

“Pergi kau!!!” usir Key sambil melemparkan bantal sofa kearah Jonghyun dengan sadis.

“HYUNGIE!!!” Teriakan Taemin membahana. Memekakkan telinga, si maknae yang terlihat dewasa dalam penampilan namun tetap saja “anak kecil” pada tingkah lakunya. Lihat saja, saat ia berlari kecil dengan senyun bahagia yang merona diwajahnya bak seorang musafir yang menemukan telaga. Sungguh telihat seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sekarung penuh permen dan gula-gula.

“Benarkah kita ikut Take Me Out? Benarkah hyung?” datang-datang, Taemin langsung menggoyang-goyangkan tubuh Key tak sabaran.

“Hei, ayolah tak adakah yang lebih normal di dorm ini. Bahkan kau juga Tae, ikut terserang virus Take Me Out yang tak jelas itu.” Sahut Key dengan dramatisasi berlebihan.

“Sebenarnya yang tak normal disini itu kau… Kim Kibum!” Minho yang muncul dibelakang Taemin ikut mengkonfrontasi.

“Apa maksudmu Choi??” dengus Key tak terima, ayolah! Dia hanya merasa ketiga –ralat, keempat teman satu grupnya itu terlalu berlebihan menggapi acara yang menurutnya yeah, tak berguna. Apapula itu, pura-pura tebar pesona. Membuka privasi untuk menarik perhatian para yeoja yang sungguh merepotkan. Setidaknya ia belum termasuk golongan Budi –bujang abadi yang tak laku-laku seperti sunbaenya di Super Junior –tolong ingatkan Key bahwa super junior juga bukan Budi -Bujang abadi, hanya saja mereka sudah lebih lewat umur untuk memiliki pasangan hidup.

“Setidaknya aku menganggap acara ini sebagai pemanasan, setidaknya ketika nanti saatnya tiba kita memilih pasangan hidup sebenarnya, aku sudah memiliki gambarannya. Bukan begitu hyung?” urai Minho, sedikit mengerling pada Jonghyun yang tengah mengacungkan jempolnya dengan puas.

“SETUJU MINHO HYUNG!!… memang sudah saatnya aku juga memikirkan soal yeoja chingu. Sekarangkan aku juga sudah dewasa.” Seru Taemin semakin girang, karena merasa mendapat sekutu untuk melawan kakak kesayangannya yang satu ini.

“Hei… ada apa ribut-ribut, hoam!!.” Onew yang baru keluar dari kamar sembari menguap dengan rambut berantakan pertanda dia baru saja tenggelam dalam mimpinya itu menegur. Selesai memimpikan wanita impiannya kah? Molla, Hanya tuhan dan Onew yang tahu.

“Onew hyung… Are You ready!” Jonghyun mengedipkan matanya dengan sengaja yang dibalas tatapan “apa yang kau bicarakan?” dari sang leader.

Take Me Out Super Idol” kompak Minho, Taemin, dan Jonghyun bersama. Menyisakan Key yang hanya bisa menatap ketiganyadengan pandangan menusuk.

“Ha.. ha… ha.. Tentu saja aku siap. Kkotmin namja!! Tunjukkan pesonamu!!” sahut Onew, yang dengan sengaja mengikuti gaya Shindong saat menjadi MC dalam reality show milik KBS itu.

Gubrak!!

Key hanya bisa sweetdrop melihat kesangtean leader dubu yang sangat khas itu. “Ampun deh, Leader satu ini.” Batin Key.

@@@@

Suasana sore itu terasa menyesakkan bagi Hyuna, terdengar dengungan suara-suara orang disekitarnya saat ia memasuki gedung KBS. Sedikit tergesa saat ia berusaha mengikuti langkah Hyora –si Idol maniak yang terlihat berjalan dengan langkah yang begitu lebar demi mendengar bahwa Kim Jonghyun SHINee sudah berada di gedung ini sejak 1 jam yang lalu.

“Cepatlah Kim Hyuna!!” teriak Hyora tak sabaran, kemudian menarik lengan Hyuna –menyeret lebih tepatnya.

“Dasar tak sabaran.” Gerutu Hyuna.

“Hei… lihat Na~ya!! Itu rest room SHINee… Kajja!!” jerit Hyora sedikit histeris –tanpa menyadari banyakknya tatapan mata yang kini meliriknya dengan heran.

“Sungguh memalukan…” lirih Hyuna menyesali ke-excited-an sang teman.

“Permisi, Permisi!” tanpa memperdulikan gerutuan Hyuna, Kim Hyora berusaha menerobos kerumunan kru didepan pintu bertuliskan SHINee.

“Ah… KIM JONGHYUN!! “ Pekik Hyora seakan tak percaya, bisa melihat sang idola dari jarak begitu dekat, meski terhalang kaca jendela. Setidaknya dia bisa melihat ketampanan seorang Kim Jjong secara langsung yang memang terlihat seribu kali lebih tampan.

Melihat kelakuan Hyora, gadis berambut panjang bernama Kim Hyuna itu hanya bisa menundukkan wajah dengan malu, lalu beringsut kepinggir tembok untuk menghindari tatapan ingin tahu beberapa pasang mata yang mengarah padanya.

“Auh…” seseorang memekik dengan sakit saat Hyuna melangkah mundur semakin menjauh dari tempat Hyora yang kini melambai-lambaikan tangannya dengan antusias.

“Waeyo??” Tanya Hyuna tak paham, begitu menemukan sesosok tubuh laki-laki berbalut hoodie putih dan sepasang earphone ditelinga yang tengah menunduk mengusap kakinya.

“Kau menginjak kakiku bodoh.!” ketus si namja kemudian, mengangkat wajahnya hingga tatapannya bertemu pandang dengan bola mata coklat milik Hyuna. Seolah terhipnotis, keduanya terus saja saling bertatapan hingga beberapa detik kedepan.

“Uhm… mi- mianhe!” ujar Hyuna sedikit kikuk, namun berhasil memecahkan kebisuan dan mengembalikan kesadaran sang namja berhoodie putih itu.

“gwenchana…” sahut si namja mulai menurunkan nada bicaranya, setidaknya tak seketus tadi. Kemudian tatapan tajamnya meneliti Hyuna dari atas kebawah dengan seksama. Kemudian ekspresinya berubah tak menyenangkan begitu melihat tanda pengenal yang dipakai Hyuna dilehernya.

“Peserta acara Take Me Out eh…” Cibir si namja kemudian, menatap wajah Hyuna dengan pandangan merendahkan. Sejak awal, sepertinya namja ini memang tak menyukai acara tersebut.

“Jangan menatapku begitu, jika bukan karena sahabatku yang memaksa. Aku juga tak berkeinginan mengikuti acara tak penting ini. Merepotkan!” Tandas Hyuna, sedikit tersinggung dengan tatapan mata sipit yang terkesan mengintimidasi.

“Eh… kau punya kesan yang sama denganku mengenai acara Take Me out ini.” Raut wajah sang namja berubah lagi. Kini terlihat tertarik dan penasaran, sedikit merasa heran melihat kesan Hyuna yang biasa-biasa saja saat melihat dirinya. Ayolah, apakah gadis ini tak tahu siapa dirinya.

“Oh ya? Aku hanya merasa membuang-buang waktu mengikuti acara ini.” Curhat Hyuna tanpa sadar.

“Setuju denganmu… setidaknya masih banyak hal bermanfaat lainnya daripada mengikuti acara tak jelas begini. Seperti mencoba resep terbaru mungkin.” Kekeh namja berhoodie itu, merasa geli dengan ucapannya sendiri.

“Atau menyelesaikan game angry bird-ku menuju level selanjutnya.” Hyuna tertawa renyah menyahut perkataan pemuda dihadapannya

“hahaha… betul, ngomong-ngomong. Apa kau tidak mengenalku?” Tanya si namja tak mampu menahan rasa penasaran menyaksikan reaksi sang yeoja yang terlihat manis saat tersenyum itu.

“mengenalmu? Tidak, bukankah kita baru bertemu. Kim Hyuna imnida, bangapta!”

“Gubrak!”

“Kau tidak mengenalku?” si namja sweetdrop seketika. Begitu gemas melihat Hyuna mennggelengkan kepalanya dengan wajah polos.

“Apa kau tahu SHINee? aku member SHINee.” kejar namja yang ternyata member salah satu Boyband terkenal bernama SHINee.

“Iyakah? Aku tahu SHINee, temanku mengidolakan Kim Jonghyun. Jadi, kau member yang bernama siapa.” Sahut Hyuna datar, sama sekali tak terlihat terkejut, membuat si namja semakin sweetdrop dengan indah.

“Kim Kibum, panggil saja Key.” Pelan Key, “memangnya kau tidak pernah melihatku di TV” imbuh Key dalam hati.

“Oh…” Hyuna membulat. “Aku pernah mendengar namamu dari Hyora. Lebih tampan dari Kim Jonghyun menurutku.” Lanjutnya.

Sungguh, Key tidak tahu harus berkata apa mendengar ucapan Hyuna barusan, sebegitu tidak terkenalnyakah dirinya, Tapi setidaknya dia terhibur mendengar Hyuna memujinya lebih tampan dari hyungnya yang terkenal hobi tebar pesona. Dan Kim Jonghyun harus tahu ini, tekad Key dalam hati.

@@@@

Sorak sorai memenuhi stage disalah satu studio milik KBS. Lampu-lampu , menyorot dengan semarak. Penontonpun terlihat memadati kursi-kursi di bawah panggung yang diatas telah berdiri 23 yeoja pilihan yang beruntung bisa mengikuti acara yang paling ditunggu-tunggu olrh pemudi negeri ginseng itu. Mereka sudah berdiri diatas podium yang membentuk setengah lingkaran mengelilingi space utama.

“Hello Lady’s… are you ready!!” sapa sang pembawa acara yang terdiri dari Shindong super Junior dan Min Miss A.

“Yeah…” sambutan riuh dari para gadis di atas podium sana. Begitu tak sabar menunggu kenunculan namja-namja idol pujaan mereka ternyata.

“langsung saja…  Mari kita sambut The First Kkotmin Namja!!” Suara Shindong membahana.

“Baiklah, Pria single, tunjukkan pesonamu.” Sambung Min dengan suara melengking.

Pintu berpanel dibelakang space utama yang menghadap para yeoja seketika terbuka, menampakkan sesosok namja muda tampan yang terlihat mempesona. Diringi oleh music lembut milik Justin Bieber Yng berjudul Stuck In The Moment.

“Huwah…”

“Daebak…”

“Amazing!”

Pekikan-pekikan nyaring memenuhi podium tempat para yeoja berdiri menantikan pangeran impia yang akan dating menjemput. Tepuk tangan terdengar riuh, membuat sang namja terlihat sedikit gugup.

“Anyeong haseyo… noneun Kim Jonghyun imnida! Bangapta.” Ow, ow ternyata yang muncul pertama kali adalah lead vocal SHINee kita. Sambil melemparkan killer smile yang membuat banyak yeoja berteriak histeris, Jonghyun menyapukan pandangannya berusaha mwnarik perhatian perhatian gadis – gadis single dihadapannya.

“OMG… Kim Hyuna, pegangi aku. Na~ya…” diatas podium sana, Hyora terlihat salah tingkah dan bergerak dengan gugup. Terkena syndrome gagu mendadak melihat sang pujaan hati berdiri didepan mata.

“Biasa aja tuh.” Sahut Hyuna dengan cuek.

Kembali kepanggung utama, kini Jonghyun sudah didampingi Shindong.

“Apa kabar Jonghyun~ah?”

“Baik…”

“Para gadis, tentu kalian sudah tidak asing dengan namja impian satu ini. SHINee Jonghyun. Mari kita lihat berapa banyak lampu yang akan bertahan pada kesempatan pertama ini. “Oke Girls!! Tentukan pilihanmu dari sekarang!”

Deeb!

Satu lampu padam…

Deeb!

Dua lampu padam…

Dua lampu diatas podium padam.

“Huwah!! 21 lampu masih bertahan. Beruntungnya kau Kim Jonghyun.” Shindong melangkah menuju salah satu podium peserta.

“Kupikir bukan hal yang terlalu buruk.” Gurau Jonghyun seraya tertawa pada Min yang menatapnya penuh selidik.

“Hanya dua orang yang mematikan lampunya. Coba Shindong oppa, tanyakan pada Kim Hyuna, satu dari dua orang yang mematikan lampunya yang artinya tidak memberikan kesempatan pada Pria tampan satu ini.” Ujar Min pada Shindong yang kini sudah berdiri disamping Hyuna.

“Kim Hyuna~ssi… jadi apalasanmu mematikan lampu? Apa pesona seorang Kim Jonghyun tidak berpengaruh padamu atau mungkin  kau menantikan seseorang lain yang akan berdiri ditempat Jonghyun nanti.” Tanya Shindong.

“Hmm, dua alasan. Yang pertama dia kurang menarik bagiku.” Sahut Hyuna dengan ekspresi datar, menatap Jonghyun tanpa sedikitpun rasa bersalah.

Sedangkan Jonghyun sendiri hanya bisa menganga tak percaya. Oh, ayolah! Dia kurang menarik. Dengan wajah tampan dan kepopulerannya sebagai namja bersuara emas itu, memang ada yang lebih tampan darinya, jika ya! Coba beritahu padanya.

“Woah… Kim Hyuna daebak!! Ternyata pesona seorang Kim Jonghyun tak mempan untuknya.” pekik Shindong, sedikit mengejek pada hoobaenya di SM itu.

“Keren!! Baru kali ini ada yang mengatakan bahwa seorang Kim Jonghyun kurang menarik. Salut!!” Min ikut mengejek, membuat Jonghyun makin sweetdrop.

“Selera orang memang berbeda-beda. Setidaknya aku masih memiliki 21 yeoja yang menganggapku cukup menarik.” Kekeh Jonghyun untuk menghilangkan keterjutannya. Dibilang kurang menarik membuatnya cukup terpukul juga ternyata. Kekeke.

“Hyuna~ssi, kau bilang tadi memiliki dua alasan untuk menolaknya, lalu apalasanmu selanjutnya.” Tantang Jonghyun kemudian.

“Karena salah satu peserta berdiri di podium ini yang bernama Kim Hyora, juga merupakan sahabatku sangat menyukaimu dan berharap kau akan memilihnya nanti.” Jawab Hyuna seraya melirik Hyora yang wajahnya sudah merona dengan sempurna.

“Wah, sungguh sahabat yang baik.”

“Baiklah, Kim Hyora? Mana ya?” Shindong mengedarkan pandangannya, hingga dia menemukan nama Kim Hyora empat podium dari tempat Hyuna berdiri.

“Kim Hyora~ssi, aigoo… Jonghyun~ah, kau harus kemari. Lihatlah betapa cantiknya fans-mu ini.” Kekeh Shindong berusaha menggoda Hyora, yang wajahnya sudah memerah dengan sempurna. Terlebih, saat Jonghyun melangkah mendekatinya tanpa menghilangkan senyum maut yang begitu menyilaukan mata.

“Yeppoyo… benar-benar cantik. Eh, bukankah kau yeoja yang tadi mendatangiku di rest room. Hoah, betapa beruntungnya bisa melihatmu secara lebih dekat.” Komentar Jonghyun entah serius atau bercanda. Membuat yang dipuji semakin merona bak tomat yang telah siap dipanen.

“Boleh kuberi satu pelukan untuknya Shindong hyung?” seakan ada yang meledak dalam diri Hyora saat mendengar perkataan Jonghyun, rasa bahagia membuncah yang membuat yeoja berambut coklat panjang itu tak mampu berucap. Terlebih ketika Jonghyun memberikan satu pelukan hangat. Serentak tepuk tangan dan desahan maupun pekikan iri gadis-gadis disekitar Hyora, -minus Hyuna tentu saja- memenuhi ruangan.

“Kim Jonghyun, kau telah berhasil membuat seluruh yeoja dipenjuru Korea menggigit jari dengan iri malam ini.” Komentar Min.

“Betapa beruntungnya seorang Kim Hyora. Berterima kasihlah kepada sahabatmu itu.” Lanjut Shindong seraya menggiring jonghyun kembali ke stage utama, sedikit menghalau tangan-tangan para yeoja yang ingin menggapai badan atletis milik lead vocal SHINee itu.

“Baiklah para yeoja, mari perhatikan hal yang satu ini.” Shindong mengarahkan pandangannya kebelakang panggung, dimana disana terdapat layar besar yang mulai menampakkan adegan seorang namja tampan tengah melambaikan tangan.

Anyoenghaseyo… SHINee Jonghyun imnida, senang rasanya bisa berkenalan dengan kalian para ladies. Hei, apa kalian ingin mengenalku lebih dekat? Ttarawa.” Ternyata layar besar itu tengah menampilakan video perkenalan dari Jonghyun.

Di SHINee, aku merupakan Lead vocal, orang-orang bilang suaraku bagus, tapi aku sendiri tidak merasa seperti itu. Satu hal yang membuatku bangga bahwa aku berhasil membentuk tubuhku dengan latihan fisik, kalian mau lihat?” Jonghyun di video mengedipkan mata, memberikan wink yang membuat para yeoja sesak nafas seketika.

“Woahaa….”

“Perfect…”

“Tubuhnya benar-benar indah.”

Pekikan histeris itu mengiringi sosok asli Kim Jonghyun yang kini membuka kemejanya dengan slow motion, menampilkan tonjolan-tonjolan ototnya yang membuatnya terlihat begitu mengagumkan, seksi, hot.

“Ladies… tentukan pilihanmu sekarang!” suara Shindong menghentikan teriakan riuh menyambut tubuh atas jonghyun yang kini terllihat sepenuhnya –karena sekarang ia sudah bertelanjang dada. Sungguh pemandangan surge bagi kaum hawa, tapi perkecualian untuk beberapa yeoja yang kini menutup matanya dengan malu.

Deeb!

Satu lampu padam…

Deeb!

Dua lampu padam…

Deeb!

Tiga lampu padam…

“Tersisa 18 yeoja yang masih bertahan.” Min berjalan mendekati salah satu podium yang gelap.

“Kim Hyora… kenapa mematikan lampu, bukankah kamu fans dari seorang Kim jonghyun?” ucapan Min menarik perhatian Jonghyun yang kini sudah memakai kembali kemejanya. Entah, Jonghyun merasan penasara dengan sosok Kim Hyora tadi. Dan mengetahui Hyora mematikan lampunya tak ayal membuat Jonghyun sedikit, ehm… kecewa barangkali.

“A-aku… hanya takut pingsan nantinya jika harus terus bertahan. Dia terlihat begitu sempurna.” Jawab Hyora dengan wajah malu-malu, lihatlah pipinya sudah merona dengan begitu hebat bahkan lebih merah dari yang tadi saat ia dipeluk Jonghyun.

“jawaban yang sungguh mengejutkan, Jonghyun~ah. Bagaimana komentarmu tentang Kim Hyora ini.” Shindong menimpali.

“Sungguh, dia yeoja yang menarik. Andai saja boleh, aku ingin memeluknya lagi. Tapi sayang, aku takut jika memeluknya lagi, akan menimbulkan kecemburuan yang lainnya. Kita bertemu dibelakang panggung nanti, Hyora~ya!” goda Jonghyun, tak lupa memberikan wink andalannya disertai smirk yang membuatnya seperti namja badboy.

Gubrak!!

Tubuh Hyora terjatuh dengan tidak elitnya. Membuat seluruh pasang mata menatapnya terkejut.

“Kim Hyora!!

“Hyora~ya” Kaget Jonghyun seraya berlari mendekat.

“Kim Hyora!! Kau memalukan.” Pekik Hyuna dengan wajah yang terlihat khawatir.

TBC…..

 

Title : Take Me Out

Author : ViKeyKyuLov

Maincast : SHINee, Kim Hyuna, Kim Hyora, (bisa bertambah sesuai cerita.)

Support Cast : Shindong dan Min, juga lainnya yang muncul dicerita.

Genre : humor Absurd, Modifikasi Canon.

Rate : G

Summary : “Pria Single, tunjukkan Pesonamu.”

Foreword : Fict Gaje sebagai pemanasan setelah sekian lama Hiatus.

“Sungguh, dia yeoja yang menarik. Andai saja boleh, aku ingin memeluknya lagi. Tapi sayang, aku takut jika memeluknya lagi, akan menimbulkan kecemburuan yang lainnya. Kita bertemu dibelakang panggung nanti, Hyora~ya!” goda Jonghyun, tak lupa memberikan wink andalannya disertai smirk yang membuatnya seperti namja badboy.

Gubrak!!

Tubuh Hyora terjatuh dengan tidak elitnya. Membuat seluruh pasang mata menatapnya terkejut.

“Kim Hyora!!

“Hyora~ya” Kaget Jonghyun seraya berlari mendekat.

“Kim Hyora!! Kau memalukan.” Pekik Hyuna dengan wajah yang terlihat khawatir.

.

.

.

SHINee : Take Me Out

Benar-benar diluar dugaan, seorang Kim Hyora jatuh pingsan disebabkan wink nakal dari seorang Kim Jonghyun. Sungguh, Jonghyun merasa kasihan sekaligus geli menyaksikan si gadis pingsan didepan umum, suatu pengalaman langka yang tak akan mungkin terlupakan baginya.

“Oke, calm down. Tenang ladies, Kim Hyora sekarang sudah ditangani tim medis dibelakang. Dan Kim Jonghyun, ada yang ingin disampaikan untuk Korbanmu Kim Hyora.” Shindong menanyai Jonghyun.

“Untuk Kim Hyora… jeongmal Mianhe, sungguh aku tak bermaksud menggodamu. Jika butuh pemeriksaan berlanjut, silahkan masukkan tagihannya ke rekeningku.” Sebenarnya wajah Jonghyun sudah mendukung, terlihat memelas namun kalimatnya yang terakhir itu membuat semua orang tertawa.

“Oke, Jonghyun~ssi. Delapan belas yeoja bertahan, sekarang waktunya untuk memilih. Matikan 16 lampu dan sisakan dua untuk di berikan pertanyaan lebih lanjut.” Suara Min, menghentikan tawa geli beberapa yeoja. Berganti ketegangan, oh ayolah. Di pilih seorang Kim Jonghyun? Siapa yang menolak coba.

“Choice? Memilih? Ahahaha…” Jonghyun justru terlihat bingung, menatap ke podium kemudian beralih pada duo MC juga para penonton seolah meminta perhatian.

“God! Haruskah?” mengusap tengkuknya salah tingkah, Jonghyun kini berjalan mendekati podium.

“Deeb”

“Kim Hyunra Padam.”

“Deeb”

“Han Hyemi”

“Deeb”

“Park Seorin juga padam.”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Shin Yunso terlewat, apakah dia akan dipertahankan.” Komentar Shindong diiringi sorak-sorai penonton antara yang pro dan kontra perpadu dengan riuh. Jonghyun terus berjalan, mematikan lampu milik beberapa yeoja seraya tersenyum minta maaf.

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Deeb”

“Park Hyunso dilewati…”

“Deeb”

Dan yang terakhir, lampu milik Park Seorin. Kemari Jonghyun!!” Shindong memberikan isyarat pada Jonghyun untuk kembali ke pusat stage. “Jadi, apa alasanmu memilih Shin Yunso dan Park Hyunso? Adakah pertimbangan tertentu.” Lanjut Min ketika Jonghyun sudah berdiri ditengah mereka.

“Sebenarnya tidak ada pertimbangan khusus, hanya mengikuti naluri. Jujur saja, sedikit bingung untuk menetukan pilihan. Gugup juga sebenarnya, seumur hidup baru sekarang aku disuruh memilih salah satu diantara sekian banyak yeoja cantik disini.” Lagi, Jonghyun menebar senyum maut yang disambut pekikan dan desahan riuh terutama kaum hawa.

“Langsung saja, Park Hyunso dan Shin Yunso. Dengarkan baik-baik, lalu jawab pertanyaan dari uri kkotmin namja karena inilah kesempatan terbaik kalian.” Shindong menuntun perhatian audiens agar kembali tertuju ke podium dimana sekarang hanya tersisa dua podium yang masih menyala.

“Baiklah… Yunso~ssi, Hyunso~ssi. Apa yang akan kalian lakukan jika mengetahui diantara member SHINee ada yang menyimpan banyak nomor ponsel yeoja dan menurut kalian siapa yang berkemungkinan mempunyai kontak yeoja terbanyak dan siapa yang paling sedikit.”

“Nomor ponsel, hei. Kupikir aku tahu jawabannya Shindong oppa.” Komentar Min, seraya melirik Jonghyun dengan senyum geli. “Baiklah, dimulai dari Shin Yunso. Jawabanmu menentukan segalanya.” Lanjut Min.

“Aku.. jika diantara member SHINee ada yang menyimpan banyak nomor ponsel yeoja, kubiarkan saja asal bukan biasku… hehehe. “ gadis manis bersurai hitam sebahu itu menebarkan senyum canggung sebelum melanjutkan kembali jawabannya. “Menurutku, member yang berkemungkinan menyimpan banyak nomor ponsel yeoja tentu saja Kim Jonghyun oppa, dan yang sangat tidak berkemungkinan itu pasti Onew oppa dan aku akan sangat sedih jika Onew oppa ternyata banyak menyimpan nomor ponsel yeoja di Handphone-nya.” Jawaban Yunso tidak terlalu mengagetkan hanya saja di ujung kalimatnya sungguh membuat Jonghyun terkejut.

“Yunso~ssi, apakah kau seorang MVP?” Tanya Shindong dengan penasaran.

“Iya… aku menyukai Onew oppa.” Yunso mengangguk kecil, segaris rona merah muncul di pipinya. “Dan aku berharap yang memilihku adalah Onew oppa. Jadi, apakah aku boleh mematikan lampu ini, agar ketika Onew oppa muncul aku masih punya kesempatan untuknya.”

“Deeb” tanpa diduga sebelumnya, Yunso mematikan lampunya. Membuat seluruh penonton dan semua yeoja yang berdiri di atas podium sedikit tercengang.

Diluar ekspentasi Jonghyun, sungguh mimpi apa dia semalam. Di tolak dua yeoja cukup membuatnya hilang percaya diri. Poor Kim Jonghyun, karmakah karena dia sudah membuat seorang yeoja pingsan saking terpesonanya.

“Diluar dugaan, ternyata Shin Yunso lebih memilih mundur untuk menunggu idolanya Lee Onew, kuatkan hatimu Kim Jonghyun!” Shindong menepuk bahu Jonghyun dengan mimic prihatin. “Kita tinggalkan kemalangan seorang Kim Jonghyun untuk sejenak…” jeda beberapa saat, karena Shindong tak mampu menahan tawana melihat ekspresi muram di wajah Jonghyun. “Sekarang giliranmu Park Hyunso, bagaimana jawabanmu?”.

“Sepertinya aku akan sedikit bersedih, apa lagi jika member SHINee yang memiliki banyak nomor ponsel yeoja adalah Taemin.” Hyunso memandang Jonghyun sebentar sebelum menlanjutkan ucapannya. “Yah, aku seorang Taeminst.” Ucapnya buru-buru, menjawab isyarat Tanya dari duo Mc juga Jonghyun.

“Sepertinya aku sudah tahu arahnya, sebelum ditolak lagi. Bolehkah aku saja yang mematikan lampunya, Hyunso~ssi, tentu dirimu tidak kebaratan jika kumatikan lampunya.” Sela Jonghyun buru-buru, tak ingin tragedy penolakan Yunso terulang kembali. Dengan anggukan dari  pemilik podium, maka berjalan Kim Jonghyun dan mematikan lampu milik Park Hyunso.

“Semoga Taemin akan benar-benar memilihmu nanti. Kamsahamnida.” Harap Jonghyun dengan bijak saat dia sudah berdiri didepan Hyunso. Dan…

“Deeb”

“Sedikit permintaan dari pria malang ini, bolehkah aku bertanya satu hal pada seseorang disini.” Sebelum kembali ke tengah stage, Jonghyun berhenti dan menatap duo MC juga seluruh penonton dengan ekspresi yang dibuat sedramatis mungkin.

“Uhh…” desahan prihatin dari yoeja kini terdengar.

“Silahkan!! Silahkan…. Don’t Be sad Kim JJong.” Hibur salah satu peserta.

Setelah mendapat anggukan dari Shindong dan Min, kini Jonghyun melangkah menuju podium yang ditempati Hyuna. Gadis itu hanya mengangkat alis dengan bingung, tak tahu apa yang terjadi karena Hyuna baru kembali ke podium setelah memastikan Hyora sudah baik-baik saja.

“Hyuna~ssi, ini rahasia diantara kita.” Kekeh Jonghyun yang mendapat sorakan dari penonton. Bersiap mendekat untuk membisiki telinga Hyuna.

“Jadi, bolehkah aku meminta nomor ponsel dari Kim Hyora?”  bisik Jonghyun dengan suara pelan, namun tetap bisa didengar audiens. Hyuna menanggapi dengan alis semakin berkerut.

“Hei… hei, jangan berprasangka buruk dulu. Hanya untuk koleksi, toh seorang Kim Jonghyun memang sudah terkenal memiliki lebih banyak nomor ponsel yeoja dibandingkan member lainnya.” Jonghyun meredam protes dari para yeoja dan penonton disertai dengan cengiran khasnya.

Suasana kembali ceria, tak ada lagi raut muram di wajah Jonghyun saat ia kembali ditengah panggung, berdiri disamping Shindong dan Min. entahlah, apa yang tengah ia pikirkan saat ini karena sebuah senyuman aneh tercetak di antara dua belah bibirnya.

“Ah… sayang sekali. Bling-bling Jonghyun harus pulang dengan tangan kosong. Semoga kau mendapatkan cinta sejatimu di luar sana.” Kembali Shindong menepuk bahu bahu Jonghyun dan memeluknya dengan hangat.

“Kim Jonghyun Hwaiting!” dukung Min.

“Thanks ladies! Sampai berjumpa di lain kesempatan. Kim Hyuna, yang tadi hanya bercanda. Tapi kalau mau dianggap serius juga tidak apa-apa, kutunggu di back stage nanti.” Lagi, suasana berubah riuh. Sorak sorai penonton dan peserta dari podium mengiringi langkah Jonghyun menuju pintu berpanel tempat ia masuk.

“Kim Hyora! Tunggu aksi dari bling-bling Jonghyun.” Lirihnya seraya menghilang di balik pintu.

@@@

“Oke Ladies, jangan kecewa dulu. Masih ada banyak namja tampan yang sudah menunggu di balik pintu baja itu. Tapi sebelumnya, menyala!” dengan satu jentikan jari dari Shindong, kedua puluh lima lampu diatas podium langsung menyala.

“Deeb”

Padam satu, milik Kim Hyora.

Di saat yang sama dari balik layar.

“Ahahaa….”  Tawa membahana menyambut kemunculan Jonghyun. Suara tawa Key mendominasi, bahkan namja dengan mata kucing yang khas itu tak bisa menahan tawanya sembari memukul pahanya dengan geli.

“Poor Kim Jonghyun.” Ejek Taemin dengan tawa semakin keras.

“Kim Hyuna Daebak!! “ Key menyambung ejekan dari maknae.

“Jangan sedih Jjong hyung, mereka belum jodohmu.” Minho ikut menimpali.

“Menyebalkan.” Gerutu Jonghyun, seraya mengehempaskan tubuhnya di samping Onew.

“Jadi, bagaimana ceritanya sampai kau kehilangan pesona di mata yeoja-yeoja itu. Ingatkan aku untuk memilih Shin Yunso.” Onew memeluk bahu Jonghyun, berniat menghibur namun malah terdengar sebagai ejekan.

“Tapi setidaknya aku mendapatkan satu target. Kekeke.” Seulas evil smirk muncul di bibir Jonghyun.

“Apa yang kau rencanakan Hyung? Pasti ada kaitannya dengan yeoja yang kau buat pingsan itu. Jangan bilang kau tertarik padanya?” Key mencoba menebak jalan pikiran Jonghyun.

“Lihat saja nanti! Nah, sekarang giliranmu Minho.” Jawab Jonghyun misterius.

“Choi Minho Hwaiting… jangan tiru jejak dino hyung!!” Taemin dan Key menyemangati Minho yang kini mulai bersiap dibantu beberapa coordi noona.

Bersambung….

 

Komentar
  1. Hyora Kim berkata:

    ahh..
    Viiiii… Hwahahahaha..
    Penasaran setengah idup ihh sama rencana si dino pabo..
    Next ditungguuuu…

  2. naymi 27 berkata:

    hai….hai…. saya mau ngerusuh di sini *plakk
    bercanda
    kebetulan nemu nih ff jadilah saya baca daripada nganggur
    hmmm………mian ya dimulai dari typo soalnya mataku ‘sensitif’ liat typo
    *padahal dirinya sering typo
    *plakk
    okeh mulai :
    #didepan
    #disamping
    #didepannya
    #kearah
    #Dimalah
    #disitu
    #-Aku Malas Hyo, lagian kurang kerjaan sekali-, Malas–> jika bukan nama tempat atau nama orang atau awal kalimat memakai huruf kecil
    #disamping
    #beriniat
    #senyun
    #diwajahnya
    #telihat
    #disini
    #mengkonfrontasi–>yang bener itu menonfrontasi
    kata yang huruf awalnya k,s,t itu jika mendapat tambahan meN- maka kata awalnya akan melesap/menghilang kecuali ada konsonan rangkap–>tradisi,kremasi,dll
    #menggapi
    #disekitarnya
    #didepan
    #kepinggir
    #disalah satu
    #olrh
    #kenunculan
    # impia
    #mwnarik
    #apalasanmu

    sekarang saatnya isi ff hehehehehe
    2kim kembali beraksi nih
    yaelah bang, bangun tidur malah sangtae-nya kumat
    *geleng2
    tuh sweetdropnya gokil dah
    haduh hyuna~
    *cubit hyuna
    masa gk tau sih seorang key SHINee yg guanteng benjud(?) itu? makanya liat pv breaking news dong kn di sana key keceh abis
    *terbayang2 wajah key
    ini lagi si hyora, dipeluk jjong malah pingsan
    kalo aku sih bakal masuk UGD tuh
    *plakk
    *lebih parah dong
    poor jjong ditolak
    sabar bang
    yah pas minho mau nongol kok tbc sih?
    *bakar (?) tbc
    *plakk

    pokoknya harus, wajib kudu musti must baca bagiannya minho sama key

    aku tunggu lanjutannya ya ^^
    udah ah ngomennya kesian author bacanya bikin iritasi

    • vikeykyulov berkata:

      ya ampuunnnn… jadi malu deh tuh…. #Masukkamarmandi
      typonya naujubillah….

      aku malu jujur mau balas koment..hahahahaha

      tapi trims loh udah mau konkrit. btw… jadi beta reader aku mau gak?? hahaha #Apadeh… tapi seriusan koq…wkwkwk

      • naymi 27 berkata:

        gk usah malu kali
        klo jalan2 di jalan kyk org gila bru bisa malu
        kekekekeke

        sama2
        hah? beta reader?
        aq masih sma loh
        kekekekeke
        boleh sih asal gk malu di-beta reader-in anak sma
        kekekekeke

  3. keytu berkata:

    ngakak thor xD
    ntar member yg laen gimana ntu yah, jjong ajah begitu.
    Kerennn (Y)

  4. evy berkata:

    wahh, daebak thor, lanjuuut !

  5. nita diana berkata:

    Wohooo… Eonni, I’m back back back back *ala Sherlock._.*

    Wahh.. Kasian tuh dino oppa :3 , /pukpuk dino oppa/ lanjut eon , ditunggu yaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s