FF 1Shot : Strong Heart Minho Vers.

Posted: Juli 1, 2012 in Uncategorized
Tag:, ,

Strong Heart_Minho Version.

Title : Strong Heart

Author : ViKeyKyuLove

Maincast : Choi Minho,Choi Family.

Support Cast : SHINee Member,Lee Seunggi,Kang Hodong.

Genre : Friendship,Family.

Rate : GGambar

Summary : “Aku hanya seorang rapper, apa yang bisa kubanggakan. Aku tidak sepertimu hyung,yang mempunyi suara lembut menggetarkan. Aku juga tidak seperti Jonghyun hyung dengan teknik vokalnya yang powerfull,bahkan kemampuan nge-rap ku masih kalah dari Kibum yang memiliki berbagai talenta unik lainnya. Dibandingkan dengan maknae kita, Lee taemin. Dance-ku tak ada artinya apa-apa. Lalu apa perananku dalam SHINee, Cuma pelengkap saja eh,,”

Disclaimer : Minho milik ummanya, appanya, keluarga besar Choi, SHINee milik SM,Korea selatan,milik Shawol dan Flamers. Tapi cerita ini murni milik saya seperti halnya Key yang 100% juga milik saya *plaakk, dilempar panci sama Lockets. Cerita ini saya buat sengaja untuk hadiah ulang tahun desember boy kita si Flaming Charisma Minho. Semua alur dan cerita ini adalah fiktif belaka. Tapi jika ada adegan yang sama dengan realita seorang Choi Minho itu merupakan unsure kesengajaan. *tapi Cuma dikit.

Happy reading N please for ninggalin jejak setelah baca cerita ini.hehehe

 

Choi Minho POV

Annyeonghaseyo,, Jonuen Choi Minho imnida. Apa kalian mengenlku??, tidak? Betapa sedihnya. Oh,, kalian mengenalku?, Jinja,, senangnya.

Aku adalah member keempat dari sebuah boyband dari Korea selatan bernama SHINee, bersama Lee jinki,Kim Jonghyun,Kim Kibum dan Lee Taemin. Kami berlima memulai debut Mei 2008 yang lalu dengan single noona nemou yeppo atau bahasa kerennya noona your so pretty.

Jika kalian pernah melihat member SHINee, yang paling jangkung itulah aku. Flaming Charismatik Minho. Entahlah, dapat dari mana julukan itu aku sendiri pun tidak tahu. keke

Kalian ingin tahu mengapa aku disini, baiklah,, tidak usah banyak basa-basi, karena jujur saja aku bukan orang yang dengan mudah berbicara panjang lebar dengan orang lain seperti Kibum atau Jonghyun hyung. Apa kalian ingin mendengar sedikit ceritaku (kutekankan kata sedikit, lagi-lagi karena alasan aku bukan orang yang mudah berbicara banyak). Mari sini mendekat dan merapatkan tempat duduk kalian.

Story begin~

Inchoen, 2001.

“Minho~ya,, kau tidak usah ikut appa melatih hari ini.”Kudengar larangan appa saat aku tengah bersiap memakai sepatuku di depan pintu kamar. Ya, kalian pasti tahu. Appaku-Choi Geumyoen-adalah seorang pelatih sepakbola sebuah klub kecil di Korea. Dan biasanya setiap sabtu sore appa akan mengajakku ketempat dia melatih.

“Waeyo appa,, aku sudah bersiap.”jawabku tak mengerti.

“Lebih baik kau ikut umma saja,, hari ini appa hanya datang ke Klub untuk mengurus kepindahan appa.”

“Mengurus kepindahan?? memangnya Appa mau pindah ke klub mana lagi.”tiba-tiba Minsoek hyung menyahut dari balik meja belajarnya.

“Mulai bulan depan Appa akan melatih salah satu klub di Kawasan Timur tengah.”ujar Appa seraya mengambil Koran dari atas meja.

“Jinja,, Appa akan keluar negeri. Boleh Minho ikut dengan Appa.”kulangkahkan kakiku mendekati kursi yang diduduki appa.

“Tidak Minho~ya,, Appa tidak pindah kesana. Hanya pulang pergi Korea sebulan sekali.”justru umma yang menjawab saat beliau keluar dari kamar sambil menenteng kamera.

“Uh,, aku tidak bisa melihat appa melatih lagi. Padahal aku ingin sekali menjadi pemain sepak bola professional seperti Thiery Henry,David Bechkam,Pele dan Francesco Totti.”gumamku tanpa sadar.

“Kau bilang apa Minho~ya? ingin menjadi pemain sepak bola professional,, Appa tidak mengijinkan. Dengarkan ucapan appa kali ini, menjadi seorang pemain sepak bola itu melelahkan. Butuh skill dan ketahanan mental yang kuat. Meskipun appa seorang pelatih sepak bola tapi appa tidak menginginkan anak-anak appa menjadi pemain sepak bola.”Urai appa panjang lebar.

“Tapi appa,,,”bantahku,,

“Jangan membantah Choi Minho,, apa yang dikatakan appa benar. Menjadi seorang Pemain sepak bola professional tidak hanya membutuhkan skill yang hebat tapi juga ketahanan fisik dan mental yang kuat. Lupakan saja cita-citamu menjadi pemain sepak bola itu.”potong Minsoek hyung sebelum ucapanku selesai.

“Sudah,, sudah,, yoebo,, kau harus berangkat sekarang. Biar Minho ikut denganku ketempat pemotretan.”Umma segera menengahi perbincangan kami.

Aku hanya bisa diam mendengar perkataan mereka. Sejak kecil aku terbiasa dididik untuk mendengar orang lain dahulu, menganalisa apa yang kudengar baru berbiacara jika diperlukan.

“Umma,,”kupanggil umma saat kami sudah berada di mobil menuju tempat pemotretan. Ya, ummaku adalah seorang fotograger freelanca sebuah majalah anak-anak. Terkadang, umma menggunakan aku sebagai model dalam objek pengambilan gambarnya seperti hari ini.

“iya sayang,,”sahut umma tanpa mengalihkan focus dari jalanan.

“Kenapa appa melarangku untuk menjadi pemain sepakbola. Padahal appa tahu kalau aku sangat menyukai olahraga.”desahku dengan pelan.

“Sepertinya umma tidak perlu mengatakan alasannya lagi, apa yang Appa dan hyungmu katakan dirumah tadi harusnya cukup menjelaskan pertanyaanmu sayang.”

“Tapi umma,,”bantahanku kabur begitu saja saat melihat senyum diwajah cantik umma.

“Dengar Minho,, Appa dan umma sangat menyayangimu juga hyung-mu. Kami tahu yang terbaik untuk kalian. Umma tidak mau dengar kamu membahas masalah ini lagi. Sekarang pasang senyum manismu dan bersiap untuk pemotretan hari ini.”pesan umma seraya mengusap rambutku perlahan.

“Ne,, umma.”jawabku dengan patuh.

***

Dengan larangan appa, sepertinya aku harus mengganti cita-citaku sebagai seorang pemain sepakbola. Tapi Aku bahkan tidak mempunyai pemikiran lain akan menjadi apa nantinya selain dibidang olahraga.

Suatu saat, aku bertemu dengan seorang pria paruh baya yang mengaku staff sebuah agensi artis yang cukup terkenal. Aku baru kembali dari rumah temanku saat pria itu mencegatku dijalan raya tak jauh dari rumahku.

“Chogiyo,,”dia menyapaku dan memintaku duduk disampingnya, sebuah bangku taman yang cukup rindang.

“Ne,, ada keperluan apa tuan memanggil saya. Adakah yang bisa ku bantu.”

“Begini,, saya Lee Joohoen dari SM entertainment. Kebetulan perusahaan kami sedang melakukan audisi besar-besaran untuk merekrut trainer baru. Dan kulihat kau memiliki senyum kharismatik yang memenuhi syarat menjadi trainer kami.”ujar pria itu dengan wajah penuh semangat.

“Tapi saya sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi artis.”jawabku dengan bingung.

“begitukah,, hmm, sayang sekali. Padahal kau memenuhi syarat untuk menjadi seorang artis besar. Tidak apa-apa,, ini kuberikan kartu namaku dan brosur mengenai Audisinya. Siapa tahu kau berubah pikiran suatu hari nanti. Kalau begitu saya permisi anak muda. Maaf sudah menganggu waktumu.”Pria paruh baya itu membungkuk sekilas dan segera berlalu meninggalkanku bersama kartu nama dan selembar brosur ditanganku.

“Audisi SM entertainment.”Gumamku saat membaca title brosur itu.

Aku berjalan kembali melanjutkan perjalananku kembali tanpa pernah terbersit dalam pikiranku, bahwa pertemuan dengan pria paruh baya itu akan merubah semua jalan hidupku nantinya.

*8*

“Hyung,, apa kau yakin aku bisa lolos audisi ini. bahkan aku tidak punya bakat menyanyi atau bakat dance lainnya.”keluhku pada Minsoek hyung.

Karena ketidak sengajaan Minsoek hyung menemukan brosur Audisi SM dalam tasku, akhirnya umma dan Minsoek hyung menyuruhku untuk mencoba mengikuti Audisi tersebut.

“Tumben sekali kau merasa minder Minho~ya,, anggap saja ini adalah sebuah pertandiangan seperti layaknya pertandingan sepakbola atau pertandingan basket. Aku yakin wajah tampanmu ini bisa memberikan nilai tambah untuk penampilanmu nanti.”nasehat Minsoek hyung.

“Tapi hyung,, aku bahkan tidak tahu apa yang harus ku bawakan saat penampilan nanti. Ottohke hyung,,”

“Mwo?? Kau belum menyiapkan konsep untuk penampilan dalam audisi ini?”hyung menatapku terkejut.

“Aish,, kau ini bagaimana,, setelah ini adalah giliranmu,,”dia mengacak rambutnya dengan frsutasi.

“Terus??”tanyaku.

“Ya,, terus apanya? Kau pikirkan sendiri,, lihat nomor urutmu sudah dipanggil. Sana kedepan.”Minsoek hyung mendorong tubuhku dengan paksa untuk tampil kedepan.

“Tapi hyung,,”kuhentikan langkahku.

“Sudah sana,, ppalli,, palli,”hyung terus saja mendorong tubuhku kesisi panggung Audisi.

“hyung,, kau sudah menjerumuskanku,,”gumamku sambil menatap kepanggung dengan penuh keraguan.

Akhirnya aku berdiri dipanggung dengan gugup. Jujur saja, aku belum pernah berhadapan dengan audiens sebanyak ini. Dan parahnya lagi aku sama sekali tidak tahu apa yang harus ku lakukan di atas panggung ini. Hening sejenak, semua orang mengarahkan matanya dengan heran padaku saat aku hanya diam diatas panggung ini. Kutarik nafasku dengan berat berusaha meredakan kegugupanku.

 “Ayo Choi Minho,, anggap saja ini adalah sebuah kompetisi basket yang bergengsi. Kau tidak boleh kalah dan takkan pernah kalah.”batinku untuk menyemangati diri sendiri.

Senyum terkembang dibibirku dan mulai bernyanyi, hanya ada satu lagu yang muncul dikepalaku. Ya,, aku menyanyikan sebuah lagu kebangsaan negaraku Korea selatan, Aegukga. Mungkin orang-orang menatapku dengan aneh,, menyanyikan lagu nasional saat audisi sebuah agensi artis. Tapi aku tidak peduli, yang ada diotakku hanya bernyanyi dan terus bernyanyi. Tak peduli suaraku terdengar aneh atau sumbang sekalipun. Aku hanya ingin bernyanyi dengan penuh percaya diri.

“Prookk, prokk,,”aku tidak menyangka mendapat tepuk tangan meriah dari penonton saat lagu yang kunyanyikan berakhir.

“Choi Minho,, dari Inchoen. Lahir tanggal 09 Desember 1991. Minho-ssi,, selamat anda lolos audisi ini dan diterima menjadi trainer SM entertainment.”

“Benarkah,,, gumasemnida sajangnim.”Aku membungkuk tak percaya saat salah seorang Juri mengatakan bahwa aku lolos audisi. Benar-benar tak bisa dipercaya, berkat lagu nasional korea aku bisa lolos Audisi.

***

Kurang lebih dua tahun, aku menjalani Trainee di agensi artis yang membesarkan nama Shinwa. Sejujurnya, aku tak pernah merasa percaya diri menjalani trainee dengan calon artis lainnya. Kebanyakan dari mereka memiliki bakat alami menjadi seorang artis, mulai dari bakat menyanyi,menari dan acting. Selama dua tahun itu, aku harus belajar dengan keras untuk menyamai langkah teman-teman sesama traineer.

Tanggal 23 Mei 2008, adalah tanggal yang tidak akan pernah kulupakan. Tanggal dimana aku memulai debutku sebagai anggota dari Boyband bernama SHINee. Bersama Lee Jinki yang lebih akrab disapa Onew hyung, Kim Jonghyun, Kim Kibum dan Lee Taemin.

Banyak yang bilang saat-saat awal debut, aku adalah member paling kaku dan pendiam. Bukan tanpa alasan aku bersikap kaku. Ini adalah kali pertamanya menjalani kehidupan baru sebagai artis, rasa canggung, takut dan tidak percaya diri kadang kala mendatangiku. Terlebih, sudah sifatku apapun yang kulakukan harus selesai dengan sempurna. Aku tidak bisa menerima suatu kekalahan atau kekurangan dalam setiap hal yang kukerjakan.

Seringkali aku menangis sendiri saat kami menjalani latihan dan tidak ada kemajuan apapun dari hari kehari. Jika sudah begitu, aku hanya bisa mengurung diri dikamar mandi dan menumpahkan semua kekesalanku seorang diri. Atau duduk diatap gedung SM bersama Jjong hyung, Taemin atau yang lainnya. Mencoba memikirkan kembali apa yang telah kulalui dan kujalani hingga bisa mencapai titik ini, lalu mengevaluasinya agar manjadi lebih baik.

Aku bisa menerima ucapan Kibum yang mengatakan aku hidup dengan penuh keegoisan, saat pertama kali kami berkumpul sebagai member SHINee. Seharusnya bukan egois, hanya tak percaya diri bersanding dengan empat member SHINee lainnya yang memiliki kelebihan dan keistimewaan masing-masing.

Onew hyung dengan eye smile dan suara merdunya, bahkan dia terkenal dengan Onew sangtae yang sudah menjadi trade mark-nya. Atau Jjong hyung dengan suara Charmingnya yang powerfull. Kim Kibum, member paling perhatian dengan kemampuan rap dan keunikan suaranya. Lee Taemin dengan gerak dance-nya yang amazing. Mereka berempat ibarat warna-warna pelangi yang membuat SHINee hidup dan terlihat istimewa.

Suatu ketika Onew hyung pernah mengatakan padaku, jika wajahku mirip dengan tokoh dalam manga jepang. Atau Jonghyun hyung yang berkata bahwa aku tampan dan memiliki mata yang bagus. Tapi aku tak bisa menganggap itu semua sebuah pujian, justru aku merasa bahwa ketenaranku sekarang hanya karena postur tubuhku yang terlihat tinggi menjulang dengan mata belo dan senyum kharismatik. Aku ingin orang-orang mengenal Choi Minho sebagai Choi Minho yang mempunyai kemampuan olah vocal yang baik. Choi Minho yang bisa melakukan gerak dance yang bagus.

“Hyung,, apa arti seorang Choi Minho bagi SHINee.”tanyaku pada Onew hyung suatu ketika saat kami sedang mempersiapkan album baru Romeo+Julliette.

“Apa yang kau tanyakan Minho~ya,,”seketika Onew hyung menghentikan kesibukannya dan mendekatkan duduknya padaku.

“Aku merasa tidak punya tempat di SHINee hyung,, aku tidak berguna.”gumamku tanpa sadar.

“Jangan pernah berkata seperti itu Minho~ya,,”wajah Onew hyung seketika berubah serius.

“Aku hanya seorang rapper, apa yang bisa kubanggakan. Aku tidak sepertimu, Onew hyung yang mempunyi suara lembut menggetarkan. Aku juga tidak seperti Jonghyun hyung dengan teknik vokalnya yang powerfull,bahkan kemampuan nge-rap ku masih kalah dari Kibum yang memiliki berbagai talenta unik lainnya. Dibandingkan dengan maknae kita, Lee taemin. Dance-ku tak ada artinya apa-apa. Lalu apa perananku dalam SHINee, Cuma pelengkap saja eh,,”ujarku dengan nada sedih.

“Kalau kau memang merasa hanya pelengkap saja,, lalu untuk apa selama ini kau berusaha dengan mati-matian untuk bisa menampilkan yang terbaik saat dipanggung. Harusnya kau sudah mengemasi barang-barangmu dan pulang ke Inchoen sejak dulu.”tiba-tiba Kibum menyahut dan berdiri berkacak pinggang didepanku.

“Yaa,, Key apa yang kau katakan.”Jonghyun yang baru datang bersama Kibum dan Taemin terlihat gusar mendengar perkataan Kibum barusan.

“Kau benar Key,, harusnya aku sudah mengemasi barang-barangku dan pergi dari sini. Tak ada tempat untuk seorang yang hanya bermodalkan tampang sepertiku.”jawabku dengan menunduk.

“Huh,, kau itu,, kupikir seorang Choi Minho yang dijuluki flaming charismatic dan terlihat lebih dewasa dari umurnya bisa melihat kelebihan dirinya dengan baik. Ternyata pikiranku salah, hanya karena kau seorang Rapper yang sering mendapat part solo paling sedikit dalam setiap penampilan, kau langsung berpikir dirimu tidak berguna dan tidak berarti dalam SHINee.”Kibum kini sudah duduk tegak dihadapanku.

“Dengarkan aku Choi Minho,, kita berlima ini adalah SHINee. Kita berkumpul untuk saling melengkapi. Kita mempunyai kelebihan dan kekurangan untuk saling mengisi.”Kini suara Kibum terdengar lebih rendah dan pelan.

“Hyung,, apa yang dikatakan Key hyung benar. Mungkin aku machine dance bagi SHINee, tapi aku tidak bisa berdiri dan menari sendiri dipanggung tanpamu hyung, tanpa Onew hyung, tanpa jjong hyung, dan tanpa Key hyung.”Taemin, maknae tersayangku mencoba ikut bicara.

“Setuju,, bukankah aku pernah bilang. Wajah tampan dan kemampuan olahragamu membuatku iri. Kau sangat diperlukan dalam SHINee bukan hanya sekedar menaikkan nilai jual grup kita. Ibarat tubuh, kita berlima ini adalah organ vital dalam SHINee. Onew hyung sebagai leader dia seperti otak yang berfungsi untuk menggerakkan, dan aku Kim Jonghyun ibarat jantung yang berdetak, Key dengan kemampuan audionya ibarat mulut untuk berbicara. Taemin, dengan kemampuan  dance-nya seperti kaki untuk berjalan dan kau Choi Minho dengan segala kelebihan dan kemauan kerasmu ibarat tangan yang berguna untuk meraih apa yang kita inginkan.”ucapan Jonghyun hyung yang panjang lebar itu mulai bisa menenangkan hatiku.

“wow,, perkataanmu barusan membuatku terharu Jjong,,”timpal Onew hyung sembari menepuk pundak Jjong hyung dengan pelan.

“Minho~ya,,, kuharap kau bisa melihat arti dirimu dalam SHINee. Kau dan kita semua adalah arti penting dari semua kerja keras dan perjuangan SHINee. Kita adalah satu kesatuan yang tidak bisa berdiri sendiri.”sambung Kibum dengan wajah penuh senyum.

Ya, meskipun terkadang kata-katanya sedikit menusuk dan frontal, tapi itulah Kibum. Dia adalah orang yang paling jujur dan terbuka dalam mengungkapkan sesuatu. Beda denganku yang harus berpikir berulang kali untuk menyampaikan suatu pendapat terhadap orang lain.

“Kau benar Kibum, SHINee bukanlah SHINee tanpa Onew, tak bisa disebut SHINee tanpa Kim Jonghyun, bukan pula SHINee tanpa Kim Kibum dan tak bisa dikatakan SHINee tanpa Choi Minho juga tak bisa bersinar terang tanpa Lee Taemin. Kita semua ibarat pelangi yang berwarna-warni dan saling melengkapi untuk menjadi sesuatu yang indah.”Balasku dengan senyum lebar.

Ya,, jika memang aku hanya seorang rapper, part solo-ku selalu sedikit apa itu berarti aku tidak berguna. Tentu tidak,, kami semua adalah satu kesatuan, seperti lima planet yang bersinar karena dikelilingi begitu banyak bintang-bintang berhamburan yaitu Shawol fans setia kami berlima.

Sejak saat itu, aku tak pernah lagi mempertanyakan eksistensi dan arti kehadiranku dalam SHINee, karena kami tak akan berarti jika berdiri sendiri. Entahlah, aku begitu menyukai album Romeo+Julliette dan menjadikan album itu sebagia barang paling berharga untukku. Karena berkat album itu aku bisa melihat bakat dan talenta yang kupunya. Aku bisa merasa bangga dengan posisiku sebagai Rapper dan Flaming charismatic Minho.

Dan satu hal yang juga berharga dalam hidupku setelah SHINee adalah fans dan penggemar. Mereka seperti bumi yang terhampar bagi pijakan kami, ibarat sebuah tubuh. Setelah otak,jantung,mulut,tangan,dan kaki, Shawol dan Flamers adalah hati yang merupakan hal paling vital diatas segalanya. Terimakasih banyak untuk semua orang yang mencintaiku,mencintai SHINee.

 Flash back End

Author POV

“Hyung,, ucapanmu pada Minho hyung waktu itu sangat menusuk,, ku kira kau benar-benar membenci Minho hyung.”Taemin berkomentar seraya menoleh pada Key setelah Minho menyelesaikan ceritanya.

“ya,, Kau ini. bagaimana mungkin aku membencinya, kita ini lima saudara.”Key membalas ucapan Taemin sembari mengalihkan wajah juga kearah Minho yang dibalas annggukan kecil.

“Jika Kibum dikenal sebagai member SHINee yang paling cerewet, maka Minho justru terkenal paling pendiam. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal ini Minho~ssi?”Lee Seunggi melemparkan pertanyaan pada Minho.

“Itu,, sebenarnya aku kurang nyaman dengan ungkapan tersebut. bukan karena aku pendiam, hanya saja bagaimana aku bisa banyak bicara jika dalam grup kami sudah ada Kibum,Jonghyun hyung dan Onew hyung yang cerewet. Mereka sudah cukup mewakili apa yang ingin kusampaikan selama ini.”Jawab Minho dengan postur kharismatik andalannya.

“Minho memang pendiam dan jarang bicara,, tapi sekalinya dia bicara bisa sangat berissssikk,, melebihi ibu-ibu tetangga sebelah.”Key menimpali jawaban Minho yang disambut tawa berderai dari seluruh penonton.

“Setuju sekali,, member kami yang satu ini memang terkenal pendiam. Dia berbicara jika ada hal yang penting-penting saja,, karena itulah ucapan Minho selalu dinantikan. Setiap kalimat yeng keluar dari mulutnya sangat berbobot.”kali ini Onew yang menyahut.

“Jinja hyung,, berapa kilo bobotnya? jadi kau selalu menimbang kata-kata Minho selama ini. aku baru tahu.”sambut Jonghyun tiba-tiba sambil manggut-manggut kepala sok serius. Cengiran lebar terlihat dari bibirnya.

“Kim jonghyun,, itu hanya kiasan. Dasar kau. Minho~ya,, kau harus mentarktirku ayam di KFC setelah ini. karena aku sudah mengatakan hal baik tentangmu hari ini”Onew cemberut, lalu berbalik menatap Minho yang tengah tersenyum.

“Tenang saja hyung,,, akan kutraktir ayam sampai puas hari ini.”

“Kenapa hanya Onew hyung saja,, kami tidak.”protes Key dan Jonghyun bersamaan.

“Karena Minho hanya ingin mentarktirku,, kenapa? keberatan?”ujar Onew dengan kesangtaennya sambil memeluk Minho.

“yeah,, Its OnHo moment.”cibir Jonghyun dengan ekspresi lucu.

“Sepertinya disini yang masih sadar kamera Cuma aku,, hyungdeul,, kita sedang syuting hyung. Tingkah kalian seperti anak kecil saja.”Taemin hanya geleng-gelang kepala dan tersenyum geli.

“Kau tidak sadar dengan ucapanmu barusan Taeminnie sang Maknae.”Jonghyun menekankan kata Maknae dengan jelas.

“Waeyo hyung,,”Taemin menoleh pada Jonghyun yang sudah berdiri disamping kursi Taemin.

“Yang Maknae di grup kita siapa??”

“Aku,,”tukas taemin,

“Kau tahukan maknae itu berarti paling muda atau kecil. Jadi siapa yang anak kecil disini.”

“Aniyo,, bukan aku,, tapi Jjong hyung dan hyung lainnya yang seperti anak kecil.”Taemin menjawab dengan wajah polos andalannya.

“Taeminnie,, aku akan memotong jatah banana milk-mu minggu ini.”Onew menimpali perkataan Taemin.

“Andwae hyung,, mianhe,,”taemin mendesah dengan pelan dan berusaha berAegyo sebaik mungkin.

“Yaa,, Kim Jonghyun,, Lee Jinki,, sadar kamera. Kita ditonton seluruh Korea, kalian mau besok muncul berita : sang leader dan Lead vocal SHINee suka menyiksa maknae grup mereka Lee Taemin.”tegur Key seraya menarik Taemin berdiri dan menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.

“Yeah,, its umma and Aegya,,”Teriakk Jonghyun dengan cemberut.

“its Time to MinKey moment,,”sahut Onew.

“Pemirsa,, seperti yang kalian lihat. Bagaimana aku bisa berbicara lebih  banyak jika keempat rekanku sudah sangat berisik seperti ini. Selama ini aku tidak banyak bicara bukan berarti aku pendiam.”Minho yang dari tadi diam sambil tersenyum sendiri menonton empat temannya, kini berbicara saat kamera menyorot wajah tampannya.

Dan kedua MC, kang Hodong dan Lee Seunggi yang seharusnya menjadi pemandu acara justru hanya bisa diam dan menahan tawa melihat keributan tamu acara mereka kali ini.

“Tepuk tangan yang meriah untuk tamu istimewa kita malam ini.”seru Kang Hodong begitu kelima member SHINee sudah duduk kembali dengan tenang. Tampak wajah kelima idola tampan itu masih tak bisa menahan senyum.

“Seperti yang telah kita saksikan bersama,, begitulah kebersamaan member SHINee dalam kehidupan mereka. Lima member yang berwarna-warni seperti pelangi, mereka saling mengisi kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Sebelum acara ini ditutup, kami ingin mendengar beberapa patah kata dari Rapper kebanggaan kita Choi Minho, silahkan.”tukas Lee seunggi.

“Saya tidak bisa berbicara banyak,, hanya ingin mengucapkan terimakasih untuk semua orang dimanapun berada yang sudah mendukung SHINee sampai sekarang. Terimakasih karena sudah memberikan cinta dan dukungan kalian yang begitu besar,,dan kami akan memberikan usaha terbaik kami untuk semua orang yang menunggu comeback kami tahun ini. Gamsahamnida”Minho berdiri diikuti member lainya dan membungkuk bersama.

“Urineun,, SHINee,,”teriak mereka berlima bersamaan.

“Wuahh,, sekarang Choi Mino sudah banyak kemajuan,, baiklah pemirsa,, sampai disini acara kita hari ini dalam Strong heart special Episode Shining SHINee. sampai bertemu minggu depan dalam acara kebanggaan kita,, Strong heart,, saya kang Hodong dan rekan saya Lee Seunggi undur diri,, selamat malam.”tutup Kang hodong.

“Mari kita sambut SHINee dengan Julliette,,”Seru Lee Seunggi.

Finn~

Bagaimana?? Masih kurang bagus ya?? Maklumlah,, Authornya amatiran.*Siapa sih authornya?kekeke

PS : Saengil chukka hamnida,, saengil chukka hamnida,, sarang haneun uri Minho,, saengil chukka hamnida. We be loved you and SHINee,, Always be Shining everytime forever!!.

 

Komentar
  1. choi Hyerin berkata:

    aigo..
    Q terharu..skrang jdi tw dech sejarah(?)Minho Oppa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s