Arsip untuk Mei, 2012

I Knew I Loved You

Tittle : I Knew I Loved You Part 7

Author : ViKeyKyuLov

Main Cast : Kim Hyuna, Lee Jinki A.ka Onew,Kim Kibum A.ka Key,Park Hyejin

Support cast : Shinee member and another cast find in this story.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : PG 16 (Ratingnya naik satu tingkat)

Lenght : sequel

Summary : Aku mencintaimu,, itulah alasan logis mengapa aku ingin kita bertahan dalam pertunangan ini. Dan tentang kenapa aku terlihat mengabaikanmu selama ini, karena system kerja otakku langsung kacau begitu melihatmu. Aku telah berusaha Hyejin~ah,, untuk tak mengacuhkanmu,, tapi rasa gugup membuatku lebih memilih bersikap dingin saat bersamamu.

Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Masihkah menunggu lanjutan FF ini, , selamat membaca!!.” (lebih…)

I Knew I Loved You Part 6

Posted: Mei 24, 2012 in Uncategorized

I Knew I Loved You

Tittle : I Knew I Loved You

Author : ViKeyKyuLov

Main Cast : Kim Hyuna, Lee Jinki A.ka Onew,Kim Kibum A.ka Key,Park Hyejin

Support cast : Shinee member and another cast find in this story.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : PG 15

Lenght : sequel

Summary : Onew menatap nanar sekitarnya. Kalau boleh jujur Onew juga ingin menangis saat ini melihat gadis setegar Hyuna terisak didepannya, juga mengetahui tunangan yang diam-diam dicintainya ternyata lebih menyukai dongsaengnya sendiri.

Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Masihkah menunggu lanjutan FF ini. tanpa banyak basi-basi, Happy reading!.

Note : Theme song “SHinee – The Named I love”, SHINee – Lucifer, SHINee – Quasimodo. Justin Bieber –U Smille,Ronan Keating-When You say nothing at all.

  (lebih…)

I Knew I Loved You

Tittle : I Knew I Loved You

Author : ViKeyKyuLov

Main Cast : Kim Hyuna, Kim Jonghyun, Han Kyung-in.

 Support cast : Shinee member and another cast find in this story.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : PG 13

Lenght : sequel

Summary : Hanya saja aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri untuk tetap bertahan disampingmu, Kim Jonghyun. Kita berasal dari dunia yang berbeda,, aku bukan gadis tangguh yang sanggup menahan semua tekananan ini.

Disclaimer : This story its mine,, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Dan kali ini adalah story-nya Dino Jjong. Happy reading ya!

Note : Theme song “Shinee-Love Like Oxygen and inspirited by SHinee-In My Room.

  (lebih…)

I Knew I Loved You

Title : I Knew I Loved You

Author : ViKeyKyuLov

Maincast : Kim Hyuna,Choi Minho,Kwon Hye-in.

Support Cast : SM entertainment artis.

Genre : Romance, Comedy,Friendship,Family.

Rate : PG 15

Length : Sequel

Summary : “Mungkin aku adalah satu-satunya gadis terbodoh didunia yang menolak perasaan tulus seorang Choi Minho padaku. Aku mencintainya, bahkan jauh sebelum dia mencintaiku, tapi aku tak bisa egois untuk menahannya disampingku hanya karena alasan kami saling mencintai. Aku merasa tak cukup percaya diri berdampingan dengan namja sempurna seperti dia dan menjadi beban untuknya, terlebih lagi. Kenyataan bahwa sewaktu-waktu aku bisa meninggalkannya karena kondisi fisikku yang seperti ini dan menanggung semua kesedihan karena kepergianku.

Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Masihkah menunggu lanjutan FF ini, part ini merupakan side story uri charismatic Minho. Happy reading.

(lebih…)

Tittle : Undiscloser Desire Part 2

Author : ViKeykyulov

Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.

Support cast : Key, Han  Yoora, SHINee member.

Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.

Rate : PG 16

Summary : Persahabatan antara pria dan wanita tidak akan pernah berakhir murni. Diantara keduanya akan muncul suatu perasaan yang disebut Cinta dari salah satu pihak. Entah itu cinta yang terbalas ataupun cinta yang bertepuk sebelah tangan. Entah itu cinta yang tersampaikan maupun cinta yang tersembunyi rapi bertahun-tahun.

Cinta itu sebuah pengorbanan, tak peduli apapun yang kupunya akan kukorbankan. Meski itu adalah masa depanku sekalipun. Bahkan jika dia memintaku untuk memberikan nyawaku, akan kuberikan dengan sukarela padanya. (Han Hyukyung)

(lebih…)

I Knew I Loved You
Title : I Knew I Loved You
Author : ViKeyKyuLov
Maincast : Kim Hyuna,Lee Taemin,Shim Chaeri.
Support Cast : SM entertainment artis.
Genre : Romance, Comedy,Friendship,Family.
Rate : PG 15
Length : Sequel
Summary : “Aku sudah mendengar desas-desusnya, Taemin akan menjalani debutnya Mei nanti. Omoo,, Ottokeh, ottokeh. Aku tak ingin Taemin menjadi artis karena aku tak rela senyum malaikatnya akan terbagi untuk yoeja-yoeja lain diluar sana. Tuhan, tolong aku. Adakah sesuatu yang bisa kulakukan untuk menggagalkan niat Taemin menjadi artis”.
Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Masihkah menunggu lanjutan FF ini, part ini dimulai dari story of maknae Lee Taemin. Cekidot, selamat membaca!!.”

Part 3 : Secret Of Diary.

Kim Hyuna POV

Seoul, Januari 2009
Sesuai dengan janjiku pada Appa, Selepas high School aku harus melanjutkan pendidikanku di bidang bisnis. Meski harus melupakan mimpiku menjadi jurnalis handal. Paling tidak aku merasa pilihanku tepat, sekarang Kiki sudah menjadi artis sesuai dengan cita-citanya.
Aku memutuskan berjalan-jalan sebentar di jalanan kota Seoul, setelah urusan registrasi mahasiswa baruku di Seoul University jurusan Bisnis manajemen selesai. Tanpa terasa langkah kaki membawaku kedepan gerbang sekolah Chungdam High School. Tempat Taemin meneruskan high schoolnya. Sebenarnya hubunganku dengan Taemin bisa dibilang dekat-dekat anjing dan kucing, entah kenapa ada saja hal yang membuatku ingin menggodanya dan pada akhirnya kami akan saling ribut. Dan jujur saja, aku terkadang iri melihat Kiki sangat perhatian pada namja keyojaan itu, bahkan dengan bangganya Kiki berkata hanya Taemin yang boleh memanggilnya umma.. sepertinya saudaraku semakin aneh saja sekarang.
Kuambil ponsel dari saku kemejaku dan mencari nomor Taemin diphone book.
“Yoboseyo,,”sapaku begitu terdengar jawaban.
“Noona, tumben kau menghubungi,, ah,, Appa~yo,,. “aku mendengar suara berisik dari HP-ku dan tiba-tiba sambungan terputus. Ada apa ini, apa yang terjadi pada Taemin.
Bergegas aku masuk kedalam lingkungan sekolah Taemin. Untung saja jam pelajaran sudah berakhir, tingkahku ini tak menjadi tontonan siswa disini.
“Chogiyo,, apa kalian mengenal Taemin, kalian tahu dimana dia sekarang.”setelah berputar putar tak jelas, akhirnya aku bertanya pada salah seorang siswi.
“Igoe,, sepertinya tadi Taemin berada di depan Lab. Bahasa.”
Aku segera berlari menuju arah yang ditunjuk yoeja itu. Dan astaga,, apa ini. Aku melihat Taemin jatuh terduduk dengan seragam kotor penuh kapur dan debu dikelilingi beberapa namja juga yoeja.
“Jangan mentang-mentang artis terkenal,bisa bertingkah sok.”Kudengar seorang namja berteriak didepan Taemin.
“Yaa,,, apa yang sedang kalian lakukan.”aku langsung merangsek kedalam kerumunan dan menarik tubuh Taemin berdiri.
“Punya bodyguard juga rupanya. Tapi kenapa seorang yoeja, dasar banci. Lee Taemin Shinee ternyata seorang banci yang berlindung dibawah ketiak yoeja, haha”namja tadi tertawa merendahkan kearahku.
‘Kau bilang apa barusan, Banci?? ulangi sekali lagi??”kurenggut kerah bajunya dengan kasar dan mendorongnya kedinding. Untung saja postur tubuhku termasuk tinggi, jadi dengan mudah aku bisa mengintimidasi namja kurang ajar ini.
“A,, a,,a ku,,”dia tergagap menjawab perkataanku. Sepertinya orang ini terkejut dengan keberanianku melawannya. Kalian pikir aku takut dengan bocah kecil seperti ini.
“Park Cangryul.,,”kutarik dengan kencang name tag miliknya hingga terlepas.
“ini akan menjadi bukti perilaku pengecutmu,, dasar chiken!!!!.”kuhempaskan dengan kasar tubuhnya kedinding, kemudian namja itu langsung berlari pergi diikuti kawanannya.
“Taemin,, gwenchana,,”aku berbalik menatap Taemin dan membantu membersihkan seragamnya yang kotor.
“Gu, gumawo noona.”dia hanya tersenyum kecut padaku.
“Kajja kita pulang Taemin, kau tidak ada acara apa-apa lagikan??”kulihat dia hanya mengangguk merespon pertanyaanku. Ternyata dibalik senyummu, kau menyimpan semua kesedihanmu sendiri Taeminnie, Uri maknae. Batinku.
“Tapi sebelum itu aku mau bertemu dengan kepala sekolahmu dulu.”aku menarik tangannya dengan pelan.
“Noona,, aku takut, bagaimana jika masalahnya ini jadi gossip tak mengenakkan terhadap image SHINee.”Taemin menahan tanganku begitu aku berniat membuka pintu ruang kepala sekolah.
“Tenang saja Taemin,, noona yang akan mengurus semuanya.”kuusap dengan lembut punggungnya, mencoba menenangkan Taemin.

Ternyata yang menyambut kami diruang kepala sekolah hanya wakilnya saja. tanpa berbasa-basi aku langsung kepokok masalah dan meminta pihak sekolah mengusut masalah ini sampai tuntas. Mungkin terdengar sedikit tidak sopan, tapi aku sudah tidak peduli. Karena aku benar-benar geram dengan perlakuan buruk yang diterima Taemin disekolah ini. Bahkan kejadian ini bukan kali pertamanya dialami oleh Taemin.
“Mohon soesangnim segera menyelesaikan masalah ini, dan saya harap kejadian ini tak terulang kembali. Dan satu lagi, saya harap juga hal ini jangan sampai bocor ke Media. Kasahamnida.”setelah berpamitan, aku langsung mengajak Taemin pulang ke Dorm SHINee.
Saat kami berniat keluar dari gerbang sekolah, aku merasa ada yang mengikuti gerak-gerik kami dari belakang. Saat aku menengok, kulihat seorang yoeja tengah menatap kami dengan sorot mata yang aneh, seperti ada rasa benci,kecewa dan kesedihan yang terpancar dari matanya.
“Kau tunggu disini Taemin.”dengan penasaran aku mendatangi yoeja aneh itu, karena sepertinya dia mau mengungkapkan sesuatu. Saat kudekati, dia malah berlari menjauh dengan takut, sebuah buku terjatuh dari dalam tasnya tanpa dia sadari.
“Buku Diary,,”kupungut buku itu yang ternyata sebuah Diary bersampul warna biru.
***

Dorm SHinee, 20 Januari 2009. 07 : 00 PM.
Bersama empat member Shinee termasuk Kiki,kami tengah duduk disofa apartement milik SHINee membicarakan masalah Taemin disekolah tadi. ya, aku sudah menceritakan semua yang menimpa taemin pada mereka. Sedang Taemin sendiri langsung mengurung diri dikamar begitu kami sampai disini.
“Tak kusangka, anak itu tak menceritakan masalahnya pada kita. Apa dia tidak menganggap aku dan kalian semua saudaranya.”Onew oppa terlihat paling terpukul. Dia merasa gagal menjadi leader yang baik untuk Taemin.
“oppa,, jangan begitu. Mungkin Taemin punya alasan kenapa dia tak ingin bercerita.”aku berusaha menenangkannya.
“Benar hyung, mungkin Uri maknae hanya tidak ingin membebanimu.”Jonghyun menepuk bahu Onew yang duduk disampingnya.
“Kupikir selama ini aku sudah cukup mengenal dan memperhatikan kalian semua, tapi nyatanya hal penting seperti ini malah luput dari penglihatanku. Taeminnie maafkan hyungmu ini yang tidak peka terhadap masalahmu.”Kiki menutup wajahnya dengan kedua tangan.
“Sudahlah Ki, jangan menyalahkan diri seperti ini. lebih baik kita pikirkan untuk mencari solusinya.”
“Aku setuju denganmu Na~ya. Yang harus kita pikirkan adalah mencari jalan keluar dari masalah ini bukan malah saling menyalahkan diri begini.”Minho menyetujui ucapanku.
“Apa kau punya ide Na~ya.”Kiki menatap penuh harap kearahku diikuti yang lainnya.
“Begini saja, besok salah satu dari kalian datang kesekolah Taemin untuk meminta laporan dan hasil penyelidikan supaya masalah ini cepat selesai dan tidak terekspos dimasayarakat. Untuk sementara tolong rahasiakan hal ini dari manajer oppa juga orang tua TAemin, tadi siang dia memintaku untuk tidak memberitahu orang tuanya.”
“Ide yang bagus, besok kau ikut aku Key, kesekolah Taemin untuk meluruskan semua permasalahan ini.”Onew oppa merespon ideku dengan baik.
“oh iya,, ada satu hal lagi, tapi aku kurang yakin masalah ini ada kaitannya dengan Taemin atau tidak. yang jelas aku menemukan buku ini dari seorang yoeja aneh yang terus membuntutiku danTaemin tadi siang.”Aku mengeluarkan sebuah Diary bersampul biru dari dalam tasku.
“Buku harian,, milik siapa??”Minho mengambil buku itu dan membuka-buka halamannya.
“Coba kau baca Na~ya,, siapa tahu ada informasi pemilik buku didalamnya.”Jonghyun oppa menyuruhku membaca buku itu begitu Minho menyerahkannya kembali padaku.
Ku buka halaman pertama,,,
“Shim Chaeri, tempat tanggal lahir, Seoul 18 Juli 1992.”Ternyata pemilik buku ini bernama Shim Chaeri.
Kubuka halaman selanjutnya,,
Seoul, 23 Maret 2006
Hari ini aku bertemu dengan seorang namja bernama Lee Taemin. Dia memiliki senyum tulus yang membuat jantungku berdebar dengan kencang saat melihatnya. Kurasa aku jatuh cinta padanya, jatuh cinta pada pandangan pertama.

Seoul, 12 April 2007
Aku tak pernah melihatnya lagi sejak memasuki High School, namja dengan senyum malaikat yang membuatku terpikat. Tapi, tadi siang aku melihatnya didepan kantor SM. Ternyata Taemin menjadi Trainer di SM sejak lama. Ah,, Taeminnie, Jongmal Boghosipta. Sekarang kau makin terlihat tampan.

Chungdam High School,07 Januari 2008
Betapa senangnya hatiku. Hari ini aku melihat Lee Taemin berjalan didepan kelasku dengan mengenakan seragam Chungdam. Aku tak percaya!! Dia bersekolah ditempat yang sama denganku. Mulai sekarang aku bisa melihat senyum malaikatmu setiap hari.
Chungdam High School,25 Maret 2008
Aku sudah mendengar desas-desusnya, Taemin akan menjalani debutnya Mei nanti. Omoo,, Ottokeh, ottokeh. Aku tak ingin Taemin menjadi artis karena aku tak rela senyum malaikatnya akan terbagi untuk yoeja-yoeja lain diluar sana. Tuhan, tolong aku. Adakah sesuatu yang bisa kulakukan untuk menggagalkan niat Taemin menjadi artis.

Seoul, 30 April 2008
Teaser picture dari Boyband yang beranggotakan Taemin didalamnya sudah keluar. Aku melihat gambar Taemin dengan senyum malaikatnya tersebar dimana-mana baik melalui poster ,majalah dan Internet. Rasanya aku ingin menyobek semua majalah dan poster yang menampilkan senyum malaikatnya itu.

SBS Building, 23 Mei 2008
Ahh,, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Taemin telah menjalankan debutnya bersama SHINee dengan sukses. Dan seperti yang sudah aku duga sejak pertama, senyum malaikatnya langsung digilai oleh para Yoeja diseluruh Korea. Aku tak rela, sungguh-sungguh tak rela. My Taeminnie kau sudah membuatku sedih dan kecewa.

Chungdam High School, November 2008
Aku mendengar obrolan teman-temanku yang iri terhadap kepopuleran yang dimiliki Taemin. Terlebih lagi namja dengan senyum malaikat itu tetap terlihat bersahaja dan rendah hati dengan semua hal yang telah ia capai bersama SHINee. entah setan dari mana yang merasukiku, dengan sengaja aku memprovokasi teman-teman namjaku itu untuk mengerjai Taemin. Mungkin aku sudah terlalu terobsesi padanya. Hatiku terasa sakit setiap kali melihat Taemin membagi senyum malaikat miliknya kepada penggemarnya yang disebut Shawol dan Taemints.

Chungdam High School,10 Januari 2009
Aku menyesal pernah menyuruh teman-temanku untuk mengerjai Taemin. Sekarang mereka jadi keterusan untuk mem-bully taemin. Bahkan Taemin seperti diasingkan dari lingkungan sekolah.
Taemin, Mianhe,, Jongmal Mianhe. Aku tak tahu jika rasa cintaku justru membuatmu menderita. Aku sedih setiap kali melihat sorot sendu dimatamu. Tidakkah kau mempunyai keinginan untuk membalas perlakuan mereka, satu kali saja!!. Kenapa kau harus tetap tersenyum disaat mereka menyakitimu. Malaikatku yang malang, jangan tersenyum seperti itu untuk menutupi kesedihanmu, karena membuatku merasa hina berhadapan denganmu. Adakah yang bisa kulakukan untuk menebus dosaku padamu.

Aku membalikkan halaman-halaman selanjutnya, tapi kosong. Yang ada hanya tempelan-tempelan foto wajah Taemin yang sepertinya diambil secara sembunyi-sembunyi dari sejak gadis itu melihat Taemin untuk pertama kalinya.
“Aigoo,, tak kusangka ada yoeja yang terobsesi dengan Taemin seperti ini. bahkan umurnya saja belum genap 17 tahun.”Jonghyun oppa menggelengkan kepala tak percaya setelah aku menutup buku diary itu.
“Jadi, apa yang harus kita lakukan terhadap yoeja gila ini. rasanya aku ingin sekali menjabak rambutnya dengan kesal. Dasar provokator!!”Kulihat Kiki mengepalkan tangannya dengan geram. Sedangkan Onew oppa dan Minho hanya tertunduk dengan lesu.
“Jangan gegabah Ki, apa kau pernah mendengar mendengar ungkapan : kebencian yang paling besar adalah saat seorang fans berubah menjadi anti fans dan saat perasaaan cinta yang dalam berubah menjadi benci. Dan kurasa seperti itulah yang tengah dirasakan gadis itu terhadap Taemin.”Entah dapat filosofi dari mana, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.
“Wuahh,, Na~ya,, kau tadi makan apa?? Kata-katamu barusan sangat menyentuh.”Kiki tertawa sinis mengejekku.
“Jangan menyepelekan perasaan wanita Key, mereka biasanya lebih sensitive dengan hal-hal seperti ini.”Jonghyun oppa membelaku. Tau deh,, Jonghyun oppa kan terkenal pencinta wanita.
“Dengar itu, jangan menyepelekan perasaan wanita. Dasar kau ini.”Aku melemparkan bantal kursi kemuka manusia paling menyebalkan alias Kiki.
“Jinja,, bahkan aku ragu kalau kau ini wanita.”Kiki balas melemparkan tas tanganku.
“Ya,,,, Tuan Kim yang serba bisa, kenapa kau melempar tas kesayanganku.”Aku menerjang tubuh Kiki dengan kesal. Dan seperti biasa, jika duo Kim bersaudara sudah beraksi maka member Shinee yang lain memilih menyingkir.
“Perasaan tadi kita sedang serius membahas buku Diary milik yoeja aneh itu deh.”Minho hanya menatap pertiakaian antara aku dan Kiki dengan enggan. Sedangkan onew oppa dan Jjong oppa mengangkat bahu tak ingin ikut campur.
***

28 Januari 2009, Shappire Café.
Sekarang aku sedang berhadapan dengan sorang yoeja bernama Shim Chaeri, sipemilik buku Diary bersampul biru. Saat kuperhatikan ternyata yoeja ini manis juga, dengan hidung mancung dan kulit putih, rambut panjang lurus yang digerai bebas kemudian mata bulat besar dan bibir tipis berwarna softpink mengingatkanku pada tokoh-tokoh komik jepang.
“Jadi kau yang bernama Shim Chaeri.”Kulihat gadis itu duduk dengan sedikit gugup.
“Ne,, bagaimana kau bisa tahu namaku.”dia menjawab dengan takut.
“Igo,, punyamu kan??”sengaja aku berbicara dengan nada dingin seraya mengangsurkan buku diary miliknya, melihat tampang ketakutanya membuatku ingin tertawa. Ahh, jahatnya diriku pantas orang-orang bilang aku ini twins evil,, hehe
“ Ba,, bagaimana buku ini ada bersama anda,”Yoeja itu terlihat sangat kaget.
“Aku menemukannya di sekolah Taemin kemarin.”
“Ohh,, nde??”
“Maaf kalau aku sudah lancang membaca buku itu. Dan jujur saja, sebagai noona Taemin aku tidak terima dengan apa yang kau lakukan pada namdongsaengku selama ini.”Aku pura-pura menatap tajam padanya membuat gadis itu semakin menggigil ketakutan.
“Soal itu,, aku,, aku minta maaf. Aku tak bermaksud berbuat jahat pada Taemin.”Shim Chaeri menundukkan wajah tak berani menatapku. Lihat saja nona, aku sudah menyiapkan rencana besar untukmu, batinku.
“Jangan minta maaf padaku,minta maaflah pada orangnya langsung. Apa kau bisa.”
“Maksudnya,,”akhirnya dia berani melihat wajahku meski dengan tampang kaget.
“Ya,, kau harus ikut aku untuk meminta maaf langsung pada yang bersangkutan. Apa kau setuju.”
“ta,, tapi, aku malu bertemu dengannya.”dia memilin-milin jari-jarinya diatas meja dengan gelisah.
“Kenapa harus takut, berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Kajja.”dengan santainya aku berdiri dan bersiap pergi.
“Baiklahh,,, tapi apa boleh aku tau kita akan kemana. Dan aku harus memanggilmu siapa.”ternyata yoeja ini penurut juga. Kalau aku dibodohi begini pasti sudah kulawan, kekeke.
“Kau ikut saja, dan perkenalkan namaku Kim Hyuna, panggil saja Hyuna”.
“Ohh,, ne.”dia hanya mengangguk dan mengikuti langkahku keluar dari café.
_
Akhirnya kami sampai ditujuan. Gadis itu selama dalam perjalanan hanya diam saja dan sesekali memandangiku dengan takut. Apa aku semengerikan itu. Huh,, perasaan tampangku hari ini baik-baik saja bahkan aku merasa sangat cantik dengan Hoodie coklat pemberian Kiki ini. *
“Kim Hyuna ssi,, kita dimana.”Chaeri menatap bangunan apartement dihadapan kami dengan bingung. Ya, aku sengaja tidak bilang kalau aku akan mengajaknya ke Dorm SHINee. hari ini semua member ada di Dorm, karena kebetulan mereka sedang Vakum selama 4 bulan setelah selesai promosi album mereka.
“Tinggal ikut saja kenapa bawel sekali sih.”aku mendengus sebal dan itu membuat wajahnya menciut semakin takut. Sepertinya aku harus cerita pada Kiki nanti, kalau aku sudah membuat anak orang ketakutan begini. Pasti dia akan tertawa terpingkal-pingkal. Aku tersenyum sendiri .
Dengan patuh Shim Chaeri mengikutiku berjalan menuju pintu apartement. Kupencet bel dan menunggu seseorang membukakan pintu.
“Aku pulang,,”teriakku begitu pintu terbuka. Wajah Minho menyembul dari balik pintu.
“Ah,, Na~ya kau sudah datang. Nuguseyo??”Minho mengarahkan pandangannya dengan heran kepada yoeja cantik dibelakangku.
“Tamu kita,, dimana yang lain.”aku menjawab sekenanya dan memasuki dorm.
“Chaeri ssi,, apa aku akan terus berdiri didepan pintu begitu.”aku menoleh pada Chaeri yang masih mematung didepan pintu menatap sosok jangkung Minho. Jangan bilang gadis itu terpesona pada si flaming Charisma Minho.
“Jankaman,, Shim Chaeri,, yoeja itu???.”Minho menatap penuh arti padaku yang kubalas dengan anggukan.
“Shim Chaeri ssi,, Choi Minho Imnida,, silahkan masuk.”baru setelah Minho yang menyuruhnya masuk, yoeja itu langsung masuk kedalam.
“Ne,, kasahamnida Minho ssi.”Chaeri mengangguk dan menyusulku masuk.
“Minho~ya,, dimana yang lain.”Aku duduk disofa sembari mengeluarkan PSP kesayanganku.
“Sepertinya masih didapur, tadi kami baru selesai makan,, sebentar kupanggilkan mereka sekalian kubuatkan minum untuk tamu kita ini.”Minho mengedip jahil padaku, membuat Chaeri terlihat semakin bingung.
“Sekalian buatkan untukku ya,, aku juga haus.”balasku.
“Shirroe,, kau buat sendiri sana, seperti tamu saja minta dilayani.”Minho hanya mehrong padaku, lalu bergegas pergi sebelum bantal sofa yang kulempar mengenai badannya dan justru mendarat dengan mulus diwajah Kiki yang baru datang.
“Yaa,, siapa yang melempar bantal sembarangan.”Kiki langsung menatapku dengan death glare-nya.
“Uppss,, Sorry my brother. Tidak sengaja.”jawabku santai.
“Na~ya,, kau sudah sampai,,”Kiki mengurungkan niatnya mengomeliku begitu melihat Onew oppa yang langsung menegurku begitu muncul diikuti ketiga member lainnya berjalan masuk keruang tamu.
“Jadi kau yang bernama Shim Chaeri, noemu Kyopta.”Jonghyun oppa datang-datang langsung duduk disamping Chaeri sembari mengedip-ngedipkan sebelah mata membuat yoeja itu salah tingkah.
“Oppa,, kau mulai centil. Menjauh darinya.”aku menimpuk jonghyun oppa dengan bungkusan kecil yang ada disampingku.
“Ohh,, ini Shim Chaeri,,”mendengar nama Shim Chaeri, Kiki langsung mendelik dengan sebal dan berusaha mendekatinya. Kutarik tangan Kiki, dan mendudukkannya disampingku. Takut dia akan berbuat macam-macam mengingat Kemarin Kiki yang paling kesal saat kami membaca buku diary milik yoeja ini.
“Shim Chaeri ssi, kenalkan aku Onew. Leader Shinee sekaligus hyungnya Taemin. Dan ini Jonghyun hyung kedua Shinee, itu Key yang duduk disebelah Hyuna. Kemudian Minho dan ini, kau pasti sudah mengenalnya, maknae kami Lee Taemin.”Onew oppa mengenalkan member Shinee pada Yeoja itu dan kulihat Chaeri langsung membulatkan mata tak percaya saat melihat Taemin yang muncul dari belakang badan Minho. Ada semburat merah yang merona dipipi gadis itu saat Taemin tersenyum padanya, sepertinya dia benar-benar menyukai taemin.
“Mianhamnida,, Jongmal Mianhamnida Taemin ssi. Aku sangat menyesal telah melakukan hal buruk padamu selama ini.”Akhirnya gadis itu bersuara juga setelah dari tadi hanya diam saja. Dia berdiri dan membungkukkan badan persis didepan Taemin.
“Chanmaneyo Shim Chaeri ssi. Itu semua bukan salahmu, lagipula kau tidak melakukan apa-apa padaku.”Taemin tersenyum manis pada gadis itu. Kurasa Chaeri sebentar lagi akan pingsan melihat senyum Taemin yang dia bilang senyum malaikat itu secara dekat dan langsung. Pipinya sudah semakin matang seperti kepiting rebus.

“Gureo,, tapi tetap aku merasa bersalah padamu. Karena aku pernah menyuruh teman-temanku untuk mengerjaimu. Setidaknya apa yang bisa kulakukan untuk menebus kesalahanku padamu.”Chaeri masih menunduk tanpa melihat kearah Taemin.
“BAiklahh,, karena kau yang meminta Chaeri ssi,, jadilah asisten pribadiku selama 3 bulan kedepan.”wow,, Great!! Akhirnya bocah manja itu mau juga mengikuti rencanaku. Padahal kemarin Taemin menolak mentah-mentah ideku untuk sedikit memberi pelajaran pada yoeja ini. sebenarnya niatku baik dan teramat baik malah, aku hanya ingin membuat Shim Chaeri ini sadar bahwa membenci label keartisan Taemin hanyalah membuang-buang energy, tidak semua artis itu hanya bisa tebar pesona dan secara tidak langsung dia juga bisa berdekatan dengan pengeran senyum malaikat-nya itu. See,,Kurang baik apa aku ini coba.
“Mwoo,, Asisten pribadi!!”Chaeri memandang Taemin tak mengerti.
“Ne,, kalau kau bersedia menjadi asistenku selama 3 bulan kedepan. Secara otomatis dosamu padaku akan kulupakan.”Taemin tertawa sedikit jahil dan mengedipkan mata saat bertatapan denganku. Aissh,, bocah ini bisa evil juga ternyata.
“Kenapa diam Shim Chaeri ssi,, kau keberatan.”Kiki mengarahkan matanya pada Chaeri dengan pandangan kurang bersahabat.
“A,, aniyo,, baiklah aku setuju Lee Taemin ssi. Mohon bimbingannya untuk 3 bulan kedepan ini.”Chaeri membungkukkan badannya dengan sopan.
“Kalau begitu,, mulai besok kau harus datang kesini dan mengikuti semua schedule Taemin, oh ya,, jangan lupa kau juga harus menjadi tutor belajarnya karena nilai-nilai Taemin sangat payah dan itu semua gara-gara kehidupanya disekolah terusik oleh tingkah tak pentingmu itu.”Kiki yang terkenal dengan julukan The Almighty Key mulai menitahkan perintah dengan sadis.
“Yaa,, Key jangan galak-galak padanya. Dia itu yoeja yang manis, jangan samakan Shim Chaeri dengan kembaranmu itu, dia bisa tidak betah berlama-lama disampinng kita.”Jonghyun oppa menegur Kiki, dan dengan kompak aku juga Kiki mendatangi Jonghyun oppa lalu mulai menjitak kepalanya.
“Hyung,, kau membelanya hah,,dan kau berani membantah Almighty,”
“Oppa,, apa maksudmu,, dia tak sama denganku,, jadi menurutmu aku kalah cantik dibanding Shim Chaeri,”
“Onew Hyung,, Minho,, tolong aku jebal,, jauhkan duo Evil ini dariku.”Jonghyun oppa berusaha menghindar dari seranganku dan Kiki dengan berlindung dibalik tubuh Onew oppa.
“Yay,, ya,, Jonghyun menjauh dariku, aku tak ingin terseret dalam kasusmu ini,, Kim Jonghyun,,”Onew oppa berusaha melepaskan genggaman tangan Jjong oppa dari tubuhnya. Dia tak ingin mengambil resiko berurusan dengan twins evil seperti kami rupanya.
“Jangan memandang mereka dengan takut begitu Chaeri ssi mereka berdua tak akan memakanmu,, Key hyung dan Hyuna noona orangnya memang begitu,, sedikit “meledak”.”kudengar Taemin mengucapkan sesuatu pada Chaeri yang masih melongo melihat aksi “Penyiksaan” duo evil pada lead vocal SHINee ini.
“Aku mendengar itu Lee Taemin.”Jawabku dengan memandang tajam padanya.
“Piss noona,, damai.”Taemin mengacungkan jari membentuk huruf V.

February 2009

Shim Chaeri POV
Hari ini adalah bulan pertama aku menjalankan pekerjaan sampinganku sebagai asisten seorang Kpop idol, Lee Taemin SHINee. Cerita awalnya sedikit memalukan, hanya karena sebuah buku Diary milikku yang ditemukan oleh Hyuna unni yang akhirnya semua rahasiaku tentang namja cinta dalam hatiku terkuak dan akibatnya, kini aku harus menebus semua kesalahanku dengan menjadi asisten Lee Taemin selama 3 bulan.
“Riri~ya,, bawakan jaketku itu disana.”aku mendengar suara menyebalkan itu menyuruhku. Ya, itu adalah suara Key oppa. Dia tak menyukaiku sejak pertama kali melihatku, dengan alasan aku yang menyebabkan Taemin di Bully disekolah.
Sebenarnya posisiku ini sebagai asisten taemin atau dia sih, Key oppa tak pernah berhenti menyuruhku ini itu dan tak pernah membiarkan aku menganggur sebentar saja dan yang membuatku sebal, cerewetnya itu tak ada yang bisa menandingi, bahkan ummaku saja kalah dengan kecerewetannya.
“Ya,, tuan Kim yang serba bisa, bawa sendiri jaketmu. Dia ini khusus asisten Taemin, bukan asistenmu.”seorang yoeja melemparkan jaket Key oppa yang tadi diberikan padaku. Ya inilah Hyuna unni, saudara angkat key oppa.
Aku menyimpan banyak kesalah pahaman sejak pertama kali melihat yoeja cantik ini. awalnya kupikir Hyuna unni adalah yoeja galak dan menakutkan. Tapi semakin aku mengenalnya ternyata Hyuna unni itu berkepribadian unik dan menarik. Dan yang paling aku suka, dia adalah satu-satunya orang yang bisa melawan ke-almightian Key oppa. Karena itulah Hyuna unni selalu membelaku atas tindak kesewenang-wenangan Key SHINee padaku. Kupikir sebenarnya Hyuna unni dan Key oppa itu cocok jika menjadi pasangan, sifat mereka benar-benar sama. Bahkan julukan twins evil itu sangat pas disandang keduanya.
“Jinja,, kau ini benar-benar Key,,tidak bisakah kau ramah sedikit padanya,”kalau yang ini jonghyun oppa, dia yang paling sering terlibat pertikaian dengan duo evil,bahkan aku lebih suka menyebut mereka bertiga, triple Kim rusuh. Karena hanya mereka bertiga yang suka membuat rusuh suasana didorm.
“Jonghyun,, jangan memulai, biarkan kali ini dorm terasa tenang.”suara lembut itu merasuk ketelingaku. Itu milik onew oppa, dia leader dan member favoritku. Aku menyukai semua hal tentang dirinya,bahkan saat dia sedang berjayus ria dengan kesangtaeannnya yang sudah menjadi trend mark seorang onew SHINee.
“Benar kata onew hyung,, jangan buat rusuh lagi disini Kim-Line, aku mau tidur.”seorang namja dengan tubuh tinggi menjulang menimpali. Kalau ini Choi Minho, si flaming charisma sang raja tidur. Dia tak terlalu banyak bicara, tapi sikapnya sangat dewasa dibanding umurnya. Pantas saja jika jumlah flames paling banyak dibanding MVP, Blingers,Lockets bahkan Taemints sekalipun.
“Riri noona,, apa kau tahu dimana hanphone dan Ipodku, aku lupa menaruhnya tadi.”dan yang terakhir ini adalah suara favoritku sedunia. Kalau aku menyukai semua hal tentang onew oppa, justru aku mencintai semua hal tentang namja bernama Lee Taemin ini. bahkan aku jatuh cinta padanya jauh sebelum dia menjadi artis. Kini dengan perlahan aku mulai melupakan ketidaksukaanku dengan label artis yang melekat pada diri namja dengan senyum malaikat ini.
***

“Yaa,, Lee Taemin sebenarnya kita mau kemana??”aku mendengar suara Hyuna unni yang berbisik pada Taemin yang kini berjalan didepanku. Setelah latihan dan recording untuk album baru SHInee, Taemin memaksa Hyuna unni dan tentu saja aku sebagai asistennya menemani dia ke gedung bioskop.
“Noo~na,,, aku mau nonton,, kau tahu sendirikan kalau aku tidak diizinkan Key hyung kemana-mana sendirian. Jadi aku mengajakmu supaya Key hyung dan hyung lainnya tidak melarangku.”Taemin beraegyo kepada Hyuna unni yang dibalas tatapan sengit darinya.
Aku terkadang heran dengan Taemin, dia itu selalu bersikap manja pada orang-orang disekitarnya dengan mengandalkan Aegyo-nya. Tapi dia tak pernah sekalipun bermanja padaku. Dia terlihat berbeda saat berhadapan denganku.
“Ara,, ara,, sebenarnya aku tahu maksudmu,, kalau begitu nikmati saja kencan kalian. Masalah Key dan hyungmu biar aku yang urus. Dua jam lagi kita bertemu disini.”Hyuna unni bersiap pergi.
“Unni,, kau mau kemana??”aku menahan tangannya dan memohon dengan tatapanku. Jangan biarkan aku hanya berdua dengannya, bisa-bisa aku pingsan karena sport jantung terus-terusan.
“Sudah kubilang aku tidak mau jadi pengganggu, nikmati saja kesempatan ini. aku ada urusan sendiri, lagian mana asik menonton kalian nge-date.”Hyuna unni mengedipkan mata padaku dengan jahil.
“Sudah sana pergi noona,, palli,, ppalli.”Taemin melah mengusir Hyuna unni dengan gerakan tangannya.
“Iya,, iya,, dasar maknae kurang ajar. Aku pergi.”Hyuna unni sempat menjitak kepala Taemin sebelum berlalu dari hadapan kami.
“Jinja,, Hyuna noona hoby sekali memukul kepala orang,, Riri noona, aku lapar. Kita cari makan dulu saja.”Taemin memegangi kepalanya.
“Kau bilang tadi mau nonton.”Aku menatapnya heran.
“sudahlah,, ayo ikut saja.”Dia langsung menarik tanganku keluar dari gedung bioskop.
“Sepertinya makan ramyun disana enak juga.”taemin berteriak dengan semangat sambil menunjuk sebuah kedai sederhana disebrang jalan.
“Taemin, kau tidak takut ada Shawol yang mengenalimu. Ini bisa jadi masalah besar.”aku menghentikan langkah Taemin saat akan memasuki kedai.
“Gwenchana noona,, penyamaranku sempurna. Lihatlah.”dia hanya tersenyum sambil memperlihatkan topi dan kacamata super tebalnya.
“Terserah kau sajalah.”aku hanya bisa pasrah dan mengikuti langkahnya memasuki kedai.
“Sebenarnya aku berbohong pada Hyuna noona. aku tidak berniat nonton, aku hanya ingin jalan-jalan bersama seseorang dan merasakan nikmatnya menjadi orang biasa. Banyak hal kecil yang tidak bisa aku lakukan setelah menjadi artis. Dan salah satunya adalah ini.”Taemin menyantap ramyun miliknya dengan gembira. Aigoo,,aku hanya bisa terpaku melihatnya, bahkan aku tidak berselera untuk menyantap ramyun milkku dan lebih tertarik untuk mengamati tingkah namja dihadapanku ini.
“Makan ramyunnya noona, jangan terus memandangiku seperti itu. Aku tahu kalau aku memang mempesona, tapi kau juga butuh makan untuk bisa terus mengagumiku.”Aisshh,, Jinja. anak ini benar-benar bisa membuatku semakin salah tingkah.
“Kau sudah semakin mirip Key oppa sekarang Lee Taemin”balasku dengan kesal.
Aku sudah dibuat malu dan salah tingkah oleh namja yang bahkan lebih muda dariku. Aku benar-benar sudah gila, bisa jatuh cinta padanya.
“Hmm noona,, mengenai Key hyung, aku minta maaf padamu atas sikapnya yang kurang bersahabat. Dia hanya overprotektif padaku. Sebenarnya dia orang yang baik dan hangat.”tiba-tiba Taemin menghentikan makannya dan menatap kearahku.
“Gwenchana, Taeminnie. Tidak masalah bagiku, kurasa Key oppa memang orangnya begitu. Terlalu jujur dalam mengungkapkan sesuatu. Untung saja ada Hyuna unni yang membelaku, padahal awalnya aku sempat membencinya.”Aku malah membicarakan pasangan evil itu.
“Sepertinya memang Hyuna noona dan Key hyung tercipta untuk saling mengimbangi satu sama lain.”Taemin ikut terkekeh.
“Cepat habiskan makannya noona, aku masih ingin pergi kesuatu tempat.”
Setelah kami keluar dari Kedai ramyun, Taemin kembali menarik tanganku dan mengajakku kesebuah taman bermain. Jika dipikir-pikir lagi, kami berdua seperti pasangan yang sedang berkencan.
“Noona,, ada sesuatu hal yang ingin kutanyakan padamu.”Kini kami sudah duduk berdampingan disebuah Ayunan.
“Apa?? Katakan saja.”
“Mengenai yang kau tulis dibuku diarymu, apa itu sungguhan.”Taemin memalingkan wajah kearahku dan menatap mataku dengan lembut. “dag,,dig,,dug”jantungku sudah berdebar tidak karuan. Aku berusaha mengalihkan pandanganku jauh dari matanya.
“Ah,, ii,, igoe,,”Aku bingung harus menjawab apa. Tak kusangka namja polos ini akan menanyakan hal itu juga.
“Tatap aku noona,, dan jawablah pertanyaan tadi.”tiba-tiba Taemin sudah berdiri dihadapanku dengan sedikit menundukkan wajah kearahku. Kedua tangannya menahan wajahku, hingga mau tak mau tatapan kami bertemu dalam jarak pandang kurang dari 30 centi.
“Nae,, Naega,, Naega Joahe.”Akhirnya aku bisa berkata dengan jujur.
“Jinja,, kau hanya menyukaiku atau mencintaiku.”Taemin tersenyum tepat didepan wajahku. Ommaa,, sepertinya sebentar lagi aku pingsan melihat senyum malaikat yang membuatku tergila-gila sejak dulu.
“Sarange, jongmal sarangeyo Lee Taemin.”bisikku.
Aku tak berharap Taemin akan mengucapkan nado sarangeyo padaku. Tapi setidaknya sekarang aku berani jujur mengenai perasaanku padanya.
“Mungkin kali ini aku belum bisa mengatakan nado sarangeyo Noona, karena umur menghalangiku untuk mengucapkannya. Juga karena itulah, saat ini aku tidak memintamu untuk menjadi yoejaku. Tapi suatu saat, ketika waktunya telah tiba. Aku akan datang padamu, dan berkata Will You marry me Shim Chaeri tanpa embel-embel noona didepannya.”
Tuhan,, apa yang berdiri dihadapanku ini benar-benar seorang Lee Taemin. Bagaimana dia bisa mengucapkan kata-kata seromantis ini padaku.
“Noona,, percayalah padaku. Hatiku sudah kusimpan khusus untuk kuserahkan padamu suatu saat. Dan senyumanku yang paling tulus selalu hanya untukmu. Jadi kumohon, jangan membenciku saat aku tersenyum pada fansku. Karena ada perbedaan besar dintara keduanya.”
Chup~,, tubuhku semakin merinding saat merasakan bibir Taemin mencium keningku. Tuhan,, apa aku sedang bermimpi. Ini bahkan sejuta kali lebih berarti dibandingkan pengungkapan cinta yang pernah kudengar. mungkin aku harus lebih bersabar dalam menunggunya berkata sarange padaku. Tapi paling tidak, sudah ada kejelasan diantara kami.
“I Can believe You, Everything about you, Taeminnie.”
“Aku lega mendengar jawabanmu noona,, ah sebenarnya aku tidak ingin memanggilmu Noona, tapi lagi-lagi masalah umur menjadi penghalangnya. Aku ingin segera tumbuh dewasa dan semakin tinggi.”Taemin mengerucutkan bibirnya dengan kesal. Aih,, noemu Kyeopta. Kucubit pipinya dengan gemas.
“Yaa,, noona!! jangan memperlakukan aku seperti anak kecil. Seharusnya kau belajar untuk memperlakukan aku sebagai namjamu kelak.”dia merajuk dengan kesal yang semakin membuat wajahnya terlihat imut.
“Tunggu sampai saatnya tiba my Taeminnie, kau harus cepat dewasa untuk itu.”balasku kembali mencubit pipinya.
“Aku bersumpah akan mencium bibirmu saat ini juga untuk menunjukkan kedewasaanku, jika kau masih memperlakukan aku seperti itu.”Taemin menangkap kedua tanganku dan mendekatkan wajahnya.
“Yaa,, Lee Taemin menjauh dariku.”aku berusaha melepaskan diri. Jangan bilang dia akan mencium bibirku kali ini.
“Kau harus terima hukuman dariku noona, karena memperlakukan aku seperti anak kecil. Aku ini manly, you know.”Taemin berbisik ditelingaku, membuat sekujur tubuhku merinding. Udara, aku butuh udara. Taemin semakin mendekatkan wajahnya padaku, 7 centi, 5 centi, 3 centi,,
“You got the flow it’s through my body
You got the flow it’s through my body
Bada deuryuh bwa ijeh SHINee segyeh!
Jigeum ee soongan nayeh feel like that! pilyo ubneun gul anything like that! nareul barabwa geudaro jeulgyuh burimyun dwae.

Lagu The SHINee World mengalun dari saku Hoodie milik Taemin. Membuat namja itu langsung menjauh dariku. Untunglahh,,
“Hyuna noona,, jinja. Kau sudah merusak momentku.”Taemin berseru dengan kesal mengetahui siapa yang menelponnya.
“Yoboseyo,, waeyo noona.”Taemin menjawab panggilan telponnya.
“,,,,”
“Ohh,, iya. Setengah jam lagi kami kembali.”
“,,,”
“Langsung ke Dorm saja.”
“,,,”
“Kau bersama Minho hyung,, ne,.ne.”
“Ada apa Taemin, Hyuna unni bilang apa.”Aku menanyai Taemin begitu dia menyimpan HP-nya kembali.
“Hyuna noona menyuruh kita langsung kembali kedorm saja. Dia sekarang bersama Minho hyung, katanya ada sedikit urusan dengan Minho hyung. Kajja kita pulang. Key hyung sudah menanyakan kita dari tadi.”Taemin kembali menarik tanganku.
“Kajja,, aku tak ingin mendengar omelan dari ummamu yang super cerewet itu kalau kita tidak segera kembali.”kami berjalan pulang dengan bergandengan tangan. Terimakasih untuk hari ini, My lovely Taeminnie. Bisikku dalam hati.
TBC.
Mian, kalau FF nya terlalu panjang dan membosankan. Karena aku bingung mau motong dimana, dan takutnya kalau pas aku Cut, ceritanya malah jadi aneh, hehe.
Untuk story selanjutnya adalah bagian Choi Minho. Ayo-ayo yang flames, kita kumpul disini Part depan.kekekeke

SHINee FF : I Knew I Loved You

Part 2 : Your Dreaming.
Title : I Knew I Loved You
Author : ViKeyKyuLov
Maincast : Kim Hyuna,ALL member SHinee.
Support Cast : SM entertainment artis.
Genre : Romance, Comedy,Friendship,Family.
Rate : PG 15
Summary : “Dan sekarang disinilah aku, duduk sendiri ditengah-tengah Shawol yang tak bisa berhenti meneriakkan nama Onew,Jonghyun,Key,Minho dan Taemin dengan bersemangat. Sejujurnya aku ingin tertawa dengan kencang mendengar yoeja-yoeja disekitarku ini memuji Kiki setinggi langit, mereka bilang Key tampan lah,imutlah,multitalent dan seribu satu pujian lainnya
Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Happy reading aja ya daripada kebanyakan bicara.

SBS Television Building, 25 Mei 2008
Kim Hyuna POV
Hari ini adalah hari yang sangat berkesan bagiku,bersama Halmoni, Omma dan Appa kami berempat memasuki gedung SBS. Untuk pertama kalinya, aku menginjakkan kaki dikantor milik televisi nasional Korea, SBS. Tentu saja untuk melihat penampilan perdana Kiki bersama teman-temannya yang tergabung dalam SHINee dalam acara Popular Song membawakan lagu debut mereka “Nunan Neomu Yeppeo (Replay)” (“누난 너무 예뻐).
padahal Kiki yang akan tampil, entah kenapa justru aku yang merasa gugup. Kemudian kurasakan HP-ku bergetar dari dalam saku Hoodie coklat kesayanganku saat aku mengikuti langkah halmoni menuju kursi penonton. Ternyata Kiki menyuruhku menemuinya di Backstage sebelum performance-nya dimulai.
“Halmoni,, Hyuna keluar dulu mau menemui Kiki sebentar.”Aku berbisik pada halmoni yang berdiri disampingku.
“Oh,, ne. temui dia Na~ya, mungkin Kibum gugup. Jangan lupa berikan jimat ini padanya. Katakan pada kIbum, halmoni selalu berdoa untuk kesuksesannya.”Halmoni memberikan sebuah bungkusan kecil berwarna biru kepadaku. Kemudian aku langsung keluar dan mencari keberadaan Kiki. Setekah cukup lama berputar-putar didalam gedung SBS, akhirnya kutemukan sosok Kiki yang tengah berdiri didepan pintu ruangan bertuliskan “SHINee”.
“Ki,, “Aku menepuk pundaknya pelan yang membuat dia sedikit terkejut dan menghentikan aksinya memegangi hidung yang merupakan kebiasaanya saat dia merasa gugup atau tidak nyaman.
“Akhirnya kau datang Na~ya,, apa omma dan Appa sudah disini.”Kiki langsung menggenggam tanganku dengan erat begitu aku muncul dihadapannya. Tangannya terasa basah dan berkeringat dingin. Dia benar-benar gugup ternyata.
“Ne,, bahkan halmoni juga datang.. oh iya, halmoni menitipkan ini padaku. Dia selalu berdo’a untuk kesuksesanmu.”kusorongkan jimat titipan halmoni kedalam genggaman tangannya.
“Oh,, ne,, semoga jimat ini bisa membawa keberuntungan untukku. Na~ya,, ikut aku. Kukenalkan kau pada teman-teman satu grupku.”Kiki menarik tanganku dan mengajakku masuk kedalam ruangan.
“Annyeong Kim Hyuna ssi,, senang melihatmu disini”seseorang menyapaku begitu aku masuk kedalam ruangan.
“Ah,, Annyeong Kim Jonghyun ssi,, lama tidak berjumpa.”aku membungkukkan badan dan tersenyum kearahnya, aku dan Kim Jonghyun memang sudah pernah bertemu beberapa kali sebelum ini.
“Chukkae atas debut kalian Jonghyun ssi”
“ne,, gumawo Hyuna~ya,, bolehkan aku memanggilmu begitu, karena kau kan saudara Key dan Key juga sudah menjadi saudaraku sekarang.”
“Oh,, boleh,, berarti aku harus memanggilmu oppa.”mendengar ucapanku, Kiki langsung melayangkan tatapan anehnya padaku. Sepertinya dia tak rela mendengar aku memanggil “Oppa pada namja lain, karena aku sendiri tak mau dan takkan pernah mau memanggilnya Oppa.
“tentu saja…”Jonghyun tersenyum ramah padaku. Kemudian dua namja lain berjalan kearah kami bertiga mungkin dia member SHINee juga,,Tapi Tunggu. Sepertinya aku pernah melihat mereka.
“Kau,, yoeja aneh yang dulu kukira hantu loteng gedung SM kan??”namja berpipi chubby menuding kearahku. Ternyata aku memang pernah bertemu dengan mereka, namja berwajah baby face yang berharap suaranya sampai kelangit juga namja keyoejaan yang tariannya sempat aku puji.
“yaa,, kau noona yang memberiku Ipodmu ini kan.”Si namja berwajah imut dan sedikit keyojaan itu juga terkejut melihatku disini. Ternyata dia masih memakai Ipod pemberianku setahun yang lalu.
“Onew hyung,, Taemin. Kalian sudah mengenal adikku.”Kiki terlihat sedikit kaget.
“Adikmu,, dia adikmu Key. kupikir dia pacarmu.”Namja yang dipanggil Onew itu berjalan semakin mendekat kearahku.
“Pacarku,, yang benar saja. Sampai kapanpun dia tak akan mungkin jadi pacarku, benarkan Kim Hyuna babo.”Kiki terbahak-bahak mendengar ucapan Onew.
“Yaa,, siapa juga yang mau berpacaran dengan namja aneh sepertimu.”aku memukul lengannya menggunkan tas selempangku dengan kesal, dia pikir aku juga mau apa punya pacar seperti dia.
“Noona,, ternyata kau saudara Key hyung,, berarti kau noona-ku juga. Gumawo atas Ipodmu ini. perkenalkan namaku Lee Taemin.”lagi-lagi namja imut ini ber-aegyo dihadapanku membuatku gemas ingin mencubit pipinya.
“Owhh,, Noemu Kyeopta,,”Tak tahan, aku mencubit pipinya dengan gemas.
“ Ya,, Kim Hyuna babo,, jauhkan tanganmu dari uri maknae.. dia bukan boneka pajangan.”Kiki menarik tanganku dengan wajah kesal.
“Oh iya, perkenalkan juga, Lee Jinki imnida, tapi panggil saja aku Onew. Aku leader disini, ya walaupun banyak yang bilang wajahku terlihat lebih muda dibanding umurku, tetap saja aku yang paling tua diantara mereka semua. Jadi kau jangan terkecoh dengan tampang baby face-ku Kim Hyuna.”aku hanya mampu melongo dengan heran mendengar ucapan namja yang bernama Onew itu. Ternyata dia memang sedikit aneh kurasa sejak pertama melihatnya.
Jangan menatapnya horror begitu, dia memang sedikit aneh sejak pertama kami mengenalnya Hyuna~ya,, Mollahadoe Onew sangtae.”Jonghyun oppa menangkap ekspresi heran diwajahku.
“Ah,, bukankah kau Hyuna,, Kim Hyuna kan?? Masih ingat padaku.”tiba-tiba sebuah suara berat mengagetkanku. Seorang namja berwajah familiar menepuk pundakku.
“Minho,, kenapa kau disini.”Ternyata itu suara Minho, namja yang dulu sering bermain basket bersamaku juga Donghae oppa.
“Justru aku juga ingin bertanya begitu padamu.”Minho memandangku dengan heran, sudah lama aku tak bertemu dengannya. Dia semakin tampan saja rupanya.
“Aigoo,, Nana~ya,, bagaimana bisa kau sudah pernah bertemu dengan mereka semua, bahkan jauh sebelum aku mengenalnya.”Kiki ikut terkejut mengetahui ternyata aku dan Minho sudah saling mengenal sebelum dia.
“Itulah namanya takdir Tuan Kim yang serba bisa. Oh ya,, Jonghyun oppa,Onew oppa, Minho dan Taemin, aku titip saudaraku yang paling aneh ini pada kalian, jika dia nakal. Tak usah segan-segan menghukumnya, dan mohon bersabar menghadapi kelakuannya.”Aku mengacuhkan pertanyaan Kiki.
“Saudaraku tersayang, Kim Hyuna babo,, apa maksud perkataanmu,, Aisss,, kau ini tidak sopan sekali sih menjelek-jelekkan kakakmu sendiri dihadapan orang lain.”Kiki memukul kepalaku dengan sebal yang langsung kubalas dengan mencekik lehernya tak kalah kesal. Seperti inilah jika Kim Hyuna dan Kim Kibum sedang dirasuki twins evil.
“Tak usah dijelek-jelekkan juga kau memang sudah jelek dari dulu.”jawabku yang masih mengalungkan tangan dilehernya.
“Dua bersaudara yang aneh,,”Celetuk Jonghyun oppa.
“Kupikir tadinya mereka pacaran. Ternyata,,”mendengar ucapan Minho, aku jadi berpikir kenapa ya orang-orang menganggap kami ini sepasang kekasih saat pertama kali melihat kami berdua. Aneh, dilihat dari sisi manapun aku dan Kiki itu lebih banyak ribut daripada akurnya.
“SHiNee,, bersiap,, Lima menit lagi kalian tampil.”seruan dari kru mengehentikan keributan kecil antara aku dan Kiki.
“Ayo,, kita berkumpul dan berdoa, semoga penampilan perdana kita hari ini berjalan dengan lancar.”Onew oppa berseru kepada keempat member SHINee lainnya. Mereka berkumpul membentuk lingkaran dengan saling merangkul bahu.
“SHINee Hwaiting,,”teriak mereka bersama dan melepasakan rangkulan.
“Nana~ya,, bagaimana penampilanku,, sudah rapi,, aduh kenapa aku jadi gugup lagi.”Kiki membenahi pakaiannya dengan sedikit tegang.
“Rileks Ki,, aku yakin kalian bisa.”aku menarik tangannya dan menggenggamnya dengan erat. Biasanya kegugupan Kiki akan memudar saat aku menggenggam tangannya. Aneh kan?? Aku sendiri juga heran dengan kebiasaan Kiki yang satu ini.
“Na~ya,, do’akan aku.”bisik Kiki seraya memelukku sekilas dan berjalan menuju panggung bersama member Shinee lainnya.
“SHINee,, Hwaiting, kalian pasti bisa”Teriakku pada mereka yang dibalas dengan anggukan oleh kelimanya.
Inilah panggungmu Ki,, inilah impianmu. Semoga kau dan temanmu benar-benar bersinar sesuai dengan nama group kalian SHINee.
Tanpa terasa air mataku luruh melihat penampilan Kiki yang begitu memukau untuk pertama kalinya dihadapan banyak orang. Aku sangat terharu melihatnya terlbih lagi, masyarakat menyambut kedatangan mereka didunia hiburan dengan antusias. Terdengar teriakan histeris dari bangku penonton yang didominasi oleh para Yoeja. Mereka berlima telah menjelma menjadi idola baru masyarakat Korea. “Ki,, aku bangga padamu”.

Daegu, Juni 2008
Aku berdiri dibalkon rumah seorang diri. Menatap awan biru dan merasakan sepoi angin yang memainkan rambut panjangku dengan bebas. Sudah sebulan sejak Kiki menjalani debutnya bersama SHINee, dan sudah sebulan pula aku tak melihatnya secara langsung. Ya, kini Kiki tinggal bersama member SHINee disebuah apartement yang mereka sebut Dorm diSeoul.
Jadwal mereka sudah semakin padat, hingga untuk sekedar memberi kabar melalui sms pun sedikit sulit. Awalnya, aku sedikit aneh menjalani hari-hariku tanpanya dan Melakukan semua kegiatanku seorang diri, karena biasanya kemana-mana kami selalu berdua hingga orang-orang bilang kami ini kembar siam yang tak bisa dipisahkan.
Kulangkahkan kakiku menuju kamar Kiki yang tepat berada disebelah kamarku. Bau harum parfum favoritnya langsung merasuk kedalam penciumanku begitu kuputar kenop pintu dan membukanya. Kamar luas dengan nuansa warna Pink mendominasi dinding. Kamar Kiki tergolong rapi untuk ukuran remaja pria. Aku merebahkan tubuhku diatas tempat tidur king zize miliknya dan memeluk boneka spongebob favoritnya. Biasanya aku tak pernah betah berlama-lama berada dikamar yang penuh pera-pernik warna pink ini.mungkin kecintaanya pada warna soft floral terpengaruh dari kepribadiannya yang cukup lembut, dia sangat perduli pada orang lain dan mencintai keluarganya.
“Ki,, aku sangat merindukanmu.”gumamku sambil menatap foto kami berdua yang terpajang diatas meja belajar disamping tempat tidur. Tanpa kehadirannya, rumah ini terasa sepi. Tak ada teriakan-teriakan yang senantiasa menggaganggu pagiku. Tak ada timpukan bantal saat kami bertengkar, dan tak ada hal-hal kecil lain yang dulu kuanggap sepele. entahlah aku baru merasa besarnya pengaruh kehadiran Kiki dalam kehidupanku.

Seoul, 23 Agustus 2008
Udara Seoul yang begitu panas hari ini menyambutku ketika aku turun dari Subway yang membawaku dari Daegu, aku datang ke Seoul untuk melihat penampilan Shinee bersama artisi-artis dari SM lainnya dalam rangka Konser SMtown Live 2008. Kiki memaksaku menonton hari ini, dengan alasan saat konser pertamanya bulan Juni lalu di stadion Olimpade aku tak bisa datang karena harus mengikuti ujian semester disekolah.
Kututup kepalaku dengan topi coklat dan berjalan menorobos kerumunan pengunjung konser yang sudah mulai ramai bsedatangan. Untung saja kemarin Coordie unni memberikan Id card khusus kru kepadaku, jadi aku bisa bebas berkeliaran diarena konser tanpa perlu mengantri seperti pengunjung lainnya. Kuhentikan langkahku saat melihat tulisan Super junior terpampang didepan sebuah ruangan. Aku tertarik untuk sedikit mengintip.
“Fishy Oppa,,”aku memanggil donghae oppa saat melihatnya didalam ruangan. Serentak semua orang yang ada disana menengokkan kepalanya kearahku.
“Na~ya,, lama tak berjumpa.”Donghae oppa berjalan ketempatku berdiri dan menarik tanganku agar masuk kedalam.
“Kukira oppa sudah melupanku, sekarang kau kan sudah menjadi artis terkenal.”
“Ani,, mana mungkin aku melupakan gadis semanis dirimu.”Donghae oppa menatapku jahil.
“Kau sengaja kesini untuk melihat penampilanku,, kau belum pernah datang menontonku secara live sejak aku debut. Aku menagih janjimu”
Aku hanya tertawa melihat donghae oppa cemberut seperti itu.
“Janji apa oppa,”
“Janji yang kau bilang akan menjadi fans pertamaku. Apa kau sudah melaksanakannya.”
“kalau itu belum, bahkan aku agak kesulitan menghapal nama-nama member super junior selain dirimu.”Aku hanya nyengir kuda dan menggaruk kepalaku dengan malu.
“Mwoo,, kau bahkan tidak hapal dengan nama-nama kami.”tiba-tiba seorang namja cantik tapi berwajah sedikit menakutkan saat dia terkejut mendatangiku.
“Habisnya,, member kalian terlalu banyak, belum sempat aku menghapal 12 orang, eh sudah ditambah satu orang lagi.”aku menjawab dengan jujur.
“Kalau begitu siapa yang sudah kau hapal nama dan wajahnya dari kami semua.”aku mengenali Leeteuk, leader grup ini ikut mendekat kearahku.
“Fishy oppa, Leeteuk oppa, Hankyung oppa,Siwon oppa dan Kyuhyun.”aku menunjuk masing-masing nama yang kusebut tadi.
“Aishh Jinja,, dia bahkan tak mengenali yang mulia Kim heechul.”namja cantik tadi mengacak rambutnya sendiri dengan kesal.
“Baiklah,, aku harus turun tangan langsung. Igeo,, kau perhatikan gambar ini.”Namja tadi yang mengaku sebagai Kim Heechul merentangkan sebuah poster super junior lengkap dengan nama masing-masing member kehadapanku.
“coba kau cocokkan dengan orangnya.”tenyata dia mengajariku menghapal nama teman-temannya.
“Lee Sungmin,, yang itu kan, Kim Ryoewook, yang disana,,??”aku mengawali pelajaran menghapal nama member super junior dibawah bimbingan guru besar Kim heechul. Setiap member yang kutunjuk menganggukkan kepala dan tersenyum ramah padaku.
“Nice,, sekarang kau sudah hapal bukan”.
“Oppa kau berbakat menjadi seorang guru,”aku tersenyum padanya setelah mengulangi menyebutkan nama ketiga belas member untuk yang kelima kalinya dengan lancar tanpa bantuan poster.
“Tentu, lihat saja Hankyung sudah mahir berbahasa korea berkat bimbinganku.”ujar Heechul oppa yang disambut pelukan hangat dari Hankyung Oppa.
“Noona,, ternyata kau disini. Key hyung sudah mencarimu sejak tadi.”tiba-tiba taemin muncul diambang pintu diikuti member Shinee lainnya.
“Yaaa,, Kim Hyuna babo,, ternyata kau disini.”Kiki juga ikut muncul bersama member SHinee lainnya dan langsung memelukku dengan erat. Aishh,, Jinja,, apa-apaan dia. Tidakah Kiki menyadari orang bisa salah paham melihat kelakuannya.
“Kau ini,, memalukan sekali. Lihat,, semua orang memperhatikan kita.”aku memarahinya begitu dia melepaskan tubuhku dari pelukannya.
“Ehemm,, ehemm,, ternyata dia pacar Hoobae kita. Hyung, kupikir dia itu yoejamu.”Aku mendengar Kyuhyun menggoda Donghae oppa.
“Bukan,, mereka itu kakak beradik. Jadi masih ada kesempatan untuk mendekatinya jika memang kau menyukainya Kyu.”Donghae oppa balas menggoda Kyuhyun.
“Nana~ya,, kau sudah mengenal Super Junior sunbae.”Kiki menatapku penuh selidik.
“Yaa,, Kim Kibum Junior,, harusnya kau ajari saudaramu ini menghapal nama kami. Bagaimana bisa ada orang korea tidak mengenal Kim heechul.”Heechul oppa memarahi Kiki dengan kesal.
“Mianhe hyung,, dia memang seperti itu, karena yang ada dikepalanya hanya game, PSP dan sepak bola. Bahkan dia tidak mengerti caranya memakai mascara tuh.”Huh,, mau cari mati dia membuka rahasiaku didepan umum begini.
“Huh,, tau begini tadinya aku tidak usah datang saja. Ini titipan dari halmoni, aku mau segera pulang ke Daegu.”Aku merajuk dengan kesal dan menyerahkan bungkusan berisi makanan buatan omma pada Kiki lalu beranjak pergi.
“Ya,, Nana,, kau marah, beneran marah.”Kiki mengejarku dan berusaha menahan langkahku.
“Tarraaa,,,”Kiki mengeluarkan tiga batang coklat kearah wajahku. Inilah kelemahanku, coklat. Jika aku sudah melihat coklat maka suasana hatiku akan langsung membaik. Mungkin benar kata Kiki, aku terlalu terobsesi dengan semua hal yang berwarna coklat.
“Kumaafkan kali ini.”aku meraih batangan coklat dari tangan Kiki yang membuatnya langsung tersenyum tiga jari.
“benar katamu Jonghyun, mereka berdua memang dua bersaudara yang aneh.”Onew oppa berkomentar.
“Tak kusangka yoeja sepertimu menyukai coklat Na~ya.”Minho ikut berkomentar yang diamini Taemin dan Jjong oppa.
“Key,, kau tidak ingin memperkenalkan saudaramu pada kami.”aku menoleh ke sumber suara. Wuahh,, Kim Jaejong,Jung Yunho dan member DBSK lainnya. Mereka lebih keren dari yang kulihat ditivi.
“Pada kami juga Key,,”Kalau yang ini suara merdu Taeyon unni, Leader SNSD yang terkenal cantik.
Berkat saudaraku ini, akhirnya aku bisa mengenal dengan akrab artis-artis yang bernaung dibawah SM, seperti Super Junior,SNSD,DBSK dan tentunya SHINee.

Desember 2008
Aku kembali melakukan perjalanan ke Seoul. Udara pagi ini begitu dingin. Meski salju pertama dimusim dingin ini belum turun, tapi temperature sudah sampai minus 10 derajat.
Hari ini tanggal 20 desember 2008. Shinee akan tampil bersama KARA, Girls Band yang menjadi idola Kiki sejak dulu dalam acara MBC music star Chrismast Special. Bahkan telingaku sudah bosan mendengarkan ocehan Kiki sejak pertama kali dia mengetahui akan berkolaborasi dengan KARA.
Sejak debut pertamanya, SHINee langsung mendapatkan berbagai macam penghargaan. Mulai dari MNet’s 20′s Choice Awards 2008 hingga “Festival Lagu Asia ke-5″ dengan kategori bintang baru terpanas “Artis Pria Pendatang Baru Terbaik” di Festival Musik MNET KM ke-10, menyisihkan pendatang baru lainnya seperti U-Kiss, 2PM, 2AM, dan Mighty Mouth. Mereka berlima memang hebat, bahkan mereka sudah merilis Album pertama yang berjudul The SHINee World yang langsung merangsek ke urutan ke-3 tangga album Korea dan terjual sebanyak 30.000 kopi. Satu kata dariku untuk mereka, Daebakk!!.
Dan sekarang disinilah aku, duduk sendiri ditengah-tengah Shawol yang tak bisa berhenti meneriakkan nama Onew,Jonghyun,Key,Minho dan Taemin dengan bersemangat. Sejujurnya aku ingin tertawa dengan kencang mendengar yoeja-yoeja disekitarku ini memuji Kiki setinggi langit, mereka bilang Key tampan lah,imutlah,multitalent dan seribu satu pujian lainnya. Mereka tak tahu saja semenyebalkan apa seorang Amighty Key itu dikehidupan nyata.
***
“Na~ya,, kau ikut ke dorm saja dulu bersama Minho dan yang lain. Aku mau pergi Shopping bersama Nicole.”Kiki langsung mengusirku pergi setelah memperkenalkan ku pada Nicole KARA. Ya, mereka berdua langsung terlihat akrab setelah turun dari panggung. Menyebalkan, mentang-mentang bertemu dengan artis cantik langsung aku dilupakan. Kuhentakan kakiku dengan kesal, rasanya aku tidak rela melihat Kiki akrab dengan seorang yoeja seperti ini. apa aku termasuk penderita brother complex,, huh,, molla.
“Noona,, sepertinya kau cemburu.”Taemin menjajari langkahku.
“Mwo,, cemburu . Pada siapa.”
“Nicole noona,, Key hyung bilang dia menyukai Nicole noona sejak dulu. Dari tadi kau melotot tak senang mempehatikan mereka.”Taemin mulai menggodaku.
“Yaa..Lee Taemin, kau ini anak kecil. Mana boleh bicara tentang cemburu-cemburu begitu.”dia hanya mehrong padaku dan berlari menjauh.
Aku ikut berlari mengejar Maknae menyebalkan itu yang langsung bersembunyi dibalik punggung Jonghyun.
“Ya,, sini kau.”Aku berusaha menjangkau kepalanya dari depan muka Jjong oppa.
“Aishh,, kalian ini seperti anak kecil saja.”Onew oppa menegurku. Sedangkan Minho dan manajer oppa hanya geleng-geleng kepala menahan senyum.
TBC

I Knew I Loved You Part 1
Author : ViKeyKyuLov
Main cast : Kim Kibum (Key),Kim Hyuna, All Shinee Member
Length : Sequel
Support Cast : SM artis and cast find in this story.
Genre : Romance,Comedy,Family,Friendship
Rate : PG 15
Summary : Aku benci melihatmu patah semangat begini, kau harus ingat semua perjuanganmu hingga sampai ketitik ini. semua rasa kesal,lelah dan tetesan keringat yang mengalir mengiringi setiap langkahmu untuk mencapai tujuanmu, yaitu menjadi penyanyi dan dancer legendaries. Kau juga harus ingat janjimu padaku bahwa kau akan memberikan piala Grammy Award padaku suatu hari nanti.
“Ne,, kau tahu apa nama Boyband Kami,, SHINee, dengan double ee yang artinya” kami bersinar “ . dengan harapan kami akan bersinar dan menerangi dunia dengan lagu-lagu kami.
Disclaimer : This story is mine, Kim Hyuna imaginary cast (berharap dia adalah aku,hehe). FF ini sudah pernah aku publish di Account FB aku. Nih FF murni hasil imajinasi liarku yang begitu tergila-gila pada Key dan SHINee. Happy reading aja ya daripada kebanyakan bicara.

Part 1 : It’s Beginning

Author POV
Daegu, Oktober 2003.
“Appa, umma, kenapa aku harus pergi sendiri.”seorang namja berpostur tinggi dan berambut cepak kecoklatan menghadap kearah kedua orang tuanya.
“waeyo kibummie,,”sang umma yang bernama Kim Yoomin menepuk kepala namja bernama Kibum itu dengan sayang.
“aku ingin Hyuna ikut bersamaku umma, bagaimana kalau aku kesepian disana”Kibum merajuk.
“Aigoo,, kau ini sudah 12 tahun kibum, tak bisakah kau berpisah dengan saudaramu sebentar saja, lagian Hyuna harus menemani halmoni dirumah”sang appa yang bernama Kim Minhyuk itu akhirnya ikut membujuk.
“Aku pulang,,”terdengar teriakan seorang yoeja dari pintu luar.
“Ah Hyuna-ya kau sudah pulang.”umma Kibum yang merupakan umma angkat dari Yoeja yg bernama Kim Hyuna itu menyambut kedatangan Hyuna.
“Ne umma,, ohh,, Kiki, kau belum berangkat. Bukanya perjalan ke Kalifornia itu butuh waktu yg lama.”Hyuna mendudukkan tubuhnya disamping Kibum.
“Nana-ya, ikutlah denganku, jebal!!”Kibum tidak bisa membayangkan harus berpisah dalam waktu yang cukup lama dengan yoeja yang sudah bersamanya ini sejak usia mereka masih empat tahun.
“Aku tak mempan dengan aegyomu itu Tuan Kim yang serba bisa”Hyuna membalas perkataan Kibum.
Kibum sengaja dikirim orang tuanya untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di California selama kurang lebih setahun, awalnya dia akan pergi bersama Hyuna, karena tampaknya Kibum tak bisa dipisahkan dari Hyuna untuk waktu yg lama. Tapi tiba-tiba Kesehatan halmoni mereka sedikit bermasalah. Hyuna memilih menemani halmoninya dan membatalkan kepergiannya bersama Kibum. Mereka berdua terkenal dengan julukan The twins Evil karena sifat mereka yg sama-sama jahil, dan suka membuat keributan. Apalagi jika sudah bertengkar,semua barang-barang akan beterbangan tanpa aturan. Meski lebih banyak bertengkar dibanding akurnya, jika salah satu tak ada mereka akan merasa kehilangan.
Daegu, 2005
kini Kibum dan Hyuna sudah duduk dibangku High School. Mereka bersekolah di Young shin High school, Hyuna tak bisa mengingkari bahwa saudaranya itu sudah menjadi idola disekolah mereka bahkan sampai diluar sekolah apalagi semenjak kepulangannya dari Amerika. Kibum populer karena selain sebagai atlet polo air, dia juga piawai dalam menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik alias ngedance.
Dengan ditunjang postur tinggi, wajah tampan dan status sosial keluarganya yang cukup terpandang pantas saja jika sosoknya menjadi incaran yoeja-yoeja disekolah. Terkadang Hyuna sendiri sampai kewalahan menghadapi fans-fans Kibum yang berusaha memanfaatkan posisinya sebaga orang terdekat idola mereka.
“Aigoo, lama-lama kepalaku bisa pecah mengahadapi tingkah gila fans-fansmu itu.”Hyuna mendengus sebal ketika mereka berdua sampai dirumah.
“kau ini,, pulang-pulang langsung marah-marah.”Kibum mencubit pipi Hyuna dengan gemas yang dibalas jitakan pedas dari Hyuna.
“Tak bisakah kau memilih satu dari sekian banyak yoeja-yoeja penggemarmu itu untuk dijadikan pacar! Aku lelah dan muak dengan mereka semua”
“Kalau kau lelah, untuk apa mengurusi mereka, toh aku tak meminta mereka menjadi fansku.”Kibum merebahkan kepalanya dipangkuan Hyuna dengan santainya.
“Kiki,, kau tahu besok ada audisi dari SM kalau tidak salah, namanya ‘SM national Tour Audition’ disalah satu pusat perbelanjaan di Daegu kota.”Hyuna mengeluarkan sebuah brosur dari dalam tasnya dan mengulurkan kepada Kibum.
“Woahh,, SM entertain. Bukankah itu Agensi yang melejitkan Boyband Legenda korea SHinwa. Aku harus ikut audisi ini Nana-ya. Sekalian aku bisa Shopping di mall itu.”Kibum tersenyum gembira.
“Ckc,,ckk,, bener-bener shoppaholic kau ini,, baru tiga hari yang lalu kau berbelanja gila-gilaan, dan sekarang sudah mau belanja lagi. Sebenarnya kau ini yoeja apa namja sih Ki.”Hyuna melemparkan bantal kewajah Kibum.
“ya,, dari pada kau, Yoeja tapi hobinya nonton pertandingan sepak bola dan terobsesi dengan warna coklat.”
“dari pada kau,, namja tapi Pecinta warna Pink,, dasar Pinky Boy” akhirnya hYuna dan Kibum kembali bertengkar gara-gara hal sepela. Dan seperti biasanya, jika dua orang ini sudah mulai bertengkar, semua benda melayang seolah anti gravitasi.

Author POV
Daegu Mall City, Februari 2005
“Ki,, daebakk, peserta Audisinya banyak sekali.”Hyuna menggenggam tangan Kibum dengan erat, takut terpencar dalam keramain lautan manusia. Ya, Hyuna menemani Kibum mengikuti SM National Audition Tour yang mereka perbincangkan kemarin.
“Saingannya banyak sekali Nana~ya, apa aku bisa lolos Audisi ini.”Kibum telihat sedikit pesimis melihat antusias peserta Audisi yang begitu banyaknya.
“Tenang Kiki,, aku yakin kau akan lolos, aku percaya kemampuanmu.”Hyuna mengeratkan genggaman tangannya.
“Gumawo Nana~ya,, You’re the best.”Kibum mengacak rambut Hyuna dengan ekspresi girang. Ucapan Hyuna berefek besar meningkatkan rasa percaya dirinya. Karena Kibum selalu percaya pada setiap perkataan yang keluar dari yoeja itu.
“As your Wish Tuan Kim yang serba bisa.”Balas Hyuna. Selama Kibum menjalani Audisinya, Hyuna tak berhenti mendo’akan agar saudaranya itu bisa lolos audisi sesuai harapannya.
***
“Nana~ya,, Kim Hyuna,, Kim Hyuna Oddiga.”sebulan telah berlalu sejak Audisi dari SM berlangsung. Entah apa yang membuatnya begitu gembira, Kibum berteriak memanggil nama Hyuna kepenjuru rumah.
“Tuan Kim yang serba bisa, kau ingin membuat tuli semua orang dirumah hah. Berteriak tanpa aturan begitu.”Hyuna melemparkan batangan coklat yang tengah dia nikmati kearah Kibum begitu yeoja itu keluar dari dapur.
“Nana~ya,, aku lolos,, aku lolos Audisi. Dan mulai besok aku akan menjalani trainee dikantor SM.”Kibum langsung memeluk tubuh Hyuna dan melompat dengan gembira.
“Jongmal~yo,, kau lolos,, kau Lolos Ki,,”Hyuna ikut memekiki senang mendengar kabar dari Kibum.
“Akhirnya, kau akan menjalani Trainee sebagai artis.”Hyuna menatap wajah Kibum dengan senyum cerah.
“Appa tidak mengijinkanmu mengikuti Trainee dan menjadi artis Kibummie.”Tiba-tiba Minhyuk Appa muncul dan melarang Kibum menjadi seorang artis.
“Waeyo appa,, “Kibum memandang kearah appanya dengan sorot terkejut. Jika Appa sudah mengungkapkan perintah dan larangan, maka Kibum atau siapapun tak ada yang berani membantah.
“Karena Appa menginginkan kau menjadi seroang obligator seperti appa, dan meneruskan bisnis appa. Kau tumpuan harapan appa satu-satunya.”mendengar penuturab Appanya, kandas sudah harapan Kibum untuk mengikuti Trainee.
Hyuna memperhatikan ekspresi kecewa diwajah Kibum, dia tahu betul bagaimana kuatnya keinginan kakaknya itu untuk bisa menjadi dancer terkenal.
“Minhyukkie,, kenapa kau harus melarang putramu menjalani Trainee. Biarkan dia menjalani appa yang menjadi pilihannya. Umurnya sekarang sudah mulai dewasa, dia sudah bisa membedakan mana yang terbaik untuk dirinya sendiri.”Kemudian halmoni muncul dan membela Kibum.
“Tapi omma, Kibum anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga kita. Siapa yang akan menjalankan perusahaan keluarga kalau bukan dia.”Minhyuk appa tetap pada pendririannya.
“Meski dia laki-laki satu-satunya dikeluarga kita, tapi dia bukan satu-satunya anak dikeluarga Kim, masih ada Hyuna. Biarkan dia mengembangkan bakat seni yang ia miliki.”Halmoni masih berusaha melunakkan hati Appa Kibum.
“Ne,, Appa, Hyuna mohon, ijinkan Kiki mengikuti Trainee tersebut. Kiki memiliki keahlian dan ketertarikan yang besar dibidang seni. Bahkan disekolah, Kiki sudah terkenal dengan kemampuan dance nya.”Hyuna ikut membujuk appanya.
“nanti akan appa pikirkan lagi.”Akhirnya, Minhyuk appa berkenan untuk memikirkan keinginan anaknya itu setelah mendengar bujukan dari halmoni dan Hyuna.
“Kibummie,, Halmoni akan selalu mendukungmu sebagai seorang penyanyi, karena halmoni sangat senang mendengar suaramu saat bernyanyi. Berjanjilah pada halmoni jika kau akan menjadi penyanyi yang sukses.”Halmoni memeluk Kibum dengan penuh kasih sayang. Kibum beruntung memiliki seorang halmoni yang begitu menyayanginya dan terlebih lagi halmoninya mendukung cita-citanya menjadi seorang penyanyi sekaligus dancer terkenal.
“Ne halmoni, Kibum berjanji pada suatu saat Kibum akan berdiri dipanggung yang besar dan bernyanyi untuk halmoni.”ujar Kibum.
~
“Kibum, Hyuna, kalian dipanggil Appa diruangannya.”Yoomin umma mendatangi kamar Hyuna dan kebetulan Kibum juga ada disana. Mereka sedang belajar bersama seperti biasanya.
“Ne umma,”Kibum dan Hyuna berjalan beriringan dengan sesekali bercanda menuju ruangan kerja milik Appanya.
“Kibum, Hyuna, masuklah. Ada yang ingin appa sampaikan pada kalian.”Minhyuk Appa melepas kacamata bacanya begitu melihat kedua anaknya muncul diambang pintu.
“Mengenai, keinginanmu mengikuti trainee di SM, appa sudah memikirkannya dengan baik. Bahkan tadi apa sudah membaca sekilas tentang seluk beluk SM agensi. Appa rasa, tidak ada salahnya jika kau mengikuti trainee disana. Apa mengijinkanmu menjalani karir sebagai artis.”mendengar penuturan panjang lebar dari ayahnya, Kibum hanya bisa terdiam dengan takjub, dia masih tidak percaya Appanya menyetujui permintaannya itu.
“Tapi jangan senang dulu, apa mengijinkanmu bergabung dan menjalani trainee dengan catatan kau harus bersungguh-sungguh terhadap jalan yang telah kau pilih. Jangan buat Appa menyesal mengijinkanmu menekuri dunia entertainment.”lanjutnya.
“Ne,, appa, aku janji tidak akan membuat siapapun menyesal . Jongmal gumawo Appa.”Kibum langsung memeluk appanya dengan girang.
“Dan satu lagi, berhubung Kibum sudah memutuskan mengikuti Trainee sebagai artis, maka sebagai gantinya Hyuna harus mau meneruskan kuliah dijalur bisnis dan meneruskan mengelola perusahaan appa nantinya. Apa kau bersedia Hyuna??”Minhyuk appa melepas rangkulan Kibum dan menatap wajah Hyuna dengan intens.
“Ne,, Appa. Aku bersedia.”Hyuna menyanggupi permintaan Appanya dengan tegas.
“Kim Hyuna,, kau serius dengan ucapanmu pada Appa tadi. Bukankah kau pernah bilang tidak tertarik dengan dunia bisnis dan obligasi dan segala macamnya. Kau melupakan cita-citamu menjadi jurnalis handal.”Kibum memandangi Hyuna dengan serius setelah mereka kembali kekamar Hyuna.
“Tentu aku tidak melupakan cita-citaku menjadi jurnalis tuan Kim yang serba bisa. Hanya saja, sekarang aku tertarik untuk terjun kedunia bisnis.”jawab Hyuna dengan senyum terukir.
“Kim Hyuna,, kau,,”KIbum tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia terlalu tahu apa yang tengah dilakukan saudaranya itu.
“Kim Hyuna,, aku berjanji padamu. Akan kubayar semua pengorbananmu ini dengan kebahagiaan suatu saat nanti.”Batin Key seraya menggenggam tangan Hyuna erat.

Gedung SM Entertainment. April 2005
“Ki,, aku menunggu diluar saja ya.”Hyuna menemani Kibum menjalani Trainee-nya digedung SM. Jika bukan karena alasan konyol Kibum memintanya menemani perjalannanya dari Daegu ke Seoul, Hyuna lebih memilih diam dirumah ditemani PSP kesayangannya dan melanjutkan level game terbarunya, starcraft.
Sampai sekarang Hyuna masih geleng-geleng kepala dengan takjub jika mengingat alasan keberadaan dirinya dikantor SM ini. hanya karena pernah dicegat orang mabuk dan diminta menyerahkan 5000 ribu won saat kembali dari Trainee, Kibum merengek dan memaksa Hyuna menemaninya setiap kali dia ke Seoul untuk Training.
“Yang benar saja, dia itukan namja masa hanya bertemu orang mabuk saja takut. Sebenarnya diantara kami siapa yang namja dan siapa yang yeoja sih. Belum lagi dengan hobbynya belanja,kesenangannya memasak, kecintaannya pada warna pink. Seharusnya kau terlahir sebagai yoeja saja tuan Kim yang serba bisa”dengus Hyuna kesal.
“Brukk”karena terlalu hanyut dalam lamunannya, Hyuna tiba-tiba menabrak seseorang.
“Ah,, Mianhamnida.”Hyuna membungkuk dan mengungkapkan permintaan maafnya.
“Chanmaneyo aghassi.”Orang yang ditabrak Hyuna ternyata seorang namja muda yang cukup tampan.
“Jongmal~yo,, anda tidak apa-apa,”Hyuna khawatir namja itu terluka.
“Ne,, ah, apa kau seorang Trainee baru Aghassi.”sang namja malah berusaha membuka percakapan.
“Ani,, aku bukan seorang Trainee. Aku hanya menemani kakaku yang sedang Trainee saja.”
“Oh,, kukira kau seorang trainee juga disini, kurasa penampilanmu memenuhi syarat menjadi trainee. Perkenalkan namaku Lee Donghae,”Namja yang mengaku bernama Lee Donghae itu mengulurkan tangan mengajak berkenalan.
“Noneun Kim Hyuna Imnida,, apakah anda seorang Trainee juga Donghae ssi.”
“Hyuna~ya, bisakah kau memanggilku oppa, sepertinya telingaku sedikit kurang nyaman mendengar kau menyebut namaku dengan embel-embel ssi.”Donghae mengedipkan mata dengan jahil.
“Donghae oppa, kedengarannya tidak buruk.”Hyuna tertawa melihat tingkah Donghae, meskipun umur mereka sepertinya terpaut jauh. Tapi Hyuna merasa cepat akrab dan nyaman berbincang dengan orang yang baru dikenalnya ini.
“Oppa, jadi sudah empat tahun lebih kau menjalani Trainee disini.”Hyuna memandang Donghae dengan takjub setelah mendengar cerita dari namja itu.
“Ne,, bahkan ada beberapa temanku yang sudah menjalani trainee lebih lama dariku.”
“Jinja,, apakah harus selama itu menjalani Trainee.’Hyuna jadi mengkhawatirkan masa depan Kibum.
“Sebenarnya tidak juga sih, tergantung dari kemampun dan keberuntungan juga. Oh iya,, mungkin aku akan menjalankan debutku tahun ini. kemarin pihak SM sudah mengkonfirmasi secara resmi padaku.”Donghae terlihat sangat bahagia membicarakan rencana debutnya ini.
“Wah,, Chukkae oppa, aku akan menjadi fans pertamamu jika kau sukses dalam debutmu nanti. Apa kau akan debut solo atau apa oppa.”
“Sepertinya aku akan debut sebagai Boyband dan kau tahu ada berapa member, 12 orang.”
“Jinja? 12 orang oppa? bergabung menjadi satu boyband, aku sulit membayangkannya.”Hyuna sedikit tidak percaya, sebuah Boyband dengan 12 member. Pasti sangat sulit mengaturnya, belum lagi menyelaraskan penampilan saat dipanggung,pembagian suara dan lain-lainnya. Pikir Hyuna.
“Awalnya aku juga berpikir begitu Hyuna, tapi setelah kupikir lagi ini sebuah tantangan. Dan sepertinya menarik.”ujar Dinghae mantap.
“Oh iya oppa, kau berasal dari mana. Sepertinya kau bukan asli seoul.”
“Ne,, aku asli dari mokpo, kaus sendiri??”
“Mokpo,, akrab dengan laut dong oppa, lebih baik kupanggil Fishy oppa. Aku dari Daegu.”hyuna tersenyum mengejek.
“Ya,, Kim Hyuna kenapa aku memanggilku Fishy oppa, namaku DOnghae, walau terkadang aku sedikit heran kenapa orang tuaku menamaiku Lee Donghae.”Donghae terkekeh pelan.
“Karena kau berasal dari Mokpo, dan mokpo terkenal dengan lautnya dan laut itu identik dengan ikan, juga setelah kuperhatikan wajah oppa ada sedikit mirip dengan ikan.”Hyuna bergegas menghidar dari serbuan tangan donghae yang ingin menjitak kepalanya begitu mendengar ucapannya.
Semenjak pertemuan pertama mereka, Hyuna dan Donghae langsung bisa akrab. Dan Hyuna tidak pernah lagi merasa bosan saat menunggui Kibum trainee karena terkadang Donghae menyempatkan diri untuk sekedar bercerita atau bermain basket bersama ditaman dekat kantor SM. Donghae juga mengenalkan Hyuna pada sorang namja tampan dengan postur tubuh menjulang dan bermata belo untuk ukuran orang Korea yang juga suka sekali bermain basket, namja itu hanya mengenalkan diri dengan nama Minho.

Still SM Ent. Building. Desember 2005
Waktu semakin berlalu, dan Hyuna masih dengan setia menemani Kibum menjalani Trainee-nya dan dengan sabar mendengarkan segala keluh kesahnya saat-saat menjalani jadwal Trainee yang semakin sibuk. Terlebih lagi, sekarang teman ngobrol Hyuna saat dia sedang suntuk dengan kegiatan menunggunya,seorang namja bernama Lee Donghae sudah menjalani debutnya sebagai artis baru bersama grupnya yang diberi nama Super Junior, Hyuna mengacungkan dua jempolnya untuk grup baru itu. Begitu pula dengan Minho, akhir-akhir ini Hyuna tak pernah lagi menjumpainya dilapangan basket seperti biasa.
Hyuna memutuskan pergi keatap gedung SM, lagi pula jadwal latihan Kibum akan berakhir 3 Jam lagi.
Dia masih memainkan PSP-nya ketika tiba-tiba mendengar suara seorang namja yang berteriak dari arah samping tempatnya berdiri sekarang.
“Kenapa aku tidak ada kemajuan sama sekali akhir-akhir ini.”Teriak namja itu lagi. Awalnya Hyuna tak peduli, tapi melihat tingkah aneh namja itu, mau tak mau Hyuna jadi tertarik. Dia memandangi namja yang berdiri 5 meter darinya. Mungkin namja itu tak sadar akan keberadaan Hyuna karena terhalang pilar yang berdiri kokoh.
“Ah,, apakah suaraku bisa sampai kelangit ya,, apakah semua orang bisa mendengar suaraku melalui langit biru itu.”Hyuna menajamkan telinganya mendengar gumaman aneh namja tadi. Kemudian dia melihat namja itu mengacak rambutnya sendiri dengan frustasi.
“Bisa saja suaramu tersampaikan melalui langit jika kau menyanyikannya dari hatimu.”Akhirnya Hyuna menyahuti perkataan namja yang tak dikenalnya itu.
“Kau siapa,, apa kau hantu”namja itu kaget waktu Hyuna tiba-tiba muncul dari balik pilar.
“Ya,, kau sembarangan saja mengataiku hantu.”Hyuna berseru kesal. Sudah menganggu ketenangannya dengan tiba-tiba dan sekarang mengatainya hantu.
“Ah,, Mianhe,,”Namja itu langsung membungkukkan badan dan meminta maaf setelah yakin Hyuna bukanlah hantu. Hyuna menatap namja bermuka baby face dihadapannya dengan tatapan penuh selidik.
“Hyung,, Apa kau sudah disini.”kemudian terdengar teriakan lain dan munculah satu namja yang menurut Hyuna berwajah cukup cantik.
“Taemin, kau sudah datang.”Namja berwajah baby face dan memiliki gigi kelinci itu menyapa namja dipanggilnya Taemin.
“Nugu hyung?”taemin mengarahkan pandangannya pada Hyuna.
“Mollayo,, dia sudah disini ketika aku datang. Kupikir tadinya dia hantu.”
“Ya,, kau.. mana ada hantu secantik aku.”Hyuna masih tidak terima dikira Hantu.
“Lebih cantik mana denganku noona?”taemin sengaja ber-Aegyo untuk mengejek Hyuna, entah kenapa Taemin tertarik membuat sebal yoeja yang bari ditemuinya itu.
“Aish,, kau ini!! tidak sopan sekali.”Hyuna dengan reflek menarik Headphone yang terpasang ditelinga Taemin saat namja itu mendekatkan wajahnya.
“Loh,, headphonenya tak tersambung kemana-mana.”Hyuna menggenggam Kabel Headphone dan menarik ujungnya yang keluar dari saku hoodie Taemin.
“Igoe,, eh, aku sengaja berpura-pura mendengarkan music untuk mengelabuhi yoeja-yoeja centil yang suka menggangguku.”Taemin terlihat malu dan salah tingkah. Hyuna hanya tersenyum paham dan mengeluarkan Ipod berwarna Coklat kesayanganya dan menjulurkan Headphonenya ketelinga Taemin.
“Pakailah ini,, supaya kau tidak perlu berpura-pura lagi.”ujar Hyuna melihat kebingungan diwajah namja keyoejaan itu.
“Tapi noona,, “Taemin berusaha menolak Ipod yang disorongkan Hyuna kesaku bajunya.
“Wahh, Michael Jakson. Black And White.”Taemin berseru girang ketika mendengar lagu yang tengah terdengar ditelinganya. Dengan seketika tubuhnya meliuk mengikuti hentakan music dari penyanyi favoritnnya.
“Daebakk,, tarianmu bagus, bahkan Kiki kalah jauh darimu.”Hyuna mengamati gerakan Taemin. Tiba-tiba Hp-nya berdering.
“Yobose__”Belum selesai mengatakan hallo, Hyuna sudah menjauhkan HP dari telinganya.
“Kim Hyuna babo,, oddiga,, aku sudah menunggumu sejak setengah jam yang lalu.”Ternyata Hyuna menghindari teriakan Kibum dari HP-nya.
“Ya,, tuan Kim yang serba bisa. Tidak perlu berteriak seperti itu juga. Aku belum tuli dan tidak mau tuli gara-gara suara jelekmu itu.”Hyuna ikutan berteriak.
“Kalau begitu cepat temui aku didepan gedung, sebentar lagi kita pulang.”
“Ne,,.”Hyuna langsung menutup telponnya dan bergegas pergi.
“Eh,, Noona,, Ipodmu ketinggalan.”Taemin berusaha mengambalikan Ipod yang tadi dipinjamkan oleh Hyuna.
“Untukmu saja,, pakailah ipod itu untuk melatih tarianmu agar lebih bagus lagi.”Hyuna berteriak dan menghilang dibalik tangga.
“Jinki hyung,, bukankah dia yoeja yang aneh, kenal juga tidak tapi mau-maunya memberiku Ipod ini.”Taemin memandangi Ipod ditangannya.
“Tapi dia cukup menyeramkan juga.”Namja yang dipanggil Jinki itu bergidik ngeri membayangkan kembali ekspresi wajah Hyuna saat berteriak barusan.
“sudahlah,, lebih baik kita latihan lagi seperti biasa. Olah vokalmu sudah mulai ada kemajuan Taemin.”Lanjutnya.

Daegu, Kim Minhyuk House. Desember 2006
Musim dingin kembali datang, Hyuna merapatkan jaketnya dan memasuki rumah besar berarsitektur campuran gaya eropa dan Korea. Jam menunjukkan pukul 4 sore, tapi cuaca diluar sudah terasa sangat dingin. Kemudian dia menyusuri tangga menuju kamarnya dilantai dua.
“Ya,, Kiki,, apa yang kau lakukan dikamarku. Bukannya kau ada jadwal Trainee hari ini.”Hyuna terlonjak kaget mendapati Kibum tengah berbaring ditempat tidurnya dan menutup tubuhnya dengan selimut warna coklat bergambar floral miliknya. Jika kamar milik Hyuna penuh dengan nuansa warna coklat maka kamar Kibum justru penuh dengan warna Pinki. Dan itu membuat Hyuna enggan berlama-lama berada dikamar kakaknya yang memang seorang pinky holic.
“Aku bolos trainee hari ini.”Kibum masih menutup tubuhnya dengan selimut.
“Bolos?? Tumben sekali.”Hyuna menarik paksa selimut yang melilit ditubuh Kibum.
“Aku lelah Na~ya,, tiap minggu harus bolak-balik Seoul. Rasa-rasanya aku tidak sanggup lagi menjalani Trainee.”Kibum menatap Hyuna dengan lelah.
“So,, kau akan menyerah begitu saja.”Hyuna duduk disamping Kibum sambil melipat tangannya didepan dada.
“Aku merasa tak ada kemajuan dalam Trainee yang kujalani selama ini. padahal aku ingin segera berdebut seperti sunbaeku di Super Junior. Dan tahun depan ada 9 temanku lain yang akan berdebut juga, bahkan diantara 9 yoeja itu ada yang menjalani trainee lebih singkat dariku. Sungguh membuatku iri saja.”Kibum semakin merasa putus asa.
“Kiki,, bukankah aku pernah bilang padamu. Diantara member super junior itu bahkan ada yang menjalani Trainee mereka lebih dari 4 tahun. Bahkan donghae oppa pernah bilang padaku, salah satu temannya ada yang sampai 5 tahun lebih baru debut. Dan kau sendiri baru menjalani Trainee kurang dari dua tahun. Sekarang sudah bilang mau menyerah,, Apa kau tidak malu setidaknya pada janjimu kepada Appa dan halmoni”Hyuna berusaha membangkitkan semangat Kibum.
“Aku tahu itu Na~ya,, hanya saja aku merasa Trainee yang kujalani hanya sia-sia belaka. Belum lagi nilai mata pelajaranku juga banyak menurun akhir-akhir ini. jika bukan karena bantuanmu membuatkan catatan untukku, mungkin raporku sudah terbakar sekarang. aku sudah mengecewakan Appa,omma,halmoni dan juga dirimu.” Kibum menundukkan wajahnya dalam-dalam, dia sudah merasa amat frustasi.
“Dengar Kiki,, aku benci melihatmu patah semangat begini, kau harus ingat semua perjuanganmu hingga sampai ketitik ini. semua rasa kesal,lelah dan tetesan keringat yang mengalir mengiringi setiap langkahmu untuk mencapai tujuanmu, yaitu menjadi penyanyi dan dancer legendaries. Kau juga harus ingat janjimu padaku bahwa kau akan memberikan piala Grammy Award padaku suatu hari nanti. Kau juga harus ingat akan menunjukkan nyanyianmu untuk halmoni.”Hyuna mendongakkan wajah Kibum dan menatapnya tepat dimanik mata.
“Na~ya,, gumawo. Kau selalu mendukungku berusaha dan menopangku ketika aku sedang jatuh seperti ini, kau malaikat pelindung yang dikirim tuhan untuk menjagaku. Terimakasih. Akan kuingat semua janjiku padamu Nana,, suatu saat nanti kau akan melihat Kim Kibum-mu ini menjadi penyanyi terkenal.”Kibum memeluk tubuh Hyuna dengan erat, dia merasa amat bersyukur memiliki seseorang seperti Hyuna disampinya selama ini. “entah apa jadinya seorang Kim Kibum tanpa Kim Hyuna didunia.”Batinnya.

***

Daegu , Januari 2008

“Na~ya,, Nana~ya,,buka pintunya.”Kibum menggedor pintu kamar Hyuna dengan semangat.
“Aigoo,, Tuan Kim yang serba bisa, tidakkah kau tahu jam berapa sekarang. jam setengah dua belas malam.”Hyuna melemparkan boneka Spongebob miliknya kemuka Kibum begitu dia membuka pintu kamarnya.
“Nana~ya,,”Kibum justru memeluk tubuh Hyuna dan berputar-putar dengan girang. Membuat Hyuna yang masih mengantuk langsung terjaga. Jangan-jangan saudaraku sudah gila sekarang.”Batin Hyuna.
“Aku akan berdebut,, kau dengar itu Na~ya. Sebentar lagi aku akan berdebut dan menjadi artis.”Key mendorong tubuh mereka berdua masuk kedalam kamar Hyuna dan melompat girang.
“Kau tidak sedang mengigaukan Ki,,.”Hyuna menatap Kibum dengan tajam.
“Anniyo,, tadi siang aku sudah mendapat konfimasi resminya dari pihak SM, bahwa aku terpilih bersama 4 namja lain untuk melakukan debut Mei nanti.”Kibum merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar dengan begitu bahagia.
“Chukkae,, Uri Kibum. Akhirnya kau debut juga. Bahkan tidak harus menunggu sampai 4-5 tahun lamanya.”Hyuna menepuk pipi Kibum tak kalah gembira.
“Ne,, gumawo~yo Na~ya,, selama ini kau sudah berkorban banyak untukku.”Kibum menyandarkan kepalanya dibahu Hyuna.
“Chanmaneyo, aku ikut bahagia melihat kebahagiaanmu Ki. Jadi, kau akan debut sebagai Boyband juga.”Hyuna memainkan jemari Kibum yang menggenggam tangan kanannya.
“Ne,, kau tahu apa nama Boyband Kami,, SHINee, dengan double ee yang artinya” kami bersinar “ . dengan harapan kami akan bersinar dan menerangi dunia dengan lagu-lagu kami. Oh iya, ada yang lucu waktu aku dipertemukan dengan ke-4 anggota Shinee yang lain. Saat pertama kali aku melihat Onew, kupikir dia berumur lebih muda dariku maka aku memperlakukan dia sebagai saengku, dan saat kutanya berapa usianya, kau tahu Na~ya,, dia bilang umurnya sudah 18 tahun yang artinya lebih tua dua tahun dariku.”Hyuna tertawa keras mendengar cerita Kibum.
“Mukanya itu benar-benar menipu, dengan baby face dan pipi tembem miliknya.”Kibum ikut tertawa mengingat kejadian yang menurutnya sangat lucu.
“Lalu,, bagaimana dengan member lainnya. Apa kau punya kesan lucu lagi.”Hyuna tertarik untuk mendengarkan cerita Kibum.
“Member Shinee yang kedua dia bernama Kim Jonghyun, kau sudah pernah melihatnya Na~ya, dia teman sekamarku saat Trainee kemarin. Kemudian seorang namja berpostur sangat tinggi, bisa dibilang dia mempunyai charisma yang mampu mematahkan rasa percaya diri seseorang hanya dengan menatap matanya. Namanya Choi Minho, kesan pertamaku terhadapnya, dia itu hidup penuh keegoisan.”Kibum menjabarkan kesan pertamanya bertemu dengan teman-teman satu Groupnya.
“Flaming Charisma eh,,Tapi Tuan Kim yang serba bisa,, bukankah kau juga begitu, orang-orang bilang kau itu angkuh saat pertama kali mereka melihatmu. Apalagi dengan mata tajammu itu.”Hyuna mencibir.
“Kau ini,, kebiasaan, suka menyela jika aku sedang cerita.”Kibum menolak melanjutkan ceritanya.
“Baiklah,, aku tidak akan menyelamu lagi,, lanjutkan lagi ceritanya,, bagaimana dengan member yang terakhir.”Hyuna membujuk Kibum dengan Puppy eyes-nya.
“Yaa,,Jangan memandangku dengan pandangan centil seperti itu,, baiklah aku lanjutkan.”Kibum paling tidak senang melihat Hyuna mengedip-ngedipkan mata, karena dia benci dengan yoeja yang sok kecentilan.
“Member terakhir, yang membuatku terbelalak kaget, saat pertama kali melihatnya kupikir dia seorang yoeja. Ternyata namja tulen, tapi aku iri dengan maknae itu, Lee Taemin dia memiliki semangat jiwa muda. Oh,, ya Na~ya,, kau tahu nama apa yang bagus untuk kupakai sebagai nama panggung.”Kibum melirik kearah Hyuna.
“Waeyo,, kenapa kau harus berganti nama segala. Memangnya nama Kibum kurang bagus.”
“Ani,, masa kau lupa, di Super Juniorkan sudah ada yang bernama Kim Kibum. Tapi tetap, aku lebih tampan dibanding dia.”Kibum menjawab pertanyaan Hyuna dengan narsis yang dibalas timpukan guling dikepalanya.
“Bisakah kau mengurangi kadar narsismu itu,sedikit saja Ki,,”Hyuna berusaha menghindar dari serangan balasan dari Kibum.
“Ah,, aku tahu.. Ki,, ya,, aku bisa memakai nama panggung Ki yang ditulis latin dengan huruf K-E-Y. yang dalam bahasa inggris artinya kunci dan diambil dari nama tengahku Kibum.”tiba-tiba Kibum menarik kertas dari atas meja Hyuna dan mencoretkan tulisan KEY yang dijejerkan dengan namanya, Kim Kibum.
“Ternyata ada gunanya juga kau tak mau memanggilku Oppa, Kim Hyuna babo.”Kibum mengacak-acak rambut Hyuna dengan gemas yang dibalas jitakan pedas dikepalanya. Dan dimulailah perang ketiga antara Hyuna dan Kibum, seperti biasa semua benda melayang seolah anti gravitasi jika duo Twins Evil ini mulai beraksi.
TBC