Arsip untuk April, 2012

Title : Word Of Love

Author : ViKeyKyuLov

Maincast : Kim Hyuna (imaginary cast),Kim Kibum.

Support Cast : Kim Jonghyun, And SHINee member other.

Genre : AU, Romance, Comedy,Friendship,Fluffy.

Rate : PG 17                     

Length : Twoshoot

Summary : Aku sudah memberikan ilmunya sayang,, dasar dari semua penulisan novel. Yang terpenting coba merasakan dan membiarkan imajinasimu berputar,, dan lebih baik lagi jika kau mengalaminya langsung seperti saat ini, aku yakin jantungmu berdetak dengan kencang, saat kau menulis nanti, peraaan seperti itulah yang bisa kau gambarkan. Saat jantungmu berdegup, menahan semua gejolak peraaan yang seakan ingin meledak dalam dirimu, apa kau bia menangkap yang kumaksud. Intinya, merasakan langsung apa yang ingin kau ungkapkan dalam tulisanmu.

Note : Ini akibat bergalau ria gara-gara Key ikutan Dramus N Add adegan Kissuenya, maka daripada galau terus mending bikin Nih FF, Lumayan abis baca komik lgsg muncul nih ide,,hehe,, FF ini terinspirai dari komik jepang berjudul sama,,hehe. Jangan bingung dengan tokoh yang kadang dipanggil Kibum kadang Key terus disini juga tidak ada konflik, ntar baru muncul dipart selanjutnya. Dan satu lagi, setiap kali aku bikin Key Pervert, imajinasinya langsung ngalir gitu aja.wkwkwkwkw

Ok deh,, Happy Reading!! (lebih…)

Tittle : Undiscloser Desire
Maincast : Kim Jonghyun,Lee Hyukyung,Kim Yoogeun.
Support cast : Key, Han Yoora, SHINee member.
Genre : Romance,Marriage Life,Friendship,family.
Rate : PG 16

Summary : Persahabatan antara pria dan wanita tidak akan pernah berakhir murni. Diantara keduanya akan muncul suatu perasaan yang disebut Cinta dari salah satu pihak. Entah itu cinta yang terbalas ataupun cinta yang bertepuk sebelah tangan. Entah itu cinta yang tersampaikan maupun cinta yang tersembunyi rapi bertahun-tahun.

Cinta itu sebuah pengorbanan, tak peduli apapun yang kupunya akan kukorbankan. Meski itu adalah masa depanku sekalipun. Bahkan jika dia memintaku untuk memberikan nyawaku, akan kuberikan dengan sukarela padanya. (Han Hyukyung)

Cinta?? Kau bertanya padaku tentang cinta?? Aku tidak tahu cinta itu apa?? Yang kurasakan cinta itu menyakitkan, saat aku telah merelakan seluruh hatiku, dia malah dengan mudahnya melempar kembali hatiku yang telah berdarah. Huh,, cinta?? Bahkan ketika aku kembali jatuh cinta,, aku justru takut dia akan kembali menolakku?? Hanya satu cinta yang kupunya dan kupercaya, cinta dari sebuah persabahatan yang kumiliki bersama seseorang. Dan aku tak ingin mempertaruhkan semua itu hanya demi cinta semu. (Kim Jonghyun)

Cinta, bagiku cinta itu membebaskan. Ya, Love is free, membiarkan dia bebas menjalani hidup yang menurutnya membahagiakan. Meski aku sangat tahu dia tak pernah bahagia dengan setiap pilihannya. Terlalu banyak hal yang telah dia korbankan hanya untuk sebuah ungkapan bernama cinta. Dan rasanya, aku ingin sekali memukul kepala sahabatku itu yang tak pernah bisa melihat besarnya cinta yang dipunyai yoeja-ku untuknya, yoeja-ku?? Huh, percaya diri sekali kau ini Kim Kibum, bahkan dia sudah menolakmu berkali-kali. Dan kau hanya bisa tersenyum getir saat dia datang dan menangisi orang lain. (Key)

Cinta, persetan dengan cinta. Aku tak percaya cinta. Aku tak punya cinta. Bahkan orang tuaku juga tak mencintaiku hingga tega memisahkan aku dengan dia, bahkan memisahkanku dengan darah dagingku sendiri hanya karena sebuah gengsi dan posisi. Aku tak punya cinta. Bagiku cinta itu adalah sesuatu hal yang tabu. (Han Yoora)

Note : Cuap-cuap,, Hehehehe,, iseng-iseng lagi corat-coret ehh malah muncul ide FF lagi,, dan FF ini terinspirasi dari sebuah novel milik salah satu pengarang indonesia yang seangkatan dengan Mira.W,Asma Nadia,dll. tapi aku lupa siapa pengarang dan judulnya,, aku hanya hafal isi Novel itu dengan jelas, tapi jangan kecewa dulu,, nih FF nantinya bakal beda kok gx sama persis dg novelnya dan mungkin tema yang diangkat bakalan agak dewasa,, cz ini pake genre marriage life. Dan kenapa kupilih Jjong sbg cast-nya,, tadinya mau pake cast pairing tetapku 2Kim,, tapi kurasa feel-nya kurang, trs biar reader gx bosen ajj, masa Key-hyuna melulu, dan juga akhir-akhir ini bang Jjong sedikit merusak software otakku dg virus Puppy smile-nya yg emejing,,hehehe

Part 1 : Just Friend?
Kyung-in POV.

Malam sudah begitu larut, lampu-lampu taman berkelip memberikan penerangan pada sekitarnya. Udara juga semakin dingin menerpa pipi dan rambut panjangku yang mulai berkibar. Jinja, sampai kapan pria ini akan terus diam dan menyiksaku seperti ini.

“Jonghyun~ah,,”kugerakkan bahuku perlahan yang sedari tadi menjadi tempat bersandar seorang namja tampan yang sudah menjadi tetanggaku sejak kami masih duduk dibangku sekolah dasar. Saat pertamakali aku pindah ke kompleks ini karena kecelakaan kedua orang tuaku yang membuatku harus tinggal bersama Halmoni dan menjadi tetangga keluarga Kim.

“Waeyo Kyungie??”Jonghyun hanya bergumam dengan malas. Benar-benar pria yang lemah tapi bersikap sok kuat. Dasar Play boy kacangan. Gayanya aja selangit, ganti-ganti pacar sebulan sekali. Tapi, ujung-ujungnya juga akan datang kerumahku dan mengetuk pintu kamarku kemudian bilang,,

“Hyu,, aku menyesal sudah memutuskan Yoora. Kau tahu aku sangat mencintai Yoora.”nah,, seperti itu setiap kali dia baru saja memutuskan yoejanya hanya karena alasan masa aktif dalam berpacarannya yang sudah dipatok 3 bulan sudah habis. Ada-ada saja namja satu ini. Pacaran diberi batasan 3 bulan, kalau sudah tiga bulan mau tidak mau, bisa tidak bisa harus tetap diputusin.

“Dingin,, ayo kita pulang!”ajakku sembari menarik kepalanya agar menjauh dari bahuku. Lima belas tahun bersahabat dengannya, lima belas tahun menjadi “tong sampah” baginya tak bisa membuatku berhenti menggelengkan kepala dengan setiap tingkah lakunya. Well, kuakui Jonghyun memang tampan, keluarganya juga cukup kaya dan terpandang. Dan lagi, dia bisa menempatkan diri dan bersikap seharusnya saat berhadapan dengan perempuan. Itulah daya tarik yang membuat seorang Kim Jonghyun dipuja dan dikelilingi banyak yoeja-yoeja cantik yang berharap bisa menjadi kekasihnya.

“Hyu,, menurutmu aku harus bagaimana?? Apa aku harus meminta Yoora balikan??”Jonghyun menegakkan duduknya dan menghela nafas berat.

“Aku sudah mendengar hal itu untuk kesekian kalinya Kim Jonghyun,,sungguh aku tidak habis pikir denganmu, sebenarnya otakmu kau taruh dimana sih?? Dilutut?? Di kaki atau diperut hah,”sebalku sambil menjitak kepalanya dengan gemas.

“Lee Hyukyung,, appayo,,”dengusnya dengan cemberut.

“Makanya,, jadi orang jangan babo-babo amat. Sudah tahu kau mencintainya, pakai acara sok menjaga prinsip masa pacaran tiga bulan harus putus kalau ujung-ujungnya kau akan menyesal dan menangis seperti ini. Sudahlah,, aku mau pulang.”aku berdiri dan merapatkan jaketku untuk menghalau dingin yang semakin merambat.

“Lee Hyukyung,,”panggilnya saat aku mulai berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumahku yang tak jauh dari taman ini dan tentu saja juga rumah Jonghyun yang berdiri persis disamping rumahku.

“Kau sungguh terlalu,, sahabatmu sedang sedih tapi kau malah mengatainya pabo.”Jonghyun menyusul langkahku dan merangkul pundakku masih dengan wajah cemberut.

“Untuk apa aku simpati,, ini sudah keseribu sekian kalinya kau membangunkan tidurku hanya untuk mendengarkan curhatan patah hatimu.”

“Ya,, ya,, ya,, tidak usah berlebihan begitu. Dan perlu diralat, aku tidak pernah patah hati, justru aku yang selalu membuat mereka patah hati.”

“Bangga begitu,,”cibirku dengan malas.

“Haish,, kau ini,,”Jonghyun menjitak kepalaku dengan sebal.

“Cha,, tidurlah,, Mianhe sudah mengganggu waktumu.”ujarnya begitu kami sudah sampai didepan pintu rumahku.

“Ne,,”

“Kyungie,,”aku berbalik mendengar panggilannya.

“Chup~”tubuhku tersentak dengan terkejut merasakan bibirnya menyapu pipiku dengan lembut.

“Gumawo,, untuk semua kesediaanmu menjadi sahabatku, menjadi tempatku bersandar saat orang lain meninggalkanku. Juga untuk kesabaranmu menghadapiku selama ini. Aku menyayangimu,, Lee Hyukyung.”Jonghyun menepuk kepalaku dan menatap wajahku dengan mata beningnya yang begitu tulus. Cepat-cepat aku menunduk untuk mengalihkan wajahku berusaha mengatur debaran jantungku yang bergemuruh.

“Jaljayo,, besok jangan lupa pinjami aku modul mata kuliah Park Soesangnim.”teriaknya seraya melambai lalu menghilang dari balik pintu rumahnya.

Aku membuka pintu dan bersandar dengan lemas. Jantung semakin bertalu, berpacu dengan deru nafas yang terasa memburu. Ya, sentuhan bibir Jonghyun berhasil mengacaukan sistem syaraf ditubuhku. Persahabatan antara pria dan wanita takkan pernah murni. Diantara hubungan erat keduanya akan timbul perasaan cinta dari salah satu pihak. Dan yang kualami, cinta itu datang pihak si yoeja, dariku. Dalam diamku, aku selalu mencintainya. Mencintai seorang Kim Jonghyun dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Cinta yang perlahan kusadari saat pertama kali aku mengerti apa itu cinta ketika aku duduk dibangku Junior high school. Cinta itulah yang membuatku tak bisa berpaling darinya. Selalu berusaha memahami konsisinya apapun itu. Hah, hanya orang bodoh yang tetap bertahan sekian lama dengan semua rasa sakit ini hanya karena alasan aku mencintainya.
***

Aku berjalan dengan tergesa menuju gerbang kampus. Gara-gara menunggu Jonghyun menjemputku yang ujungnya dia malah berangkat duluan. Awas saja dia, jika aku bertemu nanti. Akan ku pukul kepalanya.

“Hai,, pagi Hyu,,”Key tiba-tiba muncul disebelahku. Salah satu adik tingkat yang “sangat” sopan padaku.

“Tidakkah kau bisa memanggilku noona,,”sahutku datar.

“Noona?? Memang kau pantas dipanggil noona?? Lihat saja, bahkan dalam berpakaianpun kau tidak menunjukkan bahwa kau lebih dewasa dibanding diriku.”cibir Key, yah, dia selalu begitu. Takkan pernah ada yang bisa menang jika sudah beradu debat dengannya.

“Haish,, kau selalu menyerang kelemahanku, aku bukan yoeja-yoeja koleksi Jonghyun yang gemar berdandan. Aku tak punya waktu untuk bersolek.”balasku dengan jujur, yah, meski Key sangat tahu seperti apa kehidupanku setelah halmoni meninggal tapi aku tetap saja berusaha membela diri. Setodaknya aku harus bekerja di kios bunga peninggalan Halmoni.

“Arra,, tak usah kau katakan lagi aku sudah tahu Hyu,,, makanya kenapa kau selalu menolak permintaanku, setidaknya aku bisa membahagiakanmu. Aku serius dengan setiap ucapanku Hyu,, aku mencintaimu dan akan selalu begitu.”

aku hanya bisa diam membeku jika Key sudah mengungkit masalah ini. Yah, bisa dibilang Key mengekarku sejak kami masih di bangku SMA. Bahkan Key adalah satu-satunya orang yang sangat tahu bagaimana perasaanku pada Jonghyun. Mungkin ini terdengar bodoh, aku menyukai Jonghyun, sedang Jonghyun justru menyukai yoeja lain, dan malah Key yang notabene sahabat Jonghyun menyukaiku. Satu hal yang sangat ku syukuri karena Key tak pernah memaksaku untuk menerima cintanya, hanya saja, aku akan merasa risih dan sedikit bersalah jika Key Key sudah mulai mengungkit masalah ini.

“Mianhe Hyu,, aku tidak bermaksud hanya saja….”

“Gwenchana Key,, jangan bahas ini lagi,, Ok!! Sekarang aku mau kekelas dulu.”selaku sembari mengukir senyum untuknya.

“Kkajja,, kelasku juga tidak jauh dari kelasmu.”akhirnya Key menarik lenganku pergi.

***

Ah,, akhirnya kelas Park Soesangnim selesai juga. Aku harus mencari Jonghyun sekarang. Dari pagi tadi aku tidak melihatnya,,

Sebuah teriakan nyaring terdengar ditelingaku. Dan mataku menangkap keriuhan didepan fakultas ekonomi. Dengan penasaran aku merangsek kerumunan itu.

“Kim Jonghyun,, Bling-bling Jjong”suara teriakan itu diiringi tepuk tangan meriah. Ditengah kerumunan, aku bisa melihat Jonghyun tengah berlutut sembari memegang tangan seorang yoeja.

“Han Yoora,, Jongmal Mianhe,, kemarin aku sempat menyakitimu. Aku sungguh bodoh sudah melepasmu. Ternyata baru kusadari bahwa aku begitu mencintaimu, maka aku memintamu kembali bersamaku, kembali merajut kisah indah kita berdua.”

“Deg~,,”rasanya dadaku berdenyut kencang, seakan ada sebuah benda yang dipukulkan tepat dijantungku. Tatapan mata Jonghyun menyiratkan keteduhan dan ketulusan saat menatap Yoora. Jonghyun memang sangat mencintai Yoora, dia sudah menemukan pelabuhan terakhirnya. Mungkin ini adalah titik balik dari semua perasaanku,, sudah saatnya aku melepaskan semua cintaku. Dengan perlahan, aku menarik diri dan menjauh dari kerumunan begitu ku lihat Jonghyun dan Yoora berpelukan. Tepuk tangan kembali membahan, tepuk tangan bahagia karena sang playboy akhirnya telah insyaf.

***

Author POV

“Hapus air matamu,,”seseorang mengulurkan sapu tangan berwarna pink kepada Hyukyung yang tengah menunduk menahan tangisnya disebuah taman tak jauh dari Chungdam University.

“Key,,”Hyukyung mendongak untuk melihat siapa yang begitu baik hati dan peduli padanya.

“Harusnya kau sadar bahwa hari ini akan tiba juga, betatapun playernya Jjong Hyung, pada akhirnya dia juga akan menemukan cinta sejatinya.”Key menghela nafas berat, lalu mengambil tempat disamping Hyukyung.

“A,, a,,ku,,”

“Jangan katakan apa-apa lagi,,aku sudah teramat mengerti Hyu,,”Key memotong ucapan Hyukyung dengan menarik kepala gadis itu agar rebah didadanya, berusaha memberikan tempat dimana gadis itu bisa bersandar dan menumpahkan perasaan sedihnya.

“Menangislah Hyu,, sepuasmu, karena besok-besok aku takkan membiarkan kau menangis lagi.”lanjutnya.

“Gumawo Key,, kau selalu ada saat aku bersedih karena Jonghyun, dan Mianhandago,, jongmal,, aku belum bisa membalas perasaanmu.”balas Hyukyung.

“Arrayo,,, tidak usah minta maaf, toh aku tidak pernah memaksamu untuk membalas perasaanku, bagiku kebahagiaanmu lebih berarti, tapi sayangnya aku belum bisa melihatmu bahagia sampai saat ini. Dan itulah yang membuatku berat untuk melepaskanmu.”

“Key,,”Hyukyung mengeratkan pelukannya, sangat berterima kasih terhadap kemurahan hati namja ini.

“Kau harus ikut denganku Hyu,,”Key tiba-tiba menarik Hyukyung berdiri.

“Kemana??”

“Ketempat dimana aku bisa mengembalikan senyummu,, kkajja.”Key menarik lengan Hyukyung sembari tersenyum cerah menambah pesona dari ketampanan Kim Kibum, meski senyum itu tak bisa menggeser posisi Jonghyun di hati seorang Lee Hyukyung.
***
“Hyu,, menurutmu ini bagaimana??”perkataan Jonghyun membuat HyuKyung mendongak, mengalihkan matanya dari majalah yang tengah dia baca.

“Bagus,, Setelan itu cocok untukmu.”komentar Hyukyung begitu melihat Jonghyun keluar dari kamar pas dengan setelan jas berwarna hitam. Jonghyun membajak hari libur Hyukyung untuk menemaninya menyiapkan segala perlengkapan acara pertunangannya dengan Yoora.

Seperti yang pernah Key ungkapkan, Jonghyun memang serius menjalin hubungan dengan Yoora, 3 bulan setelah mereka balikan, Jonghyun langsung menghadap kedua orang tua Yoora. Tentu saja kedua orang tua Yoora setuju, terlebih lagi mengingat bahwa keluarga Jonghyun menduduki strata cukup tinggi dalam tingkatan status sosial.

“Jinja Hyu,, apa aku terlihat semakin tampan??”goda Jonghyun dengan kekehan pelan.

“Percaya diri sekali,, sejak kapan aku pernah bilang kau tampan.”balas Hyukyung.

“Ya,, Lee Hyukyung,, dari sekian banyak yoeja yang kutemui, hanya kau yang tidak pernah mengatakan bahwa aku tampan!”protesnya.

“Tentu saja tidak,, karena aku sudah melihatmu sejak kecil, sejak kau masih ingusan dan jelek sekali.”ejek Hyukyung.

“Haisshh,, kau selalu saja mengejekku,,”dengan gemas, Jonghyun mengacak-acak rambut Hyukyung membuat gadis itu kesal.

“Jjong~ah,,, jangan bercanda terus,, tuh orang-orang melihat kearah kita, dan kurasa kau juga harus bergegas. Sudah siang,, bahkan kau belum mendapatkan cincin.”

“Ah,, iya,, cincin. Aku belum memesan cincin. Baiklah,, kau tunggu sebentar,,”ujar Jonghyun.

***

“Aku pilih yang ini.”Jonghyun menunjuk sebuah cincin emas putih dengan hiasan berlian kecil-kecil berwarna toska diatasnya, sudah setengah jam mereka duduk ditoko perhiasan.

“Bagus kan Hyu,, coba sini jarimu.”Jonghyun meraih jari Hyukyung dan memasangkannya dijari manis tanpa sedikitpun menyadari bahwa gadis dihadapannya itu tengah berusaha meredam gejolak perasaannya.

“Kurasa jari ukuran jari Yoora tak jauh beda denganmu,,”lanjutnya lagi, dia tersenyum bahagia melihat betapa cincin itu sangat pas dan terlihat cocok dijari Hyukyung.

“Wah,, terdapat chemistry antara cincin dan jari nona ini tuan, itu artinya hubungan kalian akan langgeng.”si pemilik toko ikut berkomentar, menyangka bahwa Jonghyun dan Hyukyung adalah sepasang kekasih.

“Ne,, tentu saja hubungan kami akan langgeng,, kami sudah bertahan selama 15 tahun bersama, jadi tak ada masalah jika kami harus bertahan 15 tahun lagi, bahkan mungkin 50 tahun lagi.”respon Jonghyun tanpa berniat mengurai kesalah pahaman si pemilik toko.

Hyukyung sendiri hanya bisa terperangah dengan terkejut mendengar ucapan Jonghyun barusan. Dia merasa usahanya untuk mengeyahkan perasaannya pada Jonghyun hanya sia-sia belaka, karena dalam kenyataanya dia masih belum bisa menjauh darinya.

Selagi menunggu Jonghyun menyelesaikan urusannya dengan sipemilik toko, Hyukyung memilih melihat-lihat koleksi kalung. Matanya terlihat berbinar saat melihat sebuah kalung berdesain simple dengan bandul bulan dalam kurungan bintang. Tanpa sadar Hyukyung bergumam takjub, dia tidak menyadari bahwa Jonghyun memperhatikannya sedari tadi.

“Nona,, aku ambil kalung yang ini juga ya,,”tiba-tiba Jonghyun meraih untaian kalung yang tengah dipandangi Hyukyung itu tanpa berkomentar apa-apa,, ada semburat kecewa di muka Hyukyung, menyangka bahwa Jonghyun pasti membelikan kalung itu untuk Yoora.

***

seharian sudah Hykyung menemani Jonghyun berbelanja, sejak keluar dari toko perhiasan, Hykyung menjadi sedikit diam, entahlah, dia merasa begitu sangat menginginkan kalung itu.

“Kita duduk disini dulu Hyu,,”Jonghyun mengehentikan langkahnya dibelakang rumah Hyukyung yang terlihat begitu rindang dengan berbagai maca, tanaman bungan dan tanaman hias. Pekarangan yang sudah menjadi tempat bermain mereka berdua sejak kecil hingga kini sama-sama dewasa.

“Sebentar Jjong,, aku ambil minum dulu,, aku haus.”

“Anni,, kau disini saja,, biar aku yang buatkan minuman.”Jonghyun menarik Hyukyung dan memaksanya duduk, lalu dia sendiri sudah masuk kedalam rumah Hyukyung yang sudah seperti rumahnya sendiri.

“ini untukmu,,”selang 10 menit kemudian, Jonghyun kembali sambil membawa dua gelas minuman dingin.

“Tak terasa Hyu,, waktu begitu cepat berlalu,,”Jonghyun duduk kembali di kursi kayu panjang dengan ukiran naga disamping Hyukyung, menyesap minumannya dengan tatapan menerawang.

“Sebentar lagi aku bertunangan,, dan mungkin dalam jangka waktu tak lama akan menikah.”lanjutnya lagi saat tak ada sahutan dari Hyukyung.

“Tapi ada satu hal yang masih belum kuselesaikan Hyu,, dan itu membuatku khawatir”

“Apa memangnya??”akhirnya Hyukyung bersuara, memalingkan wajah menatap Jonghyun.

“Kau,,”Jonghyun juga memalingkan wajah hingga pandangan mereka bertemu dalam satu titik.

“Maksudmu??”

“Ya,, sebenarnya aku berharap kau juga segera menikah Hyu,, walau bagaimanapun saat aku bahagia, aku juga ingin kau bahagia,,”Jonghyun membelai pipi Hyukyung dengan lembut.

“Bahkan sampai sekarang aku masih tidak mengerti kenapa kau menolak Key,.”
“Kupikir Key namja yang cocok bagimu Hyu,, mungkin selama ini aku tak pernah mempertanyakan padamu. Tapi kali ini aku serius Hyu,, jawab jujur padaku, apa yang membuatmu tak bisa menerima Key, dia tampan tentu saja, baik dan dari keluarga terpandang dan juga kita sudah sangat mengenalnya dengan baik. “Jonghyun menatap Hyukyung dengan intens, mencari kebenaran dalam tatapan mata Hyukyung.

“Jjong,, aku,,”Hyukyung menggigit bibirnya dengan gelisah, takut Jonghyun bisa melihat apa yang sudah ia sembunyikan sekian lama.

“Apa ada pria lain yang kau cintai Hyu,, ah,, baru menyadari sekarang. Selama ini aku banyak bercerita padamu, sering berkeluh padamu. Tapi tak sekalipun aku mendengar kau bercerita padaku, seingatku aku tak lagi melihatmu menangis sejak kematian Lee Halmoni.”Jonghyun menunduk, tersenyum kecut seolah menyadari sesuatu yang menggelikan.

“Ternyata aku egois,, Hyu,, aku hanya memikirkan diriku sendiriku. Aku terlalu banyak menerima, tapi tak pernah memberi Hyu,,”Jonghyun merasa malu dengan pemikirannya.

“Jonghyun~ah,, jangan berkata seperti itu. Dalam persahabatan tak ada kamus memberi dan menerima, bagiku kau percaya padaku, membiarkan hanya aku yang boleh berdiri disampingmu ketika kau jatuh, itu sudah lebih dari cukup bagiku. Bertemu denganmu adalah hal terbaik sepanjang hidupku”Hyukyung menarik kepala Jonghyun tegak, tersenyum cerah.

“Hyu,, aku merasa beruntung memiliki dirimu dalam hidupku.”Jonghyun membalas senyum Hyukyung, teramat lega.

“Hei,, kau belum menjawab pertanyaanku,, apa yang membuatmu tak bisa menerima Key.”Jonghyun teringat topik awal dalam pembicaraan mereka.

“Aku merasa tidak pantas bersanding dengan Key,, bagiku dia terlalu sempurna.”

“Oh,, ayolah Hyu,, kau masih berpikir kolot. Ini bukan lagi masanya cinta terhalang oleh status sosial juga harta. Keluarga Key bukan keluarga yang menilik latar belakang sosial seseorang untuk menjadi menantu mereka.”Jonghyun memegang bahu Hyukyung dengan serius.

“Justru karena itu,, Key dan keluarganya terlalu baik untuk kubohongi, aku tak bisa berpura-pura mencintainya jika dalam kenyataannya aku tidak mencintai Key, itu akan sangat menyiksaku.”Hyukyung melepaskan tangan Jonghyun dan menunduk, matanya mulai berkaca-kaca.

“Kau belum mencobanya,, ani,, kau tak mau mencoba lebih tepatnya,, Hyu,, kumohon,, aku yakin kau pasti bahagia jika bersama Key, hanya dia yang bisa kupercaya untuk melindungimu, membahagiakanmu.”Jonghyun berusaha meluluhkan hati Hyukyung, jemari besarnya menggenggam tangan Hyukyung, memberikan kehangatan yang semakin membuat dada Hyukyung terasa sesak.

“Jangan paksa aku Jjong,, aku bisa menentukan hidupku sendiri.”Teriak Hyukyung tiba-tiba, refleksi dari semua tekanan yang dia rasakan selama ini.

Jonghyun sendiri hanya bisa menganga shock, tak menyangka Jika Hyukyung akan semarah ini. Dia juga merasa bersalah tak bisa memahami Hyukyung sedalam Hyukyung memahami dirinya. Teman macam apa dia.

“Hyu,, Mianhe,, “Jonghyun meraih tubuh Hyukyung dan menguncinya dalam pelukan, mendengar Hyukyung terisak.

“Uljima,, “ujarnya membelai rambut panjang Hyukyung.

Lama mereka terdiam dalam posisi masing-masing, terlarut dalam perasaan mereka sendiri.

“Hyu,, aku punya sesuatu untukmu??”Jonghyun melepaskan pelukannya, menyadari bahwa topik seputar Key tak perlu diungkit lagi.

“Apa,,”Hyukyung memandang wajah Jonghyun, masih ada jejak air mata dipipinya yang tirus.

“Kenapa aku jelek sekali saat menangis, padahal gadis-gadis lain semakin terlihat cantik saat mereka menumpahkan air mata.”Jonghyun menghapus air mata Hyukyung dengan ekspresi sebal yang dibuat-buat. Mau tak mau Hyukyung jadi tersenyum.

“Biar saja,, memang apa peduliku,,mana?? Kau bilang tadi mau memberiku sesuatu.”sahut Hyukyung dan menengadahkan tangannya.

“Kau ini,, Oh,, sebentar,,”Jonghyun merogoh saku celana, mengeluarkan sebuah kotak kecil berwatna biru tua.

“Taraa,,, ini untukmu,”Jonghyun menunjukkan seuntai kalung berbandul bulan didalam bintang yang tadi sempat di kagumi Hyukyung.

“Ini kan,, kalung yang tadi,,”Hyukyung terlonjak kaget.

“Kulihat kau sangat mengagumi kalung ini, makanya kubeli tanpa meminta persetujuanmu, karena jika aku bilang padamu kau pasti menolaknya seperti biasa.”ucap Jonghyun seraya tangannya bergerak keraha leher Hyukyung, menyibakkan rambut panjang gadis itu berniat mengaitkan kalung tersebut.

“Jjong,, kau,,”suara Hyukyung tercekat, tak menyangka sama sekali Jonghyun akan memberinya kejutan seperti ini. Ya, selama pertemanan mereka, Jonghyun bisa dibilang terlalu loyal padanya. Dan itu membuat Hyukyung terkadang merasa tak enak, terlebih lagi kedua orang tua Jonghyun juga memperlakukan Hyukyung dengan baik seperti perlakuan mereka terhadap Jonghyun.

“Akan kukatakan sekali ini,, kau terlihat cantik Lee Hyukyung,,”puji Jonghyun.

“Apa???”mata kecil Hyukyung mengerjap bingung.

“Aku hanya mengatakan sekali. Tak ada pengulangan.”Tukas Jonghyun dengan kesal merasa diabaikan.
TBC